Kompol M.Nainggolan Jadi Irup Pemakaman Aipda Joner Tampubolon

SIBORONGBORONG SUMUT, Poskotanews.co.id- Suasana duka menyelimuti keluarga besar Polsek Tanah Jawa, Resor Simalungun, serta masyarakat di Desa Parik Sabungan, Kecamatan Siborong-borong, Kabupaten Tapanuli Utara, senin 1 april 2024.

AIPDA Joner Tampubolon SH, yang sebelumnya menjabat sebagai Ba Polsek Tanah Jawa, diberikan penghormatan terakhir dalam upacara pemakaman yang diadakan di pemakaman keluarga, simpang Bandara Silangit, pukul 13.00 WIB.

Kapolsek Tanah Jawa, Kompol M. Nainggolan, SH, M.Si., bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup), mewakili Kapolres Simalungun, menghadiri bersama perwira, brigadir dari Polres Tapanuli Utara, keluarga Almarhum, dan masyarakat setempat.

Prosesi pemakaman diwarnai dengan hujan, namun tidak mengurangi khidmat acara pemakaman tradisi kepolisian yang berlangsung dengan baik dan lancar.

Upacara dimulai dengan kedatangan jenazah di tempat pemakaman, dilanjutkan dengan serangkaian tata cara upacara kepolisian termasuk pembacaan riwayat hidup almarhum, apel persada, penghormatan terakhir, hingga penimbunan liang lahat dan peletakan karangan bunga oleh Irup.

Kata sambutan yang disampaikan oleh Kompol M. Nainggolan dan perwakilan dari keluarga mencerminkan betapa dihargainya jasa dan pengabdian AIPDA Joner Tampubolon selama ini.

“AIPDA Joner Tampubolon SH, diketahui meninggal dunia pada hari minggu, 31 maret 2024, pukul 08:22 wib di RS. Columbia Asia Medan, akibat penyakit yang dideritanya. Kepergian Almarhum meninggalkan duka yang mendalam bagi kolega, keluarga, dan seluruh masyarakat yang mengenal beliau” ujarnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi semua pihak tentang dedikasi dan pengorbanan personel kepolisian dalam menjalankan tugasnya. Komunitas Polsek Tanah Jawa, Polres Simalungun, bersama masyarakat setempat berkomitmen untuk mengenang dan melanjutkan nilai-nilai yang telah ditanamkan oleh Almarhum AIPDA Joner Tampubolon selama hidupnya.

Anak Usia 5 Tahun Tenggelam Di Kolam Renang Air Panas Tamaro Tarutung

TARUTUNG SUMUT, Poskotanews.co.id- Seorang anak perempuan ber inisial NMV (5) warga Simpang Pane, Sawah II Kecamatan Saribu dolok Nagori, Kabupaten Simalungun meninggal dunia, saat mandi di kolam renang pemandian Air Panas ” Tamaro” Jl. A.M Tambunan Hutabarat, Kelurahan Partali Toruan, Tarutung Taput.

Peristiwa naas tersebut terjadi, selasa, (12/03/2024) sekira pukul 17.50 wib.

Kapolres Taput AKBP Ernis Sitinjak, S.I.K, M.H, melalui kasi humas Aiptu W. Baringbing membenarkan hal tersebut.

Berdasarkan keterangan saksi yaitu Warni Harahap (42) yang mengetahui kejadian tersebut, saat kejadian itu korban bersama kedua orang tuanya Adi Santo Batuara dan ibu nya Jojor Maima Harahap secara bersama-sama pergi mandi air panas di kolam renang merek ” Tamaro “.

Saat mandi di kolam renang, Ibu korban mandi di tempat kolam renang untuk dewasa sedangkan korban berenang di tempat anak-anak.

Tidak berapa lama, korban berpindah tempat dari kolam anak-anak ke kolam renang dewasa karena melihat ibu.

Ibunya sempat membiarkan korban berenang di kolam renang dewasa. Tidak berapa lama, korban menghilang dan ibunya pun mencari.

Lalu warga yang berada di lokasi ikut mencari dan korban sudah tenggelam di dasar kolam renang.

Ayah korban langsung menyelam ke dasar kolam dan mengakat korban keluar. Mereka berusaha memberikan pertolongan dengan memompa perut korban serta menyedot air dari hidung dan mulut .

Pertolongan tidak maksimal lalu korban sempat dilarikan ke rumah sakit Tarutung namun diperjalanan menuju rumah sakit korban menghembuskan napas terakhir.

Saksi Warni Harahap menjelaskan, korban bersama kedua orang tua datang dari Simalungun ke Taput, sedang berlibur ke tempat neneknya di Kecamatan Pangaribuan, Kabupaten Tapanuli Utara.

Mumpung masih ada waktu lalu mereka berangkat ke Tarutung untuk menikmati pemandian kolam air panas Tamaro .

Korban sudah di bawa ke kampungnya di Kabupaten Simalungun untuk di kebumikan.

Polisi sudah melakukan olah TKP atas peristiwa tersebut serta memeriksa saksi-saksi yang melihat peristiwa tersebut.

Kabar Duka: Andi Setiadi, Wartawan Setia Kejujuran Berpulang

TANGERANG, Poskotanews.co.id — Sepertinya dia tahu umurnya tidak panjang lagi. Dalam beberapa tahun terakhir ini, Andi Setiadi terlihat memaksimalkan kesalehannya, baik dalam kehidupan pribadi maupun di organisasi pers yang ia ikut aktif di dalamnya.

Kedua organisasi pers yang ia ikuti adalah Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI). Di kedua organisasi pers itu, Andi sebagai pengurus dan memanfaatkan posisinya sebagai sarana beramal baik.

Andi kelahiran Yogyakarta 14 April 1975 itu di PWI Pusat, ia pernah menjadi pengurus Seksi Wartawan Olahraga (SIWO). Terakhir dia sebagai Ketua SIWO PWI Banten. Dia juga pernah menjadi pengurus PWI Kabupaten Tangerang.

“Seingat saya Andi juga pernah menjadi Sekretaris PWI Kabupaten Tangerang 2010-2013, dan Wakil Ketua PWI Kabupaten Tangerang 2013-2016,” kata Sahatma Refindo mantan Ketua PWI Kabupaten Tangerang yang hadir melayat di rumah almarhum.

Sementara di SMSI Andi dipercaya sebagai ketua kompartemen organisasi, daerah, dan pendataan. “Kami turut kehilangan atas kepergian Andi. Dia sosok yang baik dan aktif membantu di bidang sosial,” kata Ketua Umum SMSI Firdaus.

Menurut Firdaus, Andi bersama perusahaan partnernya pernah berkonstribusi dalam membangun jalan bhakti SMSI di Serang, Banten sepanjang 700 meter. Dia juga berkontribusi dalam pembangunan jalan di Journalist Boarding School di Cilegon.

Firdaus yang kini masih dalam perawatan menyampaikan duka yang mendalam. “Saya kehilangan. Andi ketua SIWO Banten. Sewaktu saya ketua PWI Banten, dan Andi menjadi pengurus SIWO PWI Pusat, saya menjabat ketua bidang organisasi PWI Pusat. Ketika saya menjadi ketua Umum SMSI, Andi aktif menjadi ketua departemen organisasi, daerah dan pendataan SMSI Pusat”

Sebagai wartawan Andi pernah bekerja sebagai koresponden Harian Berita Buana, Wartawan Harian Warta Banten, Harian NonStop dan terakhir mendirikan media online Nine news.com

Andi meninggal dunia Sabtu dini hari (09/03/2024) di rumahnya Perum Central Karawaci Blok D, Kelurahan Binong, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang. Andi menghembuskan napas terakhir dalam dekapan istrinya. “Ya kepala tergolek gitu saja, terus tidak ada,” kata istri almarhum, Dwi Wanti.

Andi menghembuskan napas terakhir sekitar pukul 01.00. “Sudah lama suami saya sakit terutama diabet, dan terakhir lambungnya sakit. Tapi dia beraktivitas seperti biasa,” kata Dwi Wanti yang dikaruniai dua anak, yakni Andra Widiyanto dan Damar.

Jenazah Andi dimakamkan setelah lohor di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Grubug Bonang. Kawan-kawan almarhum, keluarga, dan para tetangga hadir di rumah almarhum dan tempat pemakaman.

Tampak hadir sejak pagi sejumlah wartawan, antara lain Sahatma Refindo, Aditya Warman (mantan wartawan senior LKBN Antara), Mohammad Nasir sekretaris Jenderal SMSI (Wartawan Harian Kompas 1989-2018), Sangki Wahyudin (mantan Ketua PWI Kabupaten Tangerang) dan Rian Nopandra Ketua PWI Provinsi Banten.

Sejumlah pengurus PWI Pusat dan SMSI Pusat turut menyampaikan duka cita dan doa untuk almarhum Andi. Mereka antara lain Ketua Umum PWI Pusat Hendry Ch Bangun, Rita Sri Hastuti, dan pengurus lainnya. Selamat jalan kawan. Semua kawanmu berdoa untuk Andi yang setia terhadap perilaku jujur.

Redaksi