Frustasi Dijauhi Teman Sekelas, Siswa SMPN 73 Tebet Nekat Terjun Dari Lantai 3

JAKARTA, Poskotanews.co.id – Seorang siswa SMPN 73 inisial GAD (14 tahun) melakukan percobaan bunuh diri dengan lompat dari lantai 3 gedung sekolah kelas 7 di Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (20/05/2024) saat jam istirahat sekolah sekitar pukul 12.00 WIB.

Kapolsek Tebet, Kompol Murodih mengatakan peristiwa tersebut terjadi saat jam istirahat. Dia mengatakan saat di dalam kelas, korban sempat meminta teman-temannya untuk keluar dari ruangan.

Baca Juga:

Meninggalnya Aisah Karena Sakit Perlu Dipertanyakan, Ada Apa Dengan Ibu Tirinya…??

“Korban membuka jendela kelas. Nah saat membuka jendela, korban dan teman korban sempat teriak melarang korban untuk lompat, namun tidak dihiraukan,” katanya.

Kapolsek menerangkan saat jatuh, korban tersangkut kanopi sekolahnya. Alhasil korban masih terselamat dengan luka yang cukup serius.

“korban langsung melompat ke luar jendela, saat melompat korban sembat tersangkut di genteng lantai 2 Gedung SMPN 73, kemudian jatuh ke lantai 1,” terangnya.

Kapolsek mengungkapkan korban mengalami luka di bagian kepala sebelah atas kiri, luka lecet di bagian kaki sebelah kanan dan tangan kiri.

Baca Juga:

Polri Amankan Opening Ceremony WWF Ke-10 di Bali

“Saat ini korban telah dibawa ke RS Tebet untuk dilakukan tindakan secara medis,” ungkapnya.

Kapolsek memastikan, saat lompat dari lantai 3 itu, tidak ada pihak yang mendorong korban. Bahwa hal tersebut merupakan upaya bunuh diri.

“Korban melakukan hal tersebut karna merasa di jauhi dan tidak ditemani oleh teman sekolah nya,” jelasnya.

Informasi dihimpun, saat ini korban telah kemabli kerumahnya setelah menjalani perawatan medis.

Redaksi

Pesawat Latih Jatuh di BSD Grand Boulevard, Tiga Orang Tewas Di Tempat

TANGERANG, Poskotanews.co.id – Sebuah pesawat latih jatuh di Jalan BSD Grand Boulevard, tepat di seberang McDonalds Cilenggang, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, pada Minggu siang (19/05/2024).

Menurut warga pada pukul 15.00 WIB, pesawat tersebut jatuh di area lapangan terbuka dengan kondisi badan yang hancur. Di ekor pesawat tertulis kode PK-IFP dengan gambar bendera merah putih.

Satu orang yang diduga sebagai awak pesawat ditemukan tergeletak di trotoar dan telah ditutupi plastik berwarna biru, sementara dua orang lainnya dilaporkan tewas di tempat kejadian.

Baca Juga:

Mobil Pick Up Tabrak Sepeda Motor Di Desa Hutaraja Simanungkalit 1 Orang Meninggal Dunia

Aparat TNI dan Polri telah berada di lokasi kejadian bersama petugas medis yang terlihat sigap menangani situasi. Rafael, seorang petugas keamanan setempat, yang menjadi saksi mata, menyatakan bahwa pesawat jatuh sekitar pukul 13.45 WIB.

“Awalnya pesawat terbang rendah. Saya kira mimpi. Pesawat oleng dan menukik ke bawah lalu menabrak dahan langsung menghantam tanah,” ujar Rafael di lokasi kejadian.

Namun, Rafael belum mengetahui secara pasti penyebab jatuhnya pesawat tersebut. Hingga berita ini diturunkan, badan pesawat belum dievakuasi.

Sementara itu, juru bicara Kementerian Perhubungan, Adita Irawati, mengonfirmasi peristiwa jatuhnya pesawat tersebut kepada awak media. “Pesawat latih yang jatuh bukan pesawat Curug (Politeknik Penerbangan Indonesia), tapi Indonesia Flying Club,” ujar Adita pada Minggu siang. “Saya juga sedang mengumpulkan informasi dari lapangan,” tambahnya.

Hingga saat ini, pihak terkait masih terus melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan ini. Sejumlah aparat belum memberikan keterangan lebih lanjut mengingat proses penyelidikan yang masih berlangsung. Kami akan kembali memberikan update informasi seiring dengan perkembangan yang ada.

(Wld)

Baca Juga:

Toko Ramos Terbakar Kerugian Diperkirakan 300 Juta

Anggota DPRD Tolak Pelarangan Study Tour Pelajar 

Anggota DPRD Tolak Pelarangan Study Tour Pelajar 

TANGERANG, Poskotanews.co.id – Sekretaris Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang yang membidangi pendidikan, Andri S. Permana menolak pelarangan kegiatan study tour bagi siswa-siswi sekolah, Jumat (17/05/2024).

“Sebagai regulator kita harus banyak membuat aturan yang meminimalisir jangan melarang kan banyak opsi, jangan melarang tetapi enggak punya opsi,” ujar Andri.

Menurutnya ada dua perspektif yang harus dilakukan dalam melihat permasalahan outing class. Saat melakukan pelarangan namun tidak disertai adanya solusi alternatif maka akan berdampak psikologis terhadap peserta didik.

Baca Juga:

Anggota DPRD Dukung Kota Tangerang Sukses Tuan Rumah dan Prestasi di POPDA

“Karena peserta didik setelah mengalami fase pendidikan selama tiga tahun pasti mereka berharap ada momen mereka bisa berbagi dengan teman-temannya, ini juga yang harus kita kasih ruang,” ujarnya.

Andri menyarankan kepada Pemkot Tangerang selayaknya harus melakukan review Surat Edaran yang terdahulu di tahun 2023 yang pasti ada komponen terkait keselamatan yang harus dimasukan.

“Perihal ini bisa bekerjasama dengan Dishub dalam proses pelibatan kelayakan armada transportasi yang akan digunakan,” ujar Andri.

Kedua, tentunya perlu banyak terobosan alternatif saat peserta didik tidak diperbolehkan outing class keluar Kota Tangerang.

Baca Juga:

Ketua KPU Kabupaten Sukabumi Bantah Isu Miring Terkait Rekrutmen PPK 2024

“Ini berarti harus ada kerjasama Pemerintah daerah dengan sektor pariwisata, Disbudpar harus bersama-sama dengan Dindik menyiapkan fasilitas-fasilitas publik yang bisa diakses oleh peserta didik sehingga mereka tetap mendapatkan pengalaman berbagi kebahagiaan di akhir masa studi mereka di ruang lingkup cukup di Kota Tangerang,” paparnya.

Kemudian kata Politisi PDI Perjuangan ini bahwa outing class memenuhi aspek kebahagiaan dalam belajar.  Pasalnya inti dari pendidikan nasional adalah memiliki kurikulum yang dilengkapi aspek kebahagiaan.

“Terlebih dalam RPJMD Pemkot Tangerang terdapat indeks kebahagiaan. Kebahagiaan mau ga mau harus menjadi elemen terpenting yang ga boleh juga kita singkirkan. Jangan sampai niat kita menegakan aturan karena kekhawatiran dan ketakutan itu merenggut kebahagiaan dari anak-anak kita,” tukasnya.

ALK

Duduk Bareng Bahas Layanan Gas, PGN dan Apindo Sepakat Akan Libatkan Industri Se-Banten

TANGERANG, Poskotanews.co.id – Pembahasan layanan gas oleh Perusahaan Gas Negara (PGN) kepada industri bakal segera mengerucut pasca pertemuan Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Apindo Banten dengan Area Head Tangerang pada Jumat (17/05/2024) pagi di BSD.

“Pada pertemuan yang diikuti oleh pengurus DPP Apindo Banten dan Kabupaten/Kota Tangerang dengan Heny Purwati selaku Area Head Tangerang itu sepakat untuk dapat diagendakan pertemuan dengan industri se banten dalam waktu dekat ini,” ujar Yakub Ismail di Bilangan, BSD Tangsel.

Yakub menuturkan bahwa sejak dua pekan kemarin DPP Apindo Banten memang telah bersurat ke PGN untuk meminta bertemu guna membahas dampak pemberlakuan kuota gas oleh PGN.

Baca Juga:

3 Tersangka 1 DPO, Polres Tangsel Ungkap Kasus Narkotika Jenis Tembakau Sintetis

Adapun dalam pertemuan di kantor PGN Area Head Tangerang di BSD, Apindo sebagai representatif dunia usaha dan industri serta lembaga pengupahan dan LKS sudah barang tentu memiki kepentingan untuk dapat menyampaikan berbagai keresahan serta kesulitan bahkan keterpurukan industri akibat kebijakan pembatasan tersebut.

“Bukan hanya soal produksi, kini hal tersebut sudah ada yang berkembang menjadi masalah ketenagakerjaan (PHK) akibat dari ketidakstabilan usaha,” ujarnya.

“Sebagaimana diketahui bahwa saat ini kebutuhan akan gas sebagai alat produksi sudah menjadi salah satu yang utama, dengan demikian kebijakan yang tidak populis dari penyedia pasti akan menimbulkan dampak besar bagi dunia usaha,” sambung Yakub.

Dalam kesempatan tersebut Area Head Tangerang Heny Purwati menyampaikan bahwa semua hal tersebut bukannya tanpa sebab, namun demikian PGN telah berusaha semaksimal mungkin untuk dapat terus memberikan pelayanan dengan pemenuhan kebutuhan bagi dunia usaha dan industri.

Baca Juga:

Kenalan Melalui Medsos Messenger, Tukar Nomor WA, Chatingan Lalu Disetubuhi

Heny yang didampingi dua orang stafnya juga berusaha memberikan pemaparan tentang alur gas secara nasional berikut tahapannya untuk dapat membagi kuota ditengah keterbatasan supply kamarin.

Saat ini tuturnya hal tersebut sudah dapat teratasi dengan LNG namun ada sedikit perbedaan dalam layanannya. Untuk itu ia sepakat agar ada pertemuaan lebih lanjut dengan dunia usaha dan industri di Banten agar menjadi informasi yang utuh serta ajang komunikasi dua arah secara langsung antara PGN dan anggota apindo.

Turut hadir dalam pertemuan di kantor PGN Area Head Tangerang Ketua Apindo Banten Yakub Ismail, wakil ketua Apindo Banten Erwin S. Maila, sekretaris eksekutif Apindo Banten Febi Febriyono Basuki, wakil ketua Apindo Kota Tangerang Budiman Muhammad, wakil ketua APINDO Kabupaten Tangerang Nikolaus Nonga, ketua bidang advokasi Apindo Kabupaten Tangerang Mukti Wibowo, sekretaris eksekutif Apindo Kabupaten Tangerang Deni Somantri.

Redaksi

3 Tersangka 1 DPO, Polres Tangsel Ungkap Kasus Narkotika Jenis Tembakau Sintetis

TANGERANG, Poskotanews.co.id – Resnarkoba Polres Tangerang Selatan berhasil mengungkap kasus narkotika jenis tembakau sintetis dengan mengamankan tiga orang tersangka, satu orang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Dalam pengungkapan itu, polisi menyita barang bukti 24 Kg tembakau sintetis dan ditemukan juga tempat produksi narkotika disalah satu apartemen di wilayah Serpong Kota Tangerang Selatan.

Baca Juga:

Serikat Petani Petasia Timur Kembali Demo BPN dan Kantor Bupati Morut

Kapolres Tangsel AKBP Ibnu Bagus Santoso, menyatakan pengungkapan itu, berawal pad Selasa 23 April 2024 sekitar pukul 19.30 WIB, anggota Satresnarkoba Polres Tangerang Selatan mengamankan du orang tersangka atas nama A.F (23) dan M.R (20) dengan barang bukti narkotika jenis tembakau sintetis kurang lebih b2 Kg.

“Dari penangkapan itu, tersangka A.F mengakui bahwa barang bukti narkotika jenis tembakau sintetis didapat dari daerah BSD- Serpong,” jelas Ibnu dalam Konferensi Pers di Lobby Apartemen Treepark Serpong yang dihadiri juga oleh Walikota Tangsel H. Benyamin Davnie, Kamis (16/05/2024) petang.

Ibnu megatakan, berdasarkan keterangan A.F kemudian dilakukan penyelidikan, dan pada hari Selasa 14 Mei 2024 sekira pukul 01.30 WIB, Tim Sat Res Narkoba berhasil mengamankan tersangka M.A. (20) yang membawa tembakau sintetis kurang lebih 1.6 Kg dan serbuk extascy warna hijau kurang lebih 6, gram.

Lebih lanjut Ibnu menjelaskan bahwa pada saat penggeledahan badan terhadap tersangka M.A ditemukan kunci dari salah satu apartemen di wilayah Tangsel, kemudian saat dilakukan penggeledahan di apartemen tersebut didalamnya terdapat laboratorium untuk memproduksi narkotika jenis sintetis dan juga ditemukan bahan baku, alat memasak dan bermacam-macam bahan kimia.

Baca Juga:

Tinjau Langsung Proses Penyusunan Pra-RKA, Dr. Nurdin: Jangan Cuma Copy Paste!

Sementara itu Kasat Resnarkoba AKP Bachtiar Noprianto menerangkan bahwa ketiga tersangka yang diamankan merupakan jaringan Pulau Jawa dan Sumatera dimana produksi narkoba tersebut atas perintah D alias C (DPO)

“jaringan ini adalah jaringan yang biasa memasarkan di wilayah Jakarta, Tangerang, Pulau jawa dan Pulau Sumatera,” ujar Bachtiar menjawab pertanyaan media.

Dari keterangan tersangka M.A, yang bersangkutan telah memproduksi dari bulan Desember 2023, yang bersangkutan dibayar 15 juta dalam sekali produksi sebagai koki atau yang memasak.

Terhadap para tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) subs 112 ayat (2) subs 113 ayat (2) UU NO.35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman pidana mati, penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun.

Kapolres Tangsel menghimbau kepada masyarakat untuk menjauhi dan stop narkoba. ” Saya harapkan ke masyarakat agar menjauhi narkoba karena merusak generasi bangsa, kita sama sama menjaga dan sama sama kita stop dan anti narkoba,” tutupnya.

Humas/Redaksi 

Baca Juga:

Dirresnarkoba Polda Banten Ungkap Kasus Pelaku Tindak Pidana Penyalahgunaan Narkotika

Pelantikan dan Pengukuhan PWI Banten periode 2024–2029 Dihadiri Plh Gubernur Banten

SERANG, Poskotanews.co.id – Kepengurusan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Banten Masa Bakti 2024-2029 Resmi dilantik, Pelantikan berlangsung di Taman Wisata MBS Kota Serang Banten, Selasa (14/05/2024).

Bendera Pataka PWI langsung diserahkan oleh Ketua Umum PWI Pusat Hendry Ch Bangun ke tangan Ketua PWI Banten Rian Nopandra didampingi Sekretaris Fahdi Kholid langsung disambut tepuk tangan bergemuruh dikala bendera pataka itu dikibarkan dihadapan para tamu undangan.

Acara pelantikan dan pengukuhan PWI Provinsi Banten periode 2024–2029, dihadiri oleh Plh Gubernur Banten Al Muktabar didampingi Kabag Prokopim Setda provinsi Banten, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik.

Usai acara pelantikan dan pengukuhan PWI Provinsi Banten Periode 2024–2029, Plh Gubernur Al Muktabar mengucapkan selamat, dan sukses kepada Ketua PWI Provinsi Banten yang baru dilantik.

”Selamat kepada Ketua PWI Provinsi Banten dan pengurus yang baru dilantik, semoga amanah dalam mengemban tugasnya di PWI Banten ini dapat mewujudkan pers profesional dan bermartabat,” ucap Al Muktabar.

Al Muktabar mengatakan, keberadaan PWI sangat penting dan memiliki peran yang strategis untuk membangun bangsa dan menyuarakan suara rakyat.

Selanjutnya orang nomor satu di Provinsi Banten ini juga mengajak seluruh pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Banten agar dapat bermitra dan bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Banten dalam membangun daerah melalui kritikan yang sifatnya membangun serta positif.

Al Muktabar juga berharap kepada pengurus PWI Provinsi Banten yang baru ini, supaya bisa mensupport program Pemerintah Daerah Provinsi Banten.

Ketua PWI Pusat Hendry CH Bangun dalam sambutannya mengatakan, kepada pengurus setelah di lantik pada hari ini, segera dapat melaksanakan rapat program kerja begitu juga dalam menghadapi Pilkada anggota PWI harus menciptakan PWI Pilkada Damai,

Pelantikan/Pengukuhan Ketua PWI Provinsi Banten disaksikan langsung Plh Gubernur Banten serta dihadiri para pengurus PWI Kota /Kabupaten Se-Banten.

Redaksi

Dukung Program Dekarbonisasi NZE 2060, PGN Luncurkan Reverse Vending Machine (RVM) Plasticpay di HUT PGN Ke-59

JAKARTA, Poskotanews.co.id – Bertepatan dengan HUT ke-59, PT PGN Tbk selaku Subholding Gas Pertamina bekerja sama dengan Plasticpay meluncurkan inovasi Reverse Vending Machine (RVM) untuk mempermudah konsumen berpartisipasi dalam mengurangi sampah botol plastik merk apapun. Melalui RVM ini, pengembalian kemasan botol air minum dalam kemasan bekas pakai dapat dilakukan secara praktis dan permanfaat.

RVM PGN x Plasticpay menerapkan teknololgi Artificial Intelligence (AI) dalam pengembalian kemasan air minum yang mengenai berbagai bentuk kemasan yang dikembalikan. Pengumpulan sampah botol plastik melalui RVM PGN x Plasticpay ini juga bagian program ESG guna mendukung SDGs no 11 Sustainable Cities and Communities, SDGs no 12 Responsible Consumption and Production serta SDGs no 14 Life Below Water dan SDGs no 17 Partnership for the Goals diimplementasikan pada tahun 2024.

Rachmat Hutama selaku Corporate Secretary PGN mengutarakan, “PGN mengucapkan terima kasih atas kerja sama strategis dalam memprioritaskan kepedulian lingkungan. Kerja sama ini meningkatkan upaya perusahaan dalam pengelolaan limbah sampah plastik dengan lebih baik lagi dan ikut aktif dalam program dekarbonisasi menuju Net Zero Emission 2060.”

Ia mengungkapkan bahwa bisnis perusahaan diselaraskan dengan strategi dan fokus keberlanjutan pada aspek ESG dengan prioritas pada kepedulian lingkungan. Langkah ini dapat direalisasikan dari hal-hal kecil. Maka bersamaan dengan peringatan Hari Bumi tahun ini, PGN mendorong kesadaran untuk mengurangi sampai plastik. Dalam keseharian, penggunaan plastik tidak bisa dihindari namun dapat dikelola dengan lebih bijaksana.

“Sebagai perusahaan yang bergerak di sektor migas, PGN memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga lingkungan. Dalam aksi nyatanya, PGN ingin kepedulian lingkungan dapat diterapkan di semua lini operasi dengan memanfaatkan kemajuan teknologi saat ini. PGN mengapresiasi, Plasticpay dapat menyediakan sarana dengan teknologi yang modern untuk daur ulang sampah botol plastik,” ujar Rachmat.

Pengembalian botol RVM PGN x Plasticpay dapat dilakukan pertama-tama dengan mengunduh dan register aplikasi Plasticpay di Google Play dan App Store. Selanjutnya, botol dimasukkan ke dalam RVM dan mesin akan menghitung deposit botol secara otomatis. Setelah menyelesaikan transaksi, scan QR Code menggunakan aplikasi Plasticpay. Konsumen akan mendapatkan Plasticpay points yang dapat ditukarkan dengan e-wallet, bank account, voucher, dan sebagainya.

Imam Pesuwaryantoro selaku ESG, PR, Corporate Communications, PT Plasticpay Teknologi Daurulang menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya terkait kerjasama strategis antara PGN x Plasticpay dalam rangka percepatan serta akselerasi Dekarbonisasi Indonesia Net Zero Emission 2060. Pihaknya sangat percaya kerjasama strategis ini akan banyak memberikan dampak sosial, ekonomi dan lingkungan yang inklusif.

“Seluruh kemasan air minum dalam kemasan bekas pakai yang terkumpul secara rutin akan dikelola untuk didaur ulang kembali oleh Plasticpay bekerjasama dengan mitra UMKM binaan. Kemudian hasilnya dapat dijual kembali dan menjadi bagian dari perputaran ekonomi antara pelaku usaha, pengguna produk dan sampah plastik yang bisa kembali menjadi modal usaha,” pungkas Imam.

Redaksi

PLN UID Jakarta Raya Terus Tumbuhkan Budaya K3

JAKARTA, Poskotanews.co.id – Performa petugas PLN jadi yang utama, Kartini PLN memainkan peran yang sangat penting dalam upaya meningkatkan kesadaran dan implementasi budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan PLN.

Sebagai bagian integral dari PLN, Kartini PLN atau lebih familiar dipanggil Srikandi PLN telah secara aktif terlibat dalam berbagai kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran K3 di antara karyawan dan masyarakat.

“Srikandi PLN merupakan agen perubahan, yang terus berinovasi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan sehat bagi semua,” ujar General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya, Lasiran, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (12/05/2024).

Cendya Quaresvita, salah satu Srikandi PLN yang menjabat sebagai Team Leader K3 di PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Kebon Jeruk, memiliki langkah konkret dalam meningkatkan rasa kepedulian terhadap K3 kepada seluruh pegawai.

“Kami turut aktif mengadakan workshop, seminar, dan pelatihan rutin untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya K3 di tempat kerja. Sekaligus, membuat kajian-kajian pencegahan risiko yang akan terjadi pada suatu pekerjaan di sektor ketenagalistrikan,” kata Cendya.

Srikandi PLN lainnya, Siti Nur Pazriah sebagai Team Leader K3 PLN UP3 Jatinegara, mengungkapkan perannya dalam menumbuhkan budaya K3 dengan terlibat aktif dalam inspeksi rutin dan pengawasan keamanan di berbagai lokasi kerja.

“Kami aktif dalam mengidentifikasi potensi bahaya, memberikan rekomendasi perbaikan, dan memastikan bahwa standar keselamatan dijaga dengan ketat pada pekerjaan sektor ketenagalistrikan,” tambah Siti.

Redaksi

Pelantikan Pengurus LPM Kelurahan Se-Kecamatan Jatiuwung Kota Tangerang Periode 2024-2029

TANGERANG, Poskotanews.co.id – Pelantikan Pengurus Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPMK) Kelurahan, Se-Kecamatan Jatiuwung Periode Masa Bakti Tahun 2024-2029. Yang di Lantik dan dikukuhkan oleh Ketua DPC LPM Kecamatan Jatiuwung Haji Adul Gani. Di Aula Kecamatan Jatiuwung, Sabtu (04/05/2024).

Kanit binmas IPTU Agus Nurdin, Sekretaris Camat Jatiuwung Ade Rudianto, SE, Ketua DPD LPM Kota Tangerang Hasanudin. BJ. dan Ketua DPC LPM Kecamatan Jatiuwung Haji Adul Gani (Poskotanews.co.id/Dok Ist)

Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) merupakan salah satu elemen penting mewujudkan ketahanan nasional di tingkat desa dan kelurahan. Maka diperlukan peran konkrit agar masyarakat mampu menjaga lingkungannya dari pengaruh buruk dan negatif.

Dalam pelantikan di hadiri olehKanit binmas IPTU Agus Nurdin, Sekretaris Camat Jatiuwung Ade Rudianto, SE, dan Ketua DPD LPM Kota Tangerang Hasanudin. BJ.

Haji Abdul Gani sebagai ketua LPM DPC Kecamatan Jatiuwung menjelaskan, kalau misi dan visinya ingin membangun masyarakat Jatiuwung agar bisa bersinergi dengan aparatur yang ada, yang tadinya kurang bagus akan di baguskan.

“Bagaimana caranya, yang penting kita nanti LPM kelurahan itu bisa berkolaborasi dengan LPM Kecamatan Jatiuwung, organisasi LPM ini bukan kayak Ormas yang lain-lain, seperti Maafff… ormas BPPKB maupun ormas PP, Apabila ada yang tidak benar Saya akan tindak. Kita bener-bener bersinergi dengan masyarakat apa keperluan masyarakat akan kita bantu,” ujar Haji Abdul Gani.

Lanjut Ketua Haji Abdul Gani, “Untuk bulan kedepan saya sebagai ketua LPM Kecamatan Jatiuwung akan mengadakan bakti sosial yaitu sunatan massal di bulan Muharram,” pungkasnya.

Tidak hanya Ketua DPC LPM Kecamatan Jatiuwung, Ketua dari DPD LPM Kota Tangerang Hasanudin. BJ menambahkan, tentang berorganisasi yang baik dan bisa di kenal serta di ketahui masyarakat.

“Sebenarnya sudah tuntas keterangan yang sudah disampaikan oleh ketua DPC LPM Kota Tangerang, berorganisasi kita di dalamnya bagaimana organisasi kita bisa besar, tergantung pengurusnya, bagaimana orang lain dan pemerintah bisa mengakui adanya organisasi LPM kalau kita pengurusnya tidur, kepedulian kita harus dikedepankan, sebelum RT, LPM yang harus di depan,” tambah Ketua DPD LPM Kota Tangerang Hasanudin. BJ.

Nama Para ketua LPM Se-Kecamatan Jatiuwung yang dilantik dan dikukuhkan:

1. A.Nhursyarif. H – Kelurahan Alam Jaya.
2. Harun – Kelurahan Keroncong.
3. Roni – Kelurahan Pasir jaya.
4. ABD. Rohman – Kelurahan Gandasari.
5. Suwandi – Kelurahan Manis Jaya.
6. Uyang – Kelurahan Jatake.

Dihakir acara Suwandi Ketua Panitia penyelenggara dari kelurahan alam jaya menambahkan, Selain meningkatkan partisipasi dan pelayanan, penyelenggara bagi masyarakat LPM, juga ikut serta di dalam perencanaan pelaksanaan dan pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah.

“Sebelum berubah nama menjadi lembaga pemberdayaan masyarakat, pada keputusan presiden nomor 49 tahun 2001,” pungkas Suwandi mengakhiri pertanyaan dari wartawan poskotanews.co.id.

Redaksi

Tidak Memenuhi Komitmen, RS di Wonogiri Digugat Oleh PT Adem Ayem Sejahtera

JAKARTA, Poskotanews.co.id – Pengadaan barang alat kesehatan (Alkes) Rumah Sakit (RS) Pelayanan Kesehatan Umum (PKU) Muhamadiyah Wonogiri kepada PT Adem Ayem Sejahtera, sebanyak 11 item (terdiri dua PO, red) dengan total nilai Rp. 3.860.080.000 terancam berujung pada Gugatan Hukum. Demikian ditegaskan kuasa hukum PT. Adem Ayem Sejahtera, Sahat M Siahaan, SH, didampingi Manager Operasional PT.Adem Ayem Sejahtera, Afan Setiawan, di W Cafe, Jakarta (30/04/2024) dihadapan sejumlah awak media. Pasalnya, pihak rumah sakit belum memenuhi kewajiban pembayaran penuh kepada PT.Adem Ayem Sejahtera.

Permasalahan hukum RS.PKU Muhammadiyah Wonogiri dengan PT. Adem Ayam Sejahtera ini, menurut Manager Operasional PT. Adem Ayem Sejahtera, Afan Setiawan, berawal dari adanya permintaan pengadaan barang alat kesehatan (Alkes) atau Purchasing Order (PO) Pertama dari rumah sakit tersebut kepada PT.Adem Ayem Sejahtera, yang diterbitkan 29 Maret 2023 dengan total Rp.2.480.080.000 untuk Sembilan Unit Alkes.

Kesembilan unit alkes tersebut (PO No. 201.1/PO/DIRUT/PKU/MUHWNG/III/2023), antara lain ; Hacoemulsification Catarhex Package (Rp.1.008.000.000); Operating Microscope Topcon OMS90 (Rp.512.000.000); Slit Lamp Optron (Rp. 128.000.000); Projector PACP Potec (Rp. 52.000.000); Autorefractokeratometer (Rp. 96.000.000); Biometry Sonomet (Rp.192.000.000); Trial Frame Towoo (Rp.5.200.000); Ophtalmoscope Neitz (Rp.6.880.000); dan Ultrasonography 4D (Rp 480.000.000). Total nilai Rp.2.480.080.000,-

Sementara PO Kedua (PO No.229.1/PO/DIRUT/PKU/MUHWNG/IV/2023) pada 11 April 2023 untuk Satu Unit Alat Kesehatan (Echocardiography General Electric) senilai Rp.1.380.000.000.

“Dengan dibukanya kedua PO tersebut, kami sepakat melakukan perjanjian jual beli yang dibuat tanggal 6 April 2023. Setelah barang diterima, maka kami membuat invoice dengan termin pembayaran dalam tempo 60 hari,” jelas Manager Operasional PT.Adem Ayem Sejahtera, Afan Setiawan.

“Namun karena belum adanya pembayaran, PT.Adem Ayem Sejahtera kemudian melayangkan somasi. Paska somasi kemudian terjadi pembayaran sebesar Rp.500 juta tanggal 1 Agustus 2023, lalu Rp.250 juta, Rp.500 juta dan Rp.300 juta,” papar Afan Setiawan lebih lanjut.

Hingga hari ini (30/04/2024) pihak PT. Adem Ayem Sejahtera belum menerima pembayaran kekurangan dari RS. PKU Muhamadiyah Wonogiri, sehingga permasalahan tersebut dilaporkan kepada Polres Wonogiri dengan tuduhan Dugaan Penggelapan.

Sedangkan kuasa hukum, Sahat M Siahaan, SH secara gamblang membenarkan bahwa pihak RS.PKU Muhamadiyah Wonogiri telah dilaporkan ke Polres Wonogiri namun terkesan pihak RS.PKU Muhamadiyah Wonogiri menyepelekan.

Perlu diketahui, berdasarkan perjanjian kerjasama, kata Sahat M.Siahaan, SH, pihak RS.PKU Muhamadiyah Wonogiri akan membayar 3 hari setelah Berita Acara Penyerahan Barang diterima, namun kenyataannya tidak.

“Kami melihat pihak RS.PKU Muhamadiyah Wonogiri terkesan menyepelekan. Atau dengan kata lain, dilakukan pembayaran tapi hanya sebagian kecil dan tidak sesuai kesepakatan. Oleh karena itu, besar harapan kami pihak RS.PKU Muhamadiyah Wonogiri, khususnya Yayasan Muhammadiyah, bisa memenuhi kewajibannya karena PT.Adem Ayem Sejahtera bukanlah perusahaan besar dan banyak kewajiban kami pula yang harus diselesaikan kepada pihak lain,” tegas kuasa hukum PT. Adem Ayem Sejahtera, Sahat M.Siahaan, SH, didampingi Manager Operasional PT. Adem Ayem Sejahtera, Afan Setiawan.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak RS PKU Muhammadiyah Wonogiri yang dihubungi melalui nomor aplikasi Whatsapp belum memberikan respon terkait permintaan konfirmasi atas permasalahan tersebut.

Redaksi