Pembangunan P3A Di Desa Sihujur Asal Jadi

Pembangunan P3A Di Desa Sihujur Asal Jadi

TARUTUNG SUMUT, Poskotanews.co.id– Pembangunan Irigasi yang di kelola oleh Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) di duga dikerjakan asal jadi. Proyek pembangunan irigasi tersebut diduga pengerjaannya tanpa mengedepankan standar dan kualitas pembangunan. Tentunya hal tersebut akan berdampak terhadap kerugian keuangan negara dan masyarakat selaku penerima manfaat.

Demikian di ungkapkan Ridwan Siringoringo, S.H, Ketua LBH- LSM TOPAN RI Taput, Kabupaten Tapanuli Utara kepada Poskotanews.co.id, senin (02/10/2023).

Menurut hasil penelusuran tim investigasi di lapangan banyak ditemukan proyek irigasi P3A yang diduga dikerjakan asal–asalan tanpa mengedepankan standar dan kualitas pembangunan, yang mengakibatkan adanya pengurangan kekuatan dan daya tahan pembangunan itu sendiri. Apabila di setiap desa selalu berbuat dan bekerja seperti ini maka Kabupaten Tapanuli Utara akan menjadi hancur dan lebur.
Inspektorat Taput jangan hanya duduk, diam dan tidur dalam hal ini. Padahal tujuan dari pembangunan tersebut guna meningkatkan produktivitas pertanian para petani” ungkap Ridwan.

Hal ini merupakan perbuatan atau tindakan menyalah gunakan wewenang yang merugikan keuangan negara sesuai dengan UU No. 31 Tahun 1999 Tentang Tindak Pidana Korupsi dan UU No. 20 Tahun 2001 perubahan dari UU. 31 Tahun 1999 ” tegas Ridwan.

Tambah Ridwan bahwa akibat perbuatan tersebut dapat ancaman pidana penjara dengan ancaman seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 2 Tahun paling lama 20 Tahun.

Sementara, Kepala Desa Sihujur Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara, bermarga Hutabarat saat di konfirmasi penulis melalui whatsapp nya tentang pengerjaan P3A yang ada di desa nya hanya mengatakan sama Ketua P3A nya aja amang.
Amang sama ketuanya aja, tapi ketuanya tidak disini, tapi kubilang pun sama ketuanya” ujarnya singkat.

Warga inisial B yang tinggal di Desa Sihujur terangkan bahwa pengerjaan P3A di desa itu di duga asal jadi yang penting dikerjakan.
Proyek irigasi P3A tersebut berada di Desa Sihujur Kecamatan Tarutung pengerjaannya diduga asal jadi. Pada proyek irigasi di temukan beberapa titik tidak adanya penggalian tanah terlebih dahulu guna kedudukan sebagai pondasi, justru langsung disusun di lumpur yang belum di gali dan asal jadi” kata warga inisial B yang diminta disembunyikan namanya.

Lanjut warga mengatakan, pengerjaan infrastruktur apapun itu perlu adanya transparansi publik, sebagaimana di atur dalam UU nomor 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik.

Dalam waktu dekat ini, warga akan melaporkan temuan ini ke Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumut II agar pelaksanaan pembangunan irigasi di wilayah desa tersebut mendapatkan perhatian serius dari pihak terkait dan di berikan tindakan tegas.

Ya memang begitu, disini terbilang lemah terhadap pengawasan dari instansi terkait. Maka perlu kinerjanya di evaluasi agar menjadi perhatiannya lebih serius, ” tandasnya.

Golmen Lumbanraja

Share artikel ini

Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares