Terkuak Kabar Bayi Meninggal Ditempat Praktik Mandiri Milik Bidan Desa Inisial E S

Terkuak Kabar Bayi Meninggal Ditempat Praktik Mandiri Milik Bidan Desa Inisial E S

SIPOHOLON SUMUT, Poskotanews.co.id– Kebidanan merupakan bentuk pelayanan profesional yang menjadi bagian integral dari sistem pelayanan kesehatan yang diberikan oleh bidan secara mandiri, kolaborasi, dan/atau rujukan.

Pelayanan ini diberikan kepada perempuan selama masa sebelum hamil, masa kehamilan, persalinan, pascapersalinan, masa nifas, bayi baru lahir, bayi, balita, dan anak prasekolah, termasuk berencana sesuai dengan tugas dan kewenangannya.

Roida Butarbutar warga Desa Paniaran periksa disalah satu Puskesmas Pembantu (Pustu) di Desa Hutaraja Kecamatan Sipoholon, Kabupaten Tapanuli Utara, pada akhir juli 2023.

Pada tanggal (10/08/2023) salah satu bidan Pustu inisial CM menemani periksa ke dr. RN di Tarutung dengan hasil perkiraan akan lahir pada tanggal (09/09/2023).

Pada tanggal (04/09/2023) Roida kembali ke Pustu jam 09.00 pagi bersama edanya (kakak ipar) bermarga Br. Simatupang untuk periksa karena sudah ada tanda- tanda lahir.

Pada saat datang ke Pustu, petugas Pustu menganjurkan untuk langsung ke Puskesmas Sitadatada, dan bidan Pustu sudah konfirmasi kepada bidan koordinator di Puskesmas Sitadatada akan ada pasien mau melahirkan dari Desa Hutaraja” imbuhnya.

Selanjutnya petugas Puskesmas menanyakan apakah sipasien membawa buku pink/KIA serta KK dan perlengkapan persalinan sipasien…?, tapi pasien mengatakan akan pulang mengambil perlengkapan yg diperlukan dan akan kembali lagi.

Saya menunggu sampai pukul 14.00 wib, si pasien tak ada kabar, menanyakan kepada pihak keluarga dimana ibu Simatupang selaku edanya pasien mengatakan bahwa sipasien akan datang langsung bila sipasien sudah merasakan kesakitan atau bila sudah mau bersalin” terang bidan Pustu.

Sementara, Roida Butarbutar pasien yang mau melahirkan tidak bisa dihubungi, selain itu Poskotanews berupaya mencari Br. Simatupang (Kakak Ipar nya) melalui telepon seluler nya saat dihubungi menerangkan, “kami periksa ke bidan inisial ES, masih pembukaan dua, karena masih lama lagi kami pulang kerumah yang kebetulan berdekatan dengan praktek bidan tersebut.” terangnya, senin (11/09/2023).

Penulis bertanya…., sesuai informasi yang saya dengar bahwa bidan ES membujuk agar lahiran ditempat praktek nya, apakah itu benar dan kenapa bukan ke Puskesmas dibawa ?  jawab Br. Simatupang karena kami sudah biasa kesini dan kemauan kami sendiri.

Bidan ES yang bekerja di Puskesmas Sitadatada dan juga pemilik praktek mandiri, saat di konfirmasi terhadap bayi yang meninggal di tempat nya menerangkan,
aku harus memberikan yang terbaik kepada pasien, dan tidak pernah petugas kesehatan itu terjadi pada pasien nya, mereka juga melihat kesehatan nya” jelasnya.

Tambah ES, bayi lahir dari dalam sudah lemas, sesuai SOP kita sudah sediakan alat dan kita sudah tawarkan kerumah sakit.

Kepala UPT Puskesmas Sitadatada Bungani Sirait SKM, M.KM, saat ditanya adanya bayi baru lahir meninggal di bidan praktik mandiri milik ES.
Saya sebagai Kepala Puskesmas tidak tau ada bayi yang meninggal dan tidak ada laporan kematian bayi. Dan tidak mengetahui adanya bidan membuka praktik mandiri, karena rekomendasi harus ada dari Puskesmas dan saya tidak tau rekomendasi siapa di buat ke Dinkes” ucap Kapus dengan tegas.

Terpisah, Kadis kesehatan melalui Sekdis Dintar Hutabalian saat ditanya tentang izin dari praktik mandiri milik ES mengatakan bahwa rekomendasi dari Dinkes pada tanggal 26 juni 2023, untuk keluar izin dari perizinan 14 Juli 2023.

Ketua Ombudsman Sumut, Abyadi Siregar menyikapi tentang bayi yang meninggal di rumah praktik mandiri harus ada perhatian dari Pemda setempat atau melalui Dinkes Taput.

Supaya Dinkes Taput memeriksa , mengkaji sesuai dengan standart operasional prosedur penerbitan rekomendasi izin dari Praktik Bidan tersebut, yang sampai menyebabkan bayi tersebut meninggal dunia” ucap Abyadi.

Tambah Abyadi, “jangan jadi masyarakat jadi percobaan praktik nya karena yang rugi masyarakat Taput sendiri” jelas nya.

Ketua LBH TOPAN RI Taput Ridwan Siringoringo S.H, hal yang terjadi ini merupakan suatu tindakan kelalaian yang mengakibatkan hilang nya nyawa orang lain. Dan dapat dijerat dengan Pasal 359 KUHP dan 474 (3) UU  1 /2023 ancaman hukuman 5 tahun penjara. Mengacu kepada Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) RI No.28 Tahun 2017 Tentang Izin dan Penyelenggaraan Praktik Bidan Pasal 18 – 22. ” Bahwa Bidan ES  untuk di telaah atau diberhentikan izin praktik mandiri melalui Dinas terkait” tutur Ridwan.

Golmen Lumbanraja

Share artikel ini

Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares