Puluhan Toko Obat Jenis Exsimer Dan Tramadol Menjamur Di Kabupaten Tangerang

Puluhan Toko Obat Jenis Exsimer Dan Tramadol Menjamur Di Kabupaten Tangerang

TANGERANG, Poskotanews.co.id – Banyaknya Toko penjualan obat-obatan daftar – G jenis exsimer dan tramadol yang ada di kabupaten tangerang diduga pihak oknum aparat penegak hukum dan pihak pihak terkait tutup mata. Padahal penjualan Obat obatan terlarang tersebut sudah lama marak di kabupaten tangerang.

Penelusuran Jurnalis Poskotanews.co id, ada beberapa tempat titik lokasi penjualan obat-obatan daftar – G jenis exsimer dan tramadol yang diduga berkedok toko Kosmetik dan warung klontong yang terindikasi diantaranya :
Di Jalan raya serang cerewet Cikupa, Jalan Otonom Kedaton, Cikupa, Tigaraksa, Pasar Kemis, Mauk, Curug, Cisoka, panongan, serta di beberapa titik yang ada di wilayah legok.

“Masa instansi dan penegak hukum kota kabupaten Tangerang tidak tahu, apa tutup mata.? Segitu banyak tempat tempat yang terindikasi penjualan obat – obatan exsimer dan tramadol pada ga tahu,” ucap Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Ia juga menduga adanya oknum oknum yang melindungi tempat penjualan obat-obatan daftar – G jenis exsimer, tramadol di kabupaten tangerang.

“Saya menduga ada oknum oknum yang bermain dalam hal ini, buktinya menurut informasi dilapangan para penjual tersebut sudah lama membuka dagangannya. Yang sudah jelas menyalahi koridor izin edar dagang dibiarkan begitu saja, dimana peran pemerintah Kabupaten tangerang dan penegak hukum nya,” tambahnya.

Ia juga meminta agar tempat tempat yang terindikasi penjualan obat obatan daftar – G jenis exsimer dan tramadol seger ditindak lanjuti oleh pihak – pihak terkait.

“Ya tingggal perannya saja, ada pihak instansi pemerintahan, pihak Badan POM dengan perizinan nya, dan pihak BNN, serta pihak kepolisian terkait jeratan hukumnya,”

“Kalau ini dibiarkan bisa bisa masyarakat yang turun, kami mohon lah agar pihak pihak terkait segera menindak lanjuti hal ini dengan serius, agar tidak merusak para generasi muda bangsa,” ungkapnya.

Diketahui, Bagi para pelaku usaha yang memperjual belikan kedua jenis daftar -G tersebut tanpa ijin, dapat di jerat dengan pasal 196 undang-undang nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan, dengan ancaman pidana 10 tahun penjara, dan pasal 197 UU kesehatan nomor 36 tahun 2009 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Team Poskotanews.co.id

Share artikel ini

Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares