Tidak Ada Perikemanusiaan, Security Atmajaya 3 Tahun Tidak Mendapatkan THR Dan Di PHK Sepihak

Tidak Ada Perikemanusiaan, Security Atmajaya 3 Tahun Tidak Mendapatkan THR Dan Di PHK Sepihak

TANGERANG, Poskotanews.co.id – Karena menyuarakan hak haknya yang tidak di penuhi selama 3 tahun , 7 anggota satuan pengamanan (satpam) PT. karya agung wastuwidya (KAW) di PHK sepihak oleh perusahaan nya.

Anggota satpam yang bertugas di universitas Katolik Indonesia (UNIKA) Atmajaya III di daerah bumi Serpong damai (BSD) tersebut selama tahun 2020 hingga tahun 2022 di berikan upah yang tidak sesuai ketentuan pemerintah dan tidak di berikan tunjangan hari raya sesuai.

Saat awak media mendatangi lokasi kampus untuk mencari informasi berita ini pada hari Senin 22 Agustus 2022 , didapatkan keterangan dari para pekerja satpam di sana yang menjelaskan, “Memang betul kami semenjak di alihkan yayasan yang saat ini sama sekali belum pernah menerima THR sejak tahun 2020 hingga saat ini karena upah yang kami terima perbulannya 3,5 juta perbulan itu sudah termasuk THR di dalam komponennya,” ujar narasumber yang tidak mau di sebutkan namanya karena takut.

“Upah kami 3,5 juta perbulan ada THR yang di cicilkan perbulannya 100 RB. jadi , gaji kami perbulannya itu yang benar 3,4 juta dengan rinciannya adalah gaji pokok 1,2 juta dan tunjangan makan plus transport 2,4 juta.kamipun disini tidak ada yang namanya lembur walaupun bekerja di hari libur peringatan hari raya nasional maupun bekerja dengan waktu 12 jam,” tambahnya.

Di tempat terpisah , wartawan poskotanews.co.id mencari informasi melalui kantor hukum PAJRINA JUMARTI SH.,MH yang menerima kuasa dari sebagian pekerja satpam di kampus tersebut.

Dalam wawancara dengan ibu Pajrina menyampaikan “kami sangat prihatin sekali dengan keadaan yang di alami oleh klien kami dan rekannya yang bekerja di bawah management PT.karya agung wastuwidya yang penempatan nya berada di kampus III UNIKA ATMAJAYA BSD ini karena tidak menerima THR sejak tahun 2020 hingga saat ini,” tuturnya.

“Kamipun sudah coba buka komunikasi dengan pengelola kampus yaitu pak Komar selaku ketua BPPS di sini dan hanya menjanjikan akan memfasilitasi untuk mempertemukan kami dengan direktur PT.karya agung wastuwidya tetapi hingga hampir 2 bulan ini hanya janji saja karena saat kami hubungi direktur perusahaan tersebut melalui telepon,sudah ratusan kali kami telepon tidak pernah di angkat sekalipun.adapun pernah merespon hanya melalui chat wa dan melalui surat yang kami kirimkan tanpa pernah mau menemui kami terkait adanya permohonan mediasi Bipartit yang sudah kami kirimkan hingga 5 kali tetapi kami tidak pernah dapat respon baik dari direktur perusahaan tersebut,” tambahnya.

“Kamipun akan terus berjuang hingga ke Pengadilan hubungan industrial jika memang dari pihak perusahaan tidak mau untuk di ajak musyawarah,” tutupnya.

Di tempat terpisah wartawan Poskotanews.co.id mencoba menghubungi pihak pengelola kampus III UNIKA ATMAJAYA dan mendapatkan keterangan dari staff kampus yang tidak mau di sebutkan namanya yaitu, “Sebetulnya untuk pihak kampus sudah memberikan anggaran yang sangat besar terkait pemakaian jasa keamanan PT.karya agung wastuwidya ini.”

“Perbulannya kami harus membayar sebesar Rp.227.926.447 kepada perusahaan jasa keamanan tersebut dengan rinciannya adalah Rp.190.128.835 adalah upah untuk 36 anggota satpam di kampus ini dan Rp.15.210.307 adalah management fee 8% untuk pihak perusahaan jasa keamanan tersebut,” tambahnya.

“Kami sudah memenuhi anggaran yang di minta oleh perusahaan jasa Keamanan tersebut sesuai kontrak kerja kita tetapi jika masalah pengupahan kepada para karyawan nya itu bukan ranah kami karena itu sudah menjadi kewenangan PT.karya agung wastuwidya,” tutupnya.

Saat awak wartawan mencoba mencari keterangan kepada pihak perusahaan jasa keamanan tersebut dengan mencoba menghubungi melalui telepon kantor yang di dapatkan dari pihak kampus III UNIKA ATMAJAYA BSD tidak pernah ada yang mengangkat telepon walaupun ada nada dering aktif untuk nomor telepon nya.

Dan hingga berita ini di turunkan belum pernah ada pihak perusahaan jasa keamanan yang berhasil di temui karena memang tidak ada kantor dari perusahaan jasa keamana.

Ahmad Fahrul Rozi

Share artikel ini

Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares