Diduga Tidak Ada Rekom dari Dinas, 1200 Siswa SMK Negeri 2 Sepatan Kunjungan Ke Industri Cikarang dan Wisata Ciater

Diduga Tidak Ada Rekom dari Dinas, 1200 Siswa SMK Negeri 2 Sepatan Kunjungan Ke Industri Cikarang dan Wisata Ciater

TANGERANG, Poskotanews.co.id – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Sepatan kabupaten Tangerang mengadakan kunjungan industri kecikarang dan Ciater, dengan sebanyak seribu duaratus siswa. diduga Persiswa di pungut biaya sebesar Rp. 550.000 ( Lima Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah), Kamis (24/11/2022).

Keberangkatan siswa siswi SMKN 2 Sepatan pada Kamis pagi (24/11/2022) jam 02:00 WIB menggunakan bus Subur jaya sekitar kurang lebih 20 unit.

Diduga SMKN 2 Sepatan melakukan kegiatan kunjungan industri ke berbagai tempat ada kejanggalan, dikarenakan kegiatan tersebut pihak sekolah SMKN 2 Sepatan tidak menunjukan surat rekom dari dinas pendidikan provinsi kepada jurnalis/penulis.

Saat di konfirmasi salah satu guru SMKN 2 yang berinisial BA sebagai Humas mengatakan,”Jumlah siswa siswi sebanyak seribu duratus, anggaran Persiswa itu Rp. 550.000,” ujar Humas.

Alasan sering digunakan pihak sekolah untuk membenarkan, sejumlah pungutan yang dikategorikan sebagai pungutan liar dari perserta didik, orang tua atau walinya.

Salah satunya, adalah biaya study tour. Biaya ini merupakan salah satu dari sekian banyak jenis pungutan liar yang kerap dilakukan pihak sekolah mulai dari SD, SMP sampai SLTA.

Seperti halnya dengan pungutan liar di SMKN 2 Sepatan Kabupaten Tangerang, dengan dalil hendak melakukan study tour kunjungan industri atau jalan-jalan ke CIATER kecamatan Subang Provinsi jawabarat. pihak sekolah telah memungut biaya sebesar Rp 550.000/siswa untuk membiayai kegiatan tersebut. Informasi ini diketahui, begitu penulis mempertanyakan kepihak sekolah selaku panitia penyelenggara. BA Humas SMKN 2 mengatakan ada 24 kelas,8 kejuruan dan tertotal 1.200 siswa yang mengikuti program study tour SMKN 2 Sepatan persiswa dikenakan biaya ongkos Rp.550.000. dan program inipun ada aturan tertera dikurikulum juga sudah ada ijin dari dinas pendidikan provinsi
ucap BA.”

lanjut penulis mempertanyakan” apakah
ada pengawalan dari aparat kepolisian dan TNI setempat” tidak ada pengawalan dari aparat polisi atau TNI, akan tetapi pengawalan dari beberapa wali kelas siswa ungkap BA”

Bukti rekaman video saat para siswa itu sedang pada berkumpul dilokasi SMKN 2
sepatan, tepat pukul 00.45 tengah malam,
penulispun bertanya ke siswa inisial AM
dengan jelas mengatakan benar pak kami study tour kunjungan industri kecikarang lalu wisata ke ciater” dan untuk biaya study tour dikenakan Rp.550.000.”
ucap AM.

dilokasipun nampak kurang lebih 20 armada bus subur jaya yang merupakan transportasi program study tour SMKN 2 Sepatan.

Perihal kunjungan industri diwilayah jawabarat bukan menjadi hal yang bisa dianggap hal sepele, mengingat menimbang tingkat rawan kecelakaan apalagi pengawalan tidak melibatkan dari pihak aparat kepolisian atau TNI.

Sangat disayangkan dengan dalil program kunjungan industri kenapa tidak ditangerang yang sudah menjadi ikon bahwa tangerang merupakan kota seribu industri,” tandasnya.

Agus.S

Share artikel ini

Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares