Kebonsari Melalui DP3AP2KB Melaksanakan Kegiatan Sosialisai Pembinaan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat

Kebonsari Melalui DP3AP2KB Melaksanakan Kegiatan Sosialisai Pembinaan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat

CILEGON, Poskotanews.co.id – Pemerintah Kebonsari, melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Melaksanakan Kegiatan Sosialisai Pembinaan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) di ikuti 20 peserta.

Yang di selenggarakan di Aula Kantor Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Citangkil, pada hari Selasa (11/10/2022).

Kegiatan PATBM melibatkan Pihak Lurah Kebon Sari, Asep Muyazin, Ketua PABM Kebon Sari Harun, Kader Kader ibu PKK dan Guru PAUD / TK, serta di hadiri narasumber Nunung Dorifa SE MM fasilitator PTABM Tingkat provinsi Banten/Sub Koordinator perlindungan anak

Di Katakan Lurah Kebonsari, Asep Muyazin Tujuan Kegiatan PATBM untuk mengurangi kekerasan, Yang sering terjadi di lingkungan Keluargga rumah tangga yang mana sering terjadi akibat emosional suami istri dan anak akan tetapi berimbasnya kepada anak yang menjadi korban dampaknya Ke mental (Anak, “red) contohnya yang tadi ceria bisa jadi tidak ceria.

“Namun terkaitannya dengan guru paud anak itu terkadang kadang curhatnya ke guru bisa jadi guru itu bagian dari suatu curhatan, “Kata Asep saat di wawancarai sela sela acara

Asep juga memaparkan bahwa kegiatan ini untuk pembekalan, dari DP3KAB melalui DP3AP2KB Kota Cilegon sebagai narasumber untuk sosialisasikan memberikan secara tekhnis dengan materi Apa si Solusinya? Cara ngobrol dengan anak bagaimana dan saya juga memberikan luang untuk peserta yang ingin berkonsultasi.

“Selain itu, sambung asep, untuk kekerasan anak dibawah umur yang ada di wilayah kebonsari untuk sementara belum terdata akan tetapi nanti saya akan kordinasi dengan pihak Pokja atau kader untuk mendata agar segera konsultasi dengan pihak kelurahan karena disini ada Ketua perlindungan Anak Berbasis Masyarakat (PABM) ,” Jelasnya.

“Mudah mudahan dengan adanya acara ini bisa menjadi pembekelan orang tua dan bisa mengurangi kekerasan terhadap anak di bawah umur,” harapanya.

Ini

Sementara itu, Fasilitator PTABM Tingkat Provinsi/Sub Koordinator Perlindungan anak, Nunung Dorifa SE MM memaparkan, Perlindungan anak Terpadu Berbasis masyarakat mampu melaksanakan Tugas dan Fungsinya yaitu melakukan upaya Pencegahan Kekerasan terhadap Anak dan Merespon atau menanggapi jika terjadi kekerasan tersebut melalui Perkembangan jejaring dengan layanan Pendukung yang terjangkau dan berkualitas seperti P2TP2A.

“Pekerjaan yang dilaksanakan berdasarkan Partisipasi dengan melibatkan semua Unsur yang dimana sasarannya adalah Anak- Anak, Orang Tua dan Keluarga, Masyarakat,” Paparanya.

kekerasan terhadap anak dapat benar-benar menjadi perhatian semua unsur yang ada di masyarakat. Selanjutnya, para Pihak Kelurahan sebagai pemimpin pemerintahan di desa harus mampu mendorong pembentukan relawan atau penggerak bagi Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) di wilayahnya masing-masing.

“Karena dengan adanya PATBM ini, maka akan menguatkan kapasitas masyarakat dalam melakukan upaya perlindungan anak dengan mencegah dan memecahkan secara mandiri permasalahan kekerasan terhadap anak yang terjadi di lingkungan masing-masing,” tutupnya.

Ali Hermawan

Share artikel ini

Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares