Merasa Dirugikan, Komunitas Penggiling Padi Banten Pasang Spanduk Untuk Memutuskan PT. WPI Segera Ditutup

Merasa Dirugikan, Komunitas Penggiling Padi Banten Pasang Spanduk Untuk Memutuskan PT. WPI Segera Ditutup

SERANG, Poskotanews.co.id – Komunitas Penggilingan Padi Provinsi Banten melakukan pemasangan baleho dan spanduk untuk memutuskan PT Wilmar Padi Indonesia segera ditutup karena sangat merugikan pihak-pihak usaha penggilingan padi Provinsi Banten.

Ketua Komunitas Penggilingan Padi Provinsi Banten H. Sunardi mengatakan, tujuan dari pemasangan baleho dan spanduk karena, dari bawah rekan-rekan sudah tidak sabar dan ingin melakukan aksi demo, dengan tanpa adanya toleransi PT Wilmar Padi Indonesia untuk segera ditutup.

“Dengan alasannya untuk ditutup sebab dari imbas dari berdirinya PT Wilmar Padi Indonesia sangat merugikan usaha kami selama dua tahun kebelakang bahkan saya sendiripun sudah delapan bulan tidak beroperasi lagi,” tutur Ketua Komunitas Pengilingan Padi, Selasa (22/08/2023). di Lokasi.

Jadi dengan kami melakukan pemasangan sebanyak 100 baleho dan spanduk sepanjang jalan dari Tasikardi sampai Keterate setidaknya ini suatu peringatan agar segera PT Wilmar Padi Indonesia sudah tidak ada lagi untuk beraktivitas.

“Apabila peringatan ini sampai diabaikan, maka kami akan mengkoordinasikan kembali, pada teman-teman yang sudah tidak sabar lagi, maka kami akan melakukan demo secara besar-besaran, didepan Kantor PT Wilmar Padi Indonesia,” ucap H. Sunardi dengan tegas.

Dan sebagai perwakilan para buruh sarna juga mengungkapkan, dengan adanya PT. Wilmar Padi Indonesia sepakat semua para buruh penggilingan padi secepatnya ditutup jangan ada aktivitas lagi, sebab sudah sangat sekali merugikan pihak kami bahkan sampai anak istri kami sengsara.

“Kami berharap, dengan ditutupnya PT Wilmar Padi Indonesia, kedepannya kami bisa bekerja dengan lancar kembali dan seperti semula serta normal, dengan memiliki penghasilan juga bisa mensejahterakan kembali, untuk anak istri kami para buruh penggilingan,” pungkas Sarna.

Ali Hermawan

Share artikel ini

Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares