Nenek Diah Yang Dirundung Kesulitan Dibantu Alumni SMP Negeri Buniseuri 1987 Ciamis

Nenek Diah Yang Dirundung Kesulitan Dibantu Alumni SMP Negeri Buniseuri 1987 Ciamis

CIAMIS, Poskotanews.co.id – Siapapun akan merasa sedih dan terharu, tatkala mendengar kisah pilu kehidupan yang dialami Nenek Diah (74), dan keluarganya warga Dusun Desa Blok Panyaweuyan, Desa Buniseuri, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, dengan kondisi perekonomian nya yang morat marit, tinggal di rumah bersama anak gadis bungsu yang mengalami gangguan jiwa sejak masih remaja.

Nenek Diah dengan kondisi tidak bisa melihat atau buta sejak puluhan tahun yang lalu, saat masih hidup suami nya Dia selalu mendapat siksaan dari sang suami, sehingga kerena sering nya mendapat penyiksaan (Kekerasan dalam rumah tangga), akhirnya mengalami kebutaan yang dirasakan nya sampai saat ini.

Selain harus mengurus anak gadisnya yang mengalami gangguan jiwa, selama puluhan tahun kemalangan yang dialami Nenek Diah tersebut, ditambah dengan kepulangan anak laki lakinya yang mengalami kecelakaan, mata nya tersembur api gerinda saat bekerja di Tangerang.

Lengkap lah sudah, penderitaan yang dialami Nenek Diah bersama ke dua anak nya masing masing bernama, Maman (53) dan Nurhasanah (25) yang terpaksa dikerangkeng dalam sebuah kamar sempit, dengan pintu menggunakan teralis besi dan terkunci.

“Rumah yang saat ini ditempati Nenek Diah dan anak gadisnya merupakan peninggalan suami nya dan beberapa tahun yang lalu telah mendapat renovasi dalam program rutilahu,” kata Ketua RW 08 Dusun Desa Irfan. Minggu (14/1/2024).

Irfan mengatakan, untuk saat sekarang ini Nenek Diah tinggal bersama dalam satu rumah dengan anak gadisnya yang mengalami gangguan jiwa sejak masih usia remaja.

“Menurut cerita Neng Nurhasanah ini mengalami gangguan jiwa sejak berumur 17 tahun diduga akibat mahluk ghaib (Kasamet),” ucapnya.

Irfan menuturkan, sejak itulah Nurhasanah anak Nenek Diah tersebut mengalami gangguan jiwa dan apabila lagi kumat adakalanya sikapnya agresip dan membahayakan orang lain.

“Sebelum dikerangkeng kalau lagi kumat penyakitnya adakalanya secara tiba tiba mengamuk dan melempari orang dengan bongkahan batu,” jelasnya.

Irfan melanjutkan, kemalangan kehidupan Nenek Diah dalam lima tahun terakhir ini bertambah lagi setelah anak laki-laki nya tidak beraktivitas karena mengalai kebutaan sehingga harus tinggal di gubuk sempit belakang rumah ibu nya dengan ukuran satu kali dua meter persegi.

“Selama Lima tahun anak Nenek Diah yang bernama Maman harus rela tidur di belakang rumah dalam gubuk bilik sempit,” terangnya.

Irfan menjelaskan, namun penderitaan yang dialami keluarga Nenek Diah selama puluhan tahun tersebut sedikit terobati, setelah kawan kawan kang Maman yang merupakan alumni SMPN Buniseuri 1987, menyambangi rumah nya dengan melakukan perehaban gubug yang ditinggalinya, dengan melaksanakan pembangunan yang tadinya tidak layak huni menjadi layak huni untuk ditinggali sendirian.

“Alhamdulillah baru saja selesai teman teman satu angkatan dari SMPN Buniseuri telah memberi berbagai bantuan dan yang utama melakukan perehaban bangunan yang ditinggali kang Maman menjadi lebih baik dari sebelum nya,” imbuhnya.

Sementara itu Ketua Alumni SMP Negeri Buniseuri 1987 Asep Junta mengaku, sangat tersentuh sekali dan merasa sedih saat mendapat informasi teman satu angkatan nya disekolah kondisi perekonomian nya sangat memprihatinkan akibat mengalami kebutaan saat bekerja Lima tahun yang lalu dan harus tinggal dalam gubug sempit dan tidak layak untuk ditinggali nya.

“Berangkat dari keprihatinan itu kami keluarga besar alumni SMPN Buniseuri 1987 langsung berinisiatif membantu dengan mengumpulkan dana alakadar nya untuk membantu kang Maman. Semoga bantuan ini bisa bermanfaat untuk nya dan memang masih ada yang masih harus kami kerjakan setelah tempat tinggal nya beres tinggal sarana jamban yang masih kami pikirkan untuk membangun nya,” jelasnya.

Maman mengaku, sangat terharu dengan kedatangan rekan rekan satu angkatan sewaktu sekolah dahulu yang telah memperhatikan kondisi nya.

“Saya tidak bisa berkata apa apa dengan kepedulian kawan kawan namun Saya berdoa kepada Alloh SWT supaya.

Lili Romli

Share artikel ini

Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares