NIAS BARAT, Poskotanews.co.id– Jenazah Atosókhi Gulo (Ama Fitaria) diantar ke peristirahatan terakhirnya di Desa Iraonogambo, Kabupaten Nias Barat, pada Selasa, 24 Maret 2026. Prosesi berlangsung khidmat dan penuh haru, dihadiri keluarga besar, kerabat, masyarakat, seluruh jemaat, para pendeta, serta rohaniawan resort yang turut memberikan doa penghiburan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan ibadah singkat di rumah duka, dilanjutkan doa penghiburan, kemudian prosesi pengantaran jenazah menuju liang lahat. Suasana duka menyelimuti seluruh tahapan acara sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum yang dikenal sebagai pribadi penuh kasih, sederhana, dan memiliki pengabdian dalam kehidupan bermasyarakat.

Dalam ibadah tersebut, firman Tuhan dari Pengkhotbah 3:1–2 mengingatkan bahwa segala sesuatu ada waktunya, termasuk waktu untuk lahir dan waktu untuk meninggal. Sementara itu, Yohanes 11:25–26 menegaskan pengharapan iman bahwa setiap orang yang percaya kepada Tuhan akan memperoleh hidup yang kekal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Renungan firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Waazaro Gulo selaku Pendeta Resort Moro’o Iraonogambo, didampingi Pdt. Notatema Gulo, S.Th (Pendeta Fungsional) serta Pdt. Kemandirian Hia, S.Th (Pendeta Jemaat Iraonogambo), yang bersama-sama memberikan penguatan rohani bagi keluarga yang berduka.
Pihak keluarga menyampaikan harapan agar Atosókhi Gulo (Ama Fitaria) mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan. Mereka juga memohon doa dari seluruh jemaat dan masyarakat agar keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, serta penghiburan sejati dalam menghadapi duka ini.
MG















