TAPUT SUMUT, Poskotanews.co.id– Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Taput kunjungi LPK Mori Silangit dalam rangka monitoring untuk memastikan setiap calon pekerja migran aman baik dari segi pembelajaran, sarana prasarana dan juga makanan yang di konsumsi siswa-siswi.
Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Mori yang beralamat di Jalan Bandara Silangit, Desa Parik Sabungan, Kecamatan Siborongborong. Tapanuli Utara.
“Disnaker harus melakukan monitoring dan pengawasan terhadap seluruh lembaga pelatihan dan ketrampilan kerja. Dari hasil pengawasan dan monitoring, kami menilai LPK Mori Silangit sangat layak dan mendapatkan apresiasi dari Pemkab Taput,” kata Kadisnaker Taput melalui Kabid Pelatihan dan Produktivitas Kerja, Rebekka Aritonang, usai melakukan pengawasan dan monitoring secara langsung didampingi staf terhadap fasilitas dan proses belajar-mengajar di LPK Mori Silangit, Senin (20/10/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Hal-hal yang dimonitoring dan diawasi kata Rebekka, tidak hanya soal sarpras dan kelengkapan fasilitas, namun juga harus terjamin keaman dan kenyamanan siswa.
Lokasi gedung asri dan sarana olahraga dan lapangan yang luas, fasilitas kamar mandi cukup banyak dan dipisahkan antara kamar mandi putra dan putri juga diapresiasi.
Keseluruhan kawasan gedung dan sarana olahraga dilengkapi pagar keliling setinggi 2 meter dan dijaga tenaga pengamanan/sekuriti.
“Kami lihat tadi secara langsung, termasuk memeriksa secara langsung asrama putra dan putri, sangat layak dan kami apresiasi. Termasuk juga ruang kelas belajar dan proses belajar-mengajarnya, semuanya kami lihat baik, kami sangat mengapresiasi,” ungkap Rebekka.
Direktur Utama PT Aoki Mori Indonesia yang menaungi LPK Mori Silangit, Rijen Alam Sinurat menyambut baik monitoring dan pengawasan Disnaker Taput.
Rijen Sinurat yang fasih berbahasa Jepang itu mengatakan, LPK yang dipimpinnya telah memenuhi seluruh proses perizinan resmi dari pemerintah.
Fasilitas dan higienis seluruh gedung dan fasilitas lainnya diupayakan sesuai standar Jepang, termasuk kurikulum pembelajaran, juga sesuai standar Jepang yang terkenal dengan disiplin tinggi dan ketat.
“Terimakasih saya sampaikan atas monitoring dan pengawasan, serta apresiasi Disnaker Taput. Kami dari LPK Mori, kedepan ingin tetap koordinasi dan kerjasama yang baik dengan pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara,” sebut Rijen.
Rijen Sinurat, mantan pekerja migran terbilang sukses di Jepang dengan latar belakang pendidikan Akademi Keperawatan (Akper) itu punya cita-cita membantu mengangkat harkat dan martabat serta taraf hidup putra-putri di kawasan Tapanuli khususnya melalui LPK Mori yang dipimpinnya.
“Pendidikan dan pengalaman kerja saya di Jepang, itu niat saya membantu saudara-saudara kita untuk bekerja di Jepang. Jangan mau menyerah dengan keadaan ekonomi orang tua. Berangkat dan bekerja ke Jepang bisa menjadi pilihan cerdas. LPK Mori Silangit siap mendidik dan menyalurkan calon-calon pekerja migran yang berminat bekerja di Jepang,” tandasnya.















