TAPUT, SUMUT, Poskotanews.co.id– Pemkab Tapanuli Utara menghadiri peresmian Sending Organization (SO), pemberangkatan massal peserta magang dan pekerja mandiri ke Jepang, serta pengukuhan 162 peserta didik baru Tahun 2026 di LPK SO Mori Centre , Siborongborong, Senin (11/5/2026).

Kegiatan dihadiri Kepala BP3MI Sumatera Utara, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Sumut, Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Sumut wilayah VIII dan IX, unsur Forkopimda Taput, pimpinan perguruan tinggi, mitra kerja, jajaran LPK SO Mori Centre, para orang tua peserta didik, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Tapanuli Utara menyampaikan apresiasi kepada LPK SO Mori Centre atas komitmen meningkatkan kualitas SDM, khususnya generasi muda Taput, melalui pendidikan keterampilan, penguasaan bahasa, disiplin, dan kesiapan kerja berstandar internasional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

“Peresmian Sending Organization ini bukan hanya seremonial, tetapi menjadi tonggak penting bagi kemajuan ketenagakerjaan di Tapanuli Utara. Kehadiran LPK SO Mori Centre membuka peluang bagi putra-putri daerah untuk berkarier di dunia internasional, khususnya di Jepang yang dikenal dengan budaya kerja disiplin, jujur, dan profesional,” ujar Wakil Bupati.
Pemkab Taput menyambut baik program yang mendukung peningkatan kualitas SDM karena dinilai sangat penting dalam mendorong kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Wakil Bupati, lembaga pelatihan kerja yang profesional, legal, dan berorientasi pada kebutuhan dunia kerja internasional memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang tangguh dan berdaya saing.

Wakil Bupati juga berpesan kepada peserta yang akan berangkat ke Jepang agar menjaga nama baik Indonesia, khususnya Kabupaten Tapanuli Utara, dengan menunjukkan sikap disiplin, jujur, rajin, dan bertanggung jawab selama menjalani program magang maupun pekerjaan di luar negeri.
Direktur Utama LPK SO Mori Centre, Rijen Alam Sinurat, menyampaikan hingga Juni 2026 pihaknya akan memberangkatkan 44 peserta kerja ke Jepang.
Ia merinci, pada Mei 2026 sebanyak 14 peserta gelombang pertama dijadwalkan berangkat setelah menyelesaikan pelatihan dan persiapan. Sementara 30 peserta lainnya akan diberangkatkan pada Juni 2026.

“Ini bukan sekadar angka. Di balik angka itu ada cerita orang tua yang bekerja keras. Ada cerita anak muda yang belajar sampai malam. Ada cerita tentang mimpi untuk mengubah kehidupan keluarga menjadi lebih baik,” ucap Rijen.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Taput, BP3MI Sumut, Dinas Ketenagakerjaan, para mitra, instruktur, dan seluruh orang tua atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan.
“Dukungan ini menjadi kekuatan bagi kami untuk terus berkembang dan memberikan yang terbaik bagi generasi muda. Semoga LPK SO Mori Centre dapat terus menjadi jembatan harapan bagi anak-anak muda yang ingin meraih masa depan yang lebih baik,” katanya.















