Ini Jawaban FKG Universitas Moestopo terkait Tantangan Pemerataan Dokter Gigi di Indonesia

Rabu, 25 September 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Poskotanews.co.id – Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) kembali menorehkan pencapaian yang luar biasa dengan mengambil sumpah puluhan dokter gigi baru.

Pada hari ini (25/09/2024), sebanyak 20 dokter gigi dinyatakan kompeten dalam Ujian Kompetensi Mahasiswa Profesi Kedokteran Gigi periode 3, dengan 6 lulusan meraih predikat Dengan Pujian dan 14 lulusan Sangat Memuaskan. 

Menurut Plt. Rektor Universitas Moestopo, Dr. F.X. Sugiyanto, S.E., M.M, momen ini adalah prestasi tersendiri karena hingga saat ini FKG UPDM (B) telah meluluskan 4.820 dokter gigi dan memberikan kontribusi signifikan dalam memenuhi kebutuhan layanan kesehatan gigi di Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, seiring dengan perayaan ini, tantangan besar yang dihadapi sektor kesehatan gigi di Indonesia tetap nyata, yaitu distribusi dokter gigi yang belum merata. 

Baca Juga :  Presiden Jokowi Melakukan Pertemuan Bilateral Dengan Wakil Presiden Zimbabwe

“Meskipun Indonesia memiliki sekitar 42.000 dokter gigi, rasio tersebut masih jauh dari standar yang diharapkan,” kata Dr. Sugiyanto.

“Dengan populasi lebih dari 270 juta jiwa, saat ini terdapat sekitar 1 dokter gigi untuk 6.429 orang, sementara WHO merekomendasikan rasio ideal adalah 1 dokter gigi untuk 2.000 penduduk. Ini menunjukkan masih adanya kesenjangan yang perlu diatasi,” tambah Dr. Sugiyanto.

Salah satu upaya pemerintah dalam mengatasi masalah ini adalah dengan mewajibkan dokter gigi baru untuk menjalankan pengabdian dan pemantapan profesi di rumah sakit dan puskesmas selama enam bulan. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas layanan kesehatan gigi di daerah-daerah yang selama ini kekurangan tenaga medis.

Pada kesempatan yang sama, Dekan FKG Universitas Moestopo, Dr. Drg Tjokro Prasetyadi, Sp.Ort mengatakan kalau ditengah upaya pemerataan, perkembangan teknologi di bidang kedokteran gigi juga menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan. 

Baca Juga :  Terima Ketua Umum dan Pengurus PWI Pusat, Ketua MPR Dorong Peningkatan Kompetensi dan Profesionalitas Wartawan

Teknologi seperti artificial intelligence (AI), virtual reality, augmented reality, serta teledentistry mulai diterapkan dalam pelayanan kesehatan gigi. Teknologi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan, tetapi juga membuka peluang baru bagi para profesional untuk terus berinovasi.

“Melalui pendidikan yang berkesinambungan, baik formal maupun informal, dokter gigi diharapkan mampu mengikuti perkembangan teknologi serta meningkatkan kualitas perawatan mereka. Pendidikan ini, baik di tingkat nasional maupun internasional, akan membantu mereka dalam mengantisipasi perubahan dan tantangan yang akan datang,” jelas Dr. Tjokro Prasetyadi.

Karena itu, bagi para dokter gigi baru, perjalanan ini baru dimulai. Mereka diharapkan dapat berperan aktif dalam mewujudkan cita-cita bangsa, sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan semangat yang diwariskan oleh pendiri Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama). 

Baca Juga :  Diperkuat Megawati Hangestri, Tim Voli BIN Optimis Menjuarai Pro Liga 2024

Dalam menjalankan tugas, mereka tidak hanya dituntut untuk menjaga etika, tetapi juga terus meningkatkan kompetensi serta menjalin komunikasi yang baik dengan rekan sejawat. Dan dengan semangat berdikari, gotong royong, dan dedikasi kepada masyarakat, lulusan baru ini pun diharapkan dapat menjadi pemimpin masa depan yang memberikan solusi serta pencerahan bagi kesehatan gigi di Indonesia. 

“Tantangan pemerataan dokter gigi harus dilihat sebagai peluang untuk terus bergerak maju, melatih kemampuan, dan memenuhi harapan masyarakat akan akses yang lebih baik terhadap layanan kesehatan gigi,” pungkas Dr. Tjokro Prasetyadi.

Humas Universitas Prof. Dr. Moestopo (B)

Berita Terkait

Presiden Prabowo Memberikan Taklimat Pada Para Peserta Rapim TNI–Polri
Mendagri Resmikan Huntara, Bupati Taput Pastikan Warga Tidak di Pengungsian
‎Program Prioritas Presiden Menuju Indonesia Emas 2045, Bupati Tapanuli Utara Hadiri Rakornas 2026
Terima Laporan Capaian PNBP Sektor ESDM, Lifting, dan Rencana Peresmian RDMP, Presiden Prabowo Panggil Menteri ESDM
Hadirkan Dampak Nyata bagi Mobilitas, Presiden Prabowo Resmikan 4 Infrastruktur secara Hybrid
Danrem 052/Wkr Pimpin Pengamanan VVIP Kunjungan Wakil Presiden RI di Jakarta Barat
Jepang Menganggap Indonesia Sebagai Tenaga Kerja Nomor Satu Yang Hadir di Negara Sakura
Presiden Prabowo Lantik Menteri dan Wamen Diantaranya Menkopolkam
Berita ini 58 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 10 Februari 2026 - 14:19 WIB

Presiden Prabowo Memberikan Taklimat Pada Para Peserta Rapim TNI–Polri

Kamis, 5 Februari 2026 - 18:34 WIB

Mendagri Resmikan Huntara, Bupati Taput Pastikan Warga Tidak di Pengungsian

Selasa, 3 Februari 2026 - 11:01 WIB

‎Program Prioritas Presiden Menuju Indonesia Emas 2045, Bupati Tapanuli Utara Hadiri Rakornas 2026

Kamis, 20 November 2025 - 23:46 WIB

Terima Laporan Capaian PNBP Sektor ESDM, Lifting, dan Rencana Peresmian RDMP, Presiden Prabowo Panggil Menteri ESDM

Kamis, 20 November 2025 - 23:13 WIB

Hadirkan Dampak Nyata bagi Mobilitas, Presiden Prabowo Resmikan 4 Infrastruktur secara Hybrid

Kamis, 20 November 2025 - 16:19 WIB

Danrem 052/Wkr Pimpin Pengamanan VVIP Kunjungan Wakil Presiden RI di Jakarta Barat

Minggu, 5 Oktober 2025 - 15:33 WIB

Jepang Menganggap Indonesia Sebagai Tenaga Kerja Nomor Satu Yang Hadir di Negara Sakura

Kamis, 18 September 2025 - 07:33 WIB

Presiden Prabowo Lantik Menteri dan Wamen Diantaranya Menkopolkam

Berita Terbaru