Apindo: Pemerintah Harus Segera Turun Tangan Atasi Kemelut Kuota Gas Industri di Banten

Rabu, 14 Agustus 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANTEN, Poskotanews.co.id – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dibuat terbelalak dengan realitas pasokan gas industri di Provinsi Banten yang semakin langka dan mengkhawatirkan.

Kondisi ini timbul akibat dampak dari kebijakan efisiensi supply oleh Perusahaan Gas Nasional (PGN) pada Mei 2024 lalu.

Mirisnya, belum kelar persoalan tersebut, kini dihadapkan dengan situasi yang sama di mana per 18 Agustus 2024 mendatang, industri di Banten diminta untuk menyiapkan alternatif energi jika sewaktu-waktu PGN tidak bisa lagi memenuhi supply gas di wilayah tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kondisi ini pun langsung mendapatkan respons beragam dari banyak pihak utamanya dari Apindo. Ketua Apindo Banten Yakub F. Ismail, misalnya, menyebut masalah ini serupa dengan force majeure (kejadian di luar kemampuan manusia untuk mengatasinya).

Baca Juga :  Kunjungi SDN Kedung Jaya 1 Bogor, Presiden Prabowo Meninjau Langsung Program MBG Untuk Anak Bangsa

“Kondisi ini memicu tanda tanya besar terkait tata kelola distribusi Gas oleh PGN utamanya di provinsi Banten,” ujar Yakub, Selasa (13/08/2024).

Yakub lantas menyoroti masalah ini dengan menyebut setidaknya dampak dari kebijakan efisiensi ini membuat biaya produksi melonjak tinggi ditambah penurunan kapasitas produksi di Banten.

“Selain itu, juga terjadi keterlambatan pemenuhan order mengingat waktu produksi yang menjadi lebih lama dan sangat terpaksa perusahaan melakukan efisiensi karyawan (PHK),” ujarnya.

Ia khawatir bila tanggal 18 Agustus nanti dengan adanya anjuran agar industri di Banten perlu mencari energi alternatif akan menimbulkan dampak yang jauh lebih parah.

“Dan bukan tidak mungkin akan menyebabkan kelumpuhan industri di berbagai sektor pengguna gas PGN,” tandasnya.

Yakub menandaskan bahwa setelah merespons situasi ini, Apindo juga telah menggelar pertemuan dengan pihak PGN.

Baca Juga :  Dalam Rangka Kunker, Presiden Jokowi Akan Resmikan Pabrik Bahan Anoda Baterai Litium

Adapun hasil pertemuan tersebut langsung ditanggapi pihak PGN yang menyebutkan kalau PGN telah menghilangkan kuota harian pemakaian gas mulai tanggal 13 Mei 2024.

Berikutnya, PGN menetapkan kuota bulanan yaitu sebesar 60% dari nilai kontrak. Pemakaian di atas 60% dikenakan pinalti hingga 2x dari harga normal menjadi USD 14.1/MMBTU.

Menurut pihak PGN bahwa pengenaan pinalti disebabkan karena gas yang digunakan bersumber dari kargo LNG Tangguh yang digasifikasi di FSRU Lampung.

Perusahaan pelanggan PGN tidak bisa berproduksi penuh karena diterapkannya pinalti tersebut. Selanjutnya, PGN tidak diizinkan mengimpor gas, sementara harga gas dunia hanya berkisar pada angka USD 3/MMBTU, jauh dibawah harga normal PGN sebesar USD 7.05/MMBTU.

Baca Juga :  Komitmen Baru untuk Pendidikan Berkualitas: Pelantikan Dewan Pendidikan Tangerang 2024-2029

Yakub lantas mewanti-wanti jika situasi ini tidak bisa terkendalikan maka multiplier effect-nya akan lebih luas lagi dan setidaknya mencakup menurunnya minat invetasi, merosotnya kemampuan ekonomi dan menyumbang pengangguran baru di tengah tingginya indeks penganguran di banten skala nasional.

“Kalau sudah begitu, bukan hanya tidakpastian dalam berusaha yang akan muncul akan tetapi tingkat kriminalitas di Banten juga berpotensi ikut terdongkrak,” terangnya.

Sekadar informasi, bahwa realisasi investasi di Provinsi Banten pada tahun 2023 mencapai Rp103,85 triliun atau terealisasi 173 persen di atas Target 2023.

Hal ini menjadikan Provinsi Banten masuk pada urutan lima besar untuk investasi nasional. Capaian investasi Provinsi Banten masuk lima besar nasional ini berdasarkan rilis dari Kementerian Investasi pada tanggal 24 Januari 2024 lalu.

(Redaksi)

Berita Terkait

Terima Laporan Capaian PNBP Sektor ESDM, Lifting, dan Rencana Peresmian RDMP, Presiden Prabowo Panggil Menteri ESDM
Hadirkan Dampak Nyata bagi Mobilitas, Presiden Prabowo Resmikan 4 Infrastruktur secara Hybrid
Danrem 052/Wkr Pimpin Pengamanan VVIP Kunjungan Wakil Presiden RI di Jakarta Barat
Jepang Menganggap Indonesia Sebagai Tenaga Kerja Nomor Satu Yang Hadir di Negara Sakura
Presiden Prabowo Lantik Menteri dan Wamen Diantaranya Menkopolkam
Pastikan Instruksi Penanganan Bencana Terlaksana, Presiden Prabowo Langsung Tinjau Lokasi Banjir di Bali
Nilai Kerugian 26,4 Miliar, Hasil Temuan BPK Mulai dari Mark Up dan SHGB Kedaluwarsa di Pengadaan Lahan RSUD Tigaraksa
Terkait Penurunan Tarif Ekspor Indonesia ke Amerika Serikat, Presiden Prabowo Tiba Di Indonesia Menjelaskan
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 20 November 2025 - 23:46 WIB

Terima Laporan Capaian PNBP Sektor ESDM, Lifting, dan Rencana Peresmian RDMP, Presiden Prabowo Panggil Menteri ESDM

Kamis, 20 November 2025 - 23:13 WIB

Hadirkan Dampak Nyata bagi Mobilitas, Presiden Prabowo Resmikan 4 Infrastruktur secara Hybrid

Kamis, 20 November 2025 - 16:19 WIB

Danrem 052/Wkr Pimpin Pengamanan VVIP Kunjungan Wakil Presiden RI di Jakarta Barat

Minggu, 5 Oktober 2025 - 15:33 WIB

Jepang Menganggap Indonesia Sebagai Tenaga Kerja Nomor Satu Yang Hadir di Negara Sakura

Kamis, 18 September 2025 - 07:33 WIB

Presiden Prabowo Lantik Menteri dan Wamen Diantaranya Menkopolkam

Minggu, 14 September 2025 - 00:00 WIB

Pastikan Instruksi Penanganan Bencana Terlaksana, Presiden Prabowo Langsung Tinjau Lokasi Banjir di Bali

Kamis, 21 Agustus 2025 - 18:40 WIB

Nilai Kerugian 26,4 Miliar, Hasil Temuan BPK Mulai dari Mark Up dan SHGB Kedaluwarsa di Pengadaan Lahan RSUD Tigaraksa

Kamis, 17 Juli 2025 - 15:57 WIB

Terkait Penurunan Tarif Ekspor Indonesia ke Amerika Serikat, Presiden Prabowo Tiba Di Indonesia Menjelaskan

Berita Terbaru

Hukum & Kriminal

Warga Desak APH Usut Rehab Revitalisasi SD Sitanggor Muara

Selasa, 13 Jan 2026 - 15:14 WIB