BMKG Prediksi Hujan Intensitas Tinggi HIngga 11 Maret 2025 Masyarakat Tetap Waspada

Rabu, 5 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Poskotanews.co.id- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi curah hujan dengan intensitas tinggi masih akan terjadi hingga 11 Maret 2025 di sejumlah wilayah Indonesia.
BMKG meminta pemerintah daerah bersiap dan mewaspadai dampak bencana banjir.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan peran pemerintah daerah dalam mitigasi bencana sangat krusial. Dwikorita meminta pemerintah daerah cepat tanggap dan sigap dalam merespons peringatan dini cuaca ekstrem dari BMKG.

Kami terus menyampaikan peringatan dini cuaca ekstrem melalui berbagai kanal komunikasi resmi, termasuk website, aplikasi mobile, SMS blasting dan media sosial BMKG. Namun efektivitas peringatan dini ini sangat bergantung pada kesiapan daerah dalam meresponsnya dengan langkah konkret. Diperlukan koordinasi yang lebih erat antara pemerintah daerah dan masyarakat guna meminimalkan risiko bencana hidrometeorologi secara lebih cepat dan efektif,” ujar Dwikorita dalam keterangan persnya yang diterima, Selasa (04/03/2025).

Prospek Cuaca Sepekan ke Depan
Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto mengatakan BMKG memprediksi pada 4-11 Maret 2025 hujan berintensitas tinggi masih berpotensi terjadi di sebagian wilayah khususnya di bagian barat dan Kepulauan Papua.

Gelombang atmosfer seperti Rossby Ekuatorial, Low Frequency, serta Kelvin diprediksi tetap aktif di sebagian besar Sumatera, Jawa bagian barat, Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara, serta Kepulauan papua. Hal ini berdampak pada peningkatan pertumbuhan awan hujan berintensitas variatif di wilayah-wilayah yang disebutkan.

Curah hujan tinggi masih berpotensi terjadi dan perlu diwaspadai, terutama di wilayah-wilayah yang rentan terdampak cuaca ekstrem,” ujarnya.

Guswanto menyebut, analisis terbaru turut memperlihatkan sirkulasi siklonik di Samudra Hindia, tepatnya di barat Aceh dan di selatan Papua. Sirkulasi siklonik ini mengakibatkan perlambatan kecepatan angin atau konvergensi di berbagai perairan termasuk Laut Natuna, Laut Banda, Laut Arafuru, perairan selatan Sulawesi, dan Maluku.

Baca Juga :  Hadiri Pelantikan PWI, Dr. Nurdin: Pers Bagian dari Sejarah Perjuangan Bangsa

Di samping itu, daerah pertemuan angin (konfluensi) pun terdeteksi membentang di Laut Banda, Laut Flores, Laut Arafuru, sampai Papua bagian selatan.

Daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) lain turut terpantau memanjang dari Pesisir Timur Riau hingga Kepulauan Riau, dari Sumatera Barat hingga Sumatra Selatan, dari Samudra Hindia selatan Jawa Timur hingga Selatan Jawa Barat, dari Kalimantan Timur hingga Kalimantan Selatan, dari Laut Sulawesi hingga Kalimantan Timur.

Fenomena ini berpotensi memicu peningkatan curah hujan di wilayah-wilayah tersebut dan dapat berdampak pada aktivitas maritim serta masyarakat pesisir.

Fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) yang masih aktif di Kepulauan Papua juga memperkuat dinamika atmosfer di bagian timur Indonesia. MJO berperan dalam peningkatan aktivitas konveksi yang bisa memperbesar potensi hujan deras di sejumlah wilayah.

Baca Juga :  Naik Whoosh ke Bandung, Presiden Didampingi Ibu Iriana Akan Buka Piala Presiden 2024

Adapun analisis labilitas lokal menunjukkan potensi signifikan dalam perkembangan awan konvektif di berbagai daerah mencakup Aceh, Riau, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Sumatera Utara, Sumatra Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, NTT, dan hampir seluruh wilayah Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Labilitas atmosfer tersebut mendukung proses pembentukan awan hujan, khususnya pada siang hingga sore atau malam hari.

Dengan meningkatnya aktivitas atmosfer ini, BMKG mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk tetap waspada terhadap potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat, angin kencang, hingga kemungkinan banjir di daerah rawan. Pemantauan cuaca secara berkala sangat penting untuk mengantisipasi dampak dari dinamika atmosfer yang terus berkembang,” imbau Guswanto.

Patupa Pakpahan

Berita Terkait

Presiden Prabowo Memberikan Taklimat Pada Para Peserta Rapim TNI–Polri
Mendagri Resmikan Huntara, Bupati Taput Pastikan Warga Tidak di Pengungsian
‎Program Prioritas Presiden Menuju Indonesia Emas 2045, Bupati Tapanuli Utara Hadiri Rakornas 2026
Terima Laporan Capaian PNBP Sektor ESDM, Lifting, dan Rencana Peresmian RDMP, Presiden Prabowo Panggil Menteri ESDM
Hadirkan Dampak Nyata bagi Mobilitas, Presiden Prabowo Resmikan 4 Infrastruktur secara Hybrid
Danrem 052/Wkr Pimpin Pengamanan VVIP Kunjungan Wakil Presiden RI di Jakarta Barat
Jepang Menganggap Indonesia Sebagai Tenaga Kerja Nomor Satu Yang Hadir di Negara Sakura
Presiden Prabowo Lantik Menteri dan Wamen Diantaranya Menkopolkam
Berita ini 108 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 10 Februari 2026 - 14:19 WIB

Presiden Prabowo Memberikan Taklimat Pada Para Peserta Rapim TNI–Polri

Kamis, 5 Februari 2026 - 18:34 WIB

Mendagri Resmikan Huntara, Bupati Taput Pastikan Warga Tidak di Pengungsian

Selasa, 3 Februari 2026 - 11:01 WIB

‎Program Prioritas Presiden Menuju Indonesia Emas 2045, Bupati Tapanuli Utara Hadiri Rakornas 2026

Kamis, 20 November 2025 - 23:46 WIB

Terima Laporan Capaian PNBP Sektor ESDM, Lifting, dan Rencana Peresmian RDMP, Presiden Prabowo Panggil Menteri ESDM

Kamis, 20 November 2025 - 23:13 WIB

Hadirkan Dampak Nyata bagi Mobilitas, Presiden Prabowo Resmikan 4 Infrastruktur secara Hybrid

Kamis, 20 November 2025 - 16:19 WIB

Danrem 052/Wkr Pimpin Pengamanan VVIP Kunjungan Wakil Presiden RI di Jakarta Barat

Minggu, 5 Oktober 2025 - 15:33 WIB

Jepang Menganggap Indonesia Sebagai Tenaga Kerja Nomor Satu Yang Hadir di Negara Sakura

Kamis, 18 September 2025 - 07:33 WIB

Presiden Prabowo Lantik Menteri dan Wamen Diantaranya Menkopolkam

Berita Terbaru