Pasien Membludak di Puskesmas Mauk, Kebijakan SRK BPJS Kesehatan Jadi Sorotan

Kamis, 30 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANGERANG, Poskotanews.co.id– Antrean panjang terjadi di Puskesmas Mauk, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, sejak awal Januari 2026. Lonjakan pasien dipicu kebijakan wajib Skrining Riwayat Kesehatan (SRK) bagi peserta JKN yang ingin berobat.

BPJS Kesehatan mewajibkan peserta melakukan skrining minimal 1 kali dalam setahun. Jika belum, layanan pengobatan berpotensi tertunda karena SRK menjadi bagian dari prosedur pelayanan.

Pasien Membludak Sejak Pagi

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejak pagi, ratusan warga memadati area puskesmas. Sebagian besar datang tidak hanya untuk berobat, tetapi juga memenuhi kewajiban skrining kesehatan tahunan. Petugas menyebut jumlah kunjungan meningkat signifikan dibanding hari normal, sehingga waktu tunggu pasien menjadi lebih lama.

Baca Juga :  Pemerintah Keluarkan PP Terkait Tanggungjawab Terhadap ODGJ

Kepala Puskesmas: Banyak Warga Belum Paham Sistem

Kepala Puskesmas Mauk, dr. Alan Sartana, menjelaskan lonjakan antrean dipicu belum meratanya pemahaman masyarakat terkait sistem SRK.

Kami berharap masyarakat bisa menggunakan mesin anjungan antrean untuk mendaftar berobat. Namun banyak yang belum paham mengisi skrining kesehatan BPJS,” ujar dr. Alan, Kamis (30/04/2026).

Menurutnya, puskesmas kini menerapkan pengambilan nomor antrean yang diarahkan ke loket khusus. “Pasien yang belum pernah skrining pasti kesulitan. Karena itu, petugas membantu mengisi data agar pelayanan tetap berjalan,” tambahnya.

FWJ Indonesia Kritik Potensi Ketimpangan Akses

Baca Juga :  Tiga Orang Pengedar Sabu Diamankan Polresta Tangerang

Sekretaris Wilayah FWJ Indonesia Korwil Tangerang Kabupaten, Aris, menilai kebijakan wajib SRK berpotensi menyulitkan masyarakat, khususnya kelompok rentan.

Puskesmas diperuntukkan bagi masyarakat yang tidak mampu. Banyak lansia dan warga yang tidak memiliki handphone atau kuota internet, sehingga kesulitan melakukan input data skrining,” ujar Aris.

Ia menilai kebijakan ini berpotensi menimbulkan persoalan keadilan layanan publik. “Ini bisa menjadi bentuk public injustice karena tidak semua masyarakat memiliki akses yang sama terhadap sistem digital,” tegasnya.

Sejumlah pasien mengaku baru mengetahui kewajiban SRK saat datang berobat, sehingga terjadi penumpukan dalam waktu bersamaan.

Baca Juga :  Sekda: STQ, Cikal Bakal   Generasi Berprestasi yang Cinta Quran 

SRK untuk Deteksi Dini, Layanan Perlu Adaptasi

Program SRK bertujuan untuk deteksi dini risiko penyakit dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan peserta JKN. Namun, pada implementasi awal 2026, lonjakan peserta skrining membuat fasilitas kesehatan harus beradaptasi cepat.

Puskesmas Optimalkan Layanan

Pihak Puskesmas Mauk terus menyesuaikan alur pelayanan dan mengoptimalkan tenaga kesehatan guna mengurai antrean. Masyarakat diimbau melakukan skrining secara mandiri melalui aplikasi Mobile JKN atau website BPJS Kesehatan sebelum berobat agar tidak terjadi penumpukan.

Ke depan, peningkatan sosialisasi dan pemerataan akses layanan digital menjadi kunci agar kebijakan ini berjalan efektif tanpa menghambat pelayanan kesehatan.

Tim/Oz

Berita Terkait

Peduli Kesehatan, Puskesmas Silangit Kampanye TB Paru di SO – LPK Mori Silangit
Gubsu Bersama Bupati Taput Perjuangkan Pembangunan RSUD Baru di Silangit
Gubsu Bersama Bupati Taput Perjuangkan Pembangunan RSUD Baru di Silangit
Pemdes Pasilian Dan Puskesmas Kronjo Peduli, Sambangi Bayi Soviawati yang Derita Benjolan Serius Di Leher
PKK Desa Kemiri Gelar Senam Sehat Rutin Setiap Minggu
Camat Tirtayasa Pimpin Langsung Giat Gotong Royong Bersihkan Sampah Saluran Irigasi
Camat Kemiri Bersama DLHK Kabupaten Tangerang Eksekusi Sampah Di Jalan Jaliteng Kampung Ribut
Transportasi dan Polusi Udara: Alarm dari Tangerang Selatan
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 14:10 WIB

Pasien Membludak di Puskesmas Mauk, Kebijakan SRK BPJS Kesehatan Jadi Sorotan

Senin, 10 November 2025 - 17:37 WIB

Peduli Kesehatan, Puskesmas Silangit Kampanye TB Paru di SO – LPK Mori Silangit

Rabu, 13 Agustus 2025 - 02:11 WIB

Gubsu Bersama Bupati Taput Perjuangkan Pembangunan RSUD Baru di Silangit

Selasa, 12 Agustus 2025 - 19:19 WIB

Gubsu Bersama Bupati Taput Perjuangkan Pembangunan RSUD Baru di Silangit

Senin, 21 Juli 2025 - 11:57 WIB

Pemdes Pasilian Dan Puskesmas Kronjo Peduli, Sambangi Bayi Soviawati yang Derita Benjolan Serius Di Leher

Selasa, 8 Juli 2025 - 11:45 WIB

PKK Desa Kemiri Gelar Senam Sehat Rutin Setiap Minggu

Selasa, 17 Juni 2025 - 09:36 WIB

Camat Tirtayasa Pimpin Langsung Giat Gotong Royong Bersihkan Sampah Saluran Irigasi

Senin, 16 Juni 2025 - 12:01 WIB

Camat Kemiri Bersama DLHK Kabupaten Tangerang Eksekusi Sampah Di Jalan Jaliteng Kampung Ribut

Berita Terbaru

Tangerang

Terima Rekomendasi LKPJ, Wali Kota Fokus Tuntaskan Hal Ini

Rabu, 29 Apr 2026 - 17:29 WIB