TAPUT SUMUT, Poskotanews.co.id– Munculnya masalah dugaan penyimpangan proyek pengendali dasar Sungai Sigeaon yang berlokasi di Kecamatan Tarutung sepertinya dicuekin pihak balai wilayah sungai selaku pihak pengelola.
Demikian juga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) kegiatan tersebut Antony Siahaan terkesan tidak perduli soal kualitas proyek tersebut yang kondisinya jauh dari standart mutu sebagaimana temuan Civitas LSM Anti Korupsi baru baru ini.
Antony yang dihubungi sejumlah wartawan melalui seluler nya malah tidak merespon semua pertanyaan, sehingga kondisi proyek yang didanai APBN 2024 Rp 18 Miliar itu masih tetap tidak ada perbaikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebelumnya diberitakan proyek pembangunan prasarana pengendali dasar Sungai Sigeaon berbiaya Rp 18 Miliar dari APBN 2024 Desember lalu sudah selesai dikerjakan namun mutu blok beton yang dipasang pada sisi kiri dan kanan sungai banyak yang pecah diduga pengerjaannya tidak melalui prosedur yang benar.
“Tadi kami sudah cek ke lapangan, dimana kami melihat dan curiga proses pabrikasi blok beton yang digunakan seperti tidak memakai bathcing plant. Sehingga banyak yang sudah pecah,” ujar Civitas LSM Anti Korupsi Taput Patar L Gaol
Untuk itu pihaknya berharap sekaligus mendesak pihak penegak hukum melakukan pemanggilan terhadap pengelola maupun rekanan yang mengerjakan proyek itu.
Tujuannya kata dia bukan semata mata untuk mencari kelemahan namun lebih kepada menjaga kwalitas atau mutu beton yang dipasang sudah sesuai standar mutu yang berlaku.
“Karena dari pantauan kami di lapangan, sangat banyak penyimpangan. Salah satunya campuran material bangunannya diduga tidak sesuai dengan aturan yang berlaku. Serta diduga telah terjadi konspirasi atara dinas pengelola dengan rekanan, dan minimnya pengawasan dari pihak intansi terkait” tandasnya.
Terpisah, R Simajuntak Humas PT Alam Lintas Indonesia menyebut pekerjaan sudah maksimal.
Disinggung soal blok beton yang pecah dan tidak menggunakan tulang besi, R Simajuntak tidak komentar.















