NIAS BARAT, Poskotanews.co.id — Sudah lima bulan sejak jembatan di atas Sungai Oyo di Desa Tuwuna, Kecamatan Mandrehe, Nias Barat, runtuh. Akses utama yang terganggu membuat aktivitas masyarakat lumpuh dan ekonomi warga terhambat.
Meski Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, telah melakukan peletakan batu pertama pembangunan jembatan baru, Pemerintah Kabupaten Nias Barat belum mengambil langkah konkret untuk solusi sementara.

Sejumlah warga berinisiatif membuat perahu kayu untuk membantu penyeberangan pejalan kaki dan kendaraan roda dua dengan imbalan seikhlasnya. Jalur khusus untuk roda empat juga tersedia namun berisiko dan tidak layak dijadikan solusi jangka panjang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Hari-hari kami penuh kekhawatiran, apalagi kalau hujan deras. Air sungai naik dan kami tidak bisa menyebrang. Anak-anak kami pun kesulitan ke sekolah,” ujar Faogöman Hia, warga Desa Tuwuna.
Hujan deras beberapa hari terakhir menyebabkan Sungai Oyo meluap. Diperkirakan curah hujan masih akan tinggi hingga Agustus, dan kondisi ini bisa semakin memperparah situasi.
Tokoh masyarakat setempat, Ama Firman Zebua, berharap pemerintah tidak tinggal diam. “Bupati dan wakil bupati sudah menjabat lima bulan. Sudah saatnya turun langsung melihat kondisi warga dan mengupayakan jembatan darurat atau perbaikan jalur alternatif.”
Masyarakat menanti langkah nyata dari Pemerintah Kabupaten Nias Barat agar persoalan ini segera diatasi. Jangan sampai masyarakat terus menjadi korban ketidakpedulian dan lambatnya respons kebijakan.
MG















