Napak Tilas di Lebak, Peserta HPN 2026 SMSI Teguhkan Peran Pers sebagai Kontrol Sosial

Jumat, 13 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LEBAK, Poskotanews.co.id – Peserta Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang diselenggarakan oleh Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) melanjutkan rangkaian kegiatannya dengan menyusuri jejak sejarah Eduard Douwes Dekker, atau yang lebih dikenal dengan nama pena Multatuli. Kunjungan edukatif ini dilakukan ke Museum Multatuli, Kabupaten Lebak, Banten.

Ratusan insan pers dari berbagai daerah hadir dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal SMSI Pusat, Makali Kumar, didampingi Dewan Penasehat SMSI Pusat, Moh. Nasir, serta Ketua SMSI Provinsi Banten, Lesman Bangun. Kedatangan rombongan disambut hangat oleh Pemerintah Kabupaten Lebak melalui perwakilan Diskominfo, Sehabudin.

Dalam sambutannya, Makali Kumar menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan agenda literasi sejarah dalam rangkaian HPN 2026. Tujuannya adalah memperkaya wawasan insan pers terhadap nilai-nilai kemanusiaan, keadilan sosial, serta keberpihakan pada kebenaran—prinsip yang selaras dengan praktik jurnalistik profesional saat ini.

“Lebak sarat dengan nilai sejarah perjuangan lewat pena yang dilakukan Multatuli. Ia melawan monopoli, kapitalisasi, dan penindasan melalui karya sastra otobiografinya,” ujar Makali.

Makali memaparkan bahwa Multatuli adalah nama pena dari Eduard Douwes Dekker, pria berkebangsaan Belanda yang sempat bertugas sebagai Asisten Residen Lebak pada tahun 1856. Ia memilih mengundurkan diri karena tidak tahan melihat penindasan yang dilakukan bangsanya sendiri terhadap rakyat pribumi. Pengalaman tersebut kemudian ia tuangkan dalam buku legendaris Max Havelaar yang ditulis di Belgia pada 1860, sebuah karya yang mengguncang dunia.

“Meskipun bukan orang Indonesia, Multatuli berani menyuarakan perlawanan terhadap ketidakadilan. Di momen HPN 2026 ini, semangat Multatuli patut terus kita kobarkan demi pers yang sehat, ekonomi berdaulat, dan bangsa yang kuat, sesuai dengan tema besar HPN tahun ini,” tambahnya.

Sebelum memasuki area museum, rombongan peserta menerima pemaparan mendalam mengenai sejarah, visi, dan perjalanan SMSI sebagai organisasi media siber terbesar di Indonesia.

Baca Juga :  Dewan Kehormatan Minta Semua Anggota PWI Banten Fatsun Kepada Hasil KLB

Memasuki Museum Multatuli, para peserta menelusuri setiap ruang pamer yang menyajikan dokumentasi sejarah kolonial, arsip, ilustrasi, hingga diorama sosial-politik masa penjajahan. Kunjungan ini dipandu langsung oleh Kepala Subbagian Tata Usaha Museum Multatuli, Lia Havila, yang memberikan penjelasan rinci mengenai perjalanan hidup serta gagasan kritis sang penulis.

Menurut Lia, karya monumental Max Havelaar berhasil membongkar praktik ketidakadilan sistem tanam paksa di Hindia Belanda. Buku tersebut tidak hanya membuka mata dunia internasional terhadap penderitaan rakyat pribumi, tetapi juga menjadi simbol perlawanan moral terhadap kekuasaan yang sewenang-wenang.

Baca Juga :  Gelar Rapat Persiapan Konferensi Kerja, R. Herwanto: Anggota PWI Kota Tangerang Harus Netral

“Nilai-nilai yang diperjuangkan Multatuli sangat relevan dengan semangat pers saat ini, yakni menyuarakan kebenaran, membela kemanusiaan, dan mengkritisi ketidakadilan,” ujar Lia di sela-sela memandu peserta.

Setiap artefak, mulai dari catatan administrasi kolonial hingga ilustrasi kehidupan masyarakat, menjadi narasi panjang perjuangan melawan penindasan. Peserta tampak antusias menyimak penjelasan sekaligus merefleksikan peran pers sebagai instrumen kontrol sosial.

Kunjungan ini menjadi salah satu agenda penting dalam HPN 2026 SMSI. Selain memperkaya perspektif sejarah, kegiatan ini diharapkan mampu meneguhkan komitmen insan pers untuk menjalankan tugas secara kritis, berimbang, dan bertanggung jawab demi kepentingan publik. (SMSI)

Berita Terkait

Halalbihalal PWRI, Maryono: Purna Bakti, Penguat Langkah Pembangunan Kota
Kegiatan CSR Fogging PT. Mayora Indah Tbk Region Batuceper di RW 04 Kebon Besar
Ketua Gardu FBR G 0379 Tawon Permai Koja Memberikan Takjil Jepada Pengendara dan Warga
HPN 2026 Ukir Sejarah Nasional, Monumen Media Siber Indonesia Resmi Berdiri di Banten
Ekspedisi Budaya HPN 2026 di Banten, SMSI Kunjungi Keraton Surosowan Hingga Pantai Anyer–Carita
Warga Sunter Agung Digegerkan Temuan Mayat Pria Digorong-gorong
FTIA Menggelar Aksi Damai Bersama Aliansi Simpul Rembuk Pekerja Platform
Air Baku Terdampak Limbah, PDAM Tirta Benteng Pastikan Distribusi Aman
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 21:41 WIB

Halalbihalal PWRI, Maryono: Purna Bakti, Penguat Langkah Pembangunan Kota

Senin, 27 April 2026 - 16:31 WIB

Kegiatan CSR Fogging PT. Mayora Indah Tbk Region Batuceper di RW 04 Kebon Besar

Jumat, 6 Maret 2026 - 20:11 WIB

Ketua Gardu FBR G 0379 Tawon Permai Koja Memberikan Takjil Jepada Pengendara dan Warga

Jumat, 13 Februari 2026 - 00:02 WIB

Napak Tilas di Lebak, Peserta HPN 2026 SMSI Teguhkan Peran Pers sebagai Kontrol Sosial

Kamis, 12 Februari 2026 - 20:09 WIB

HPN 2026 Ukir Sejarah Nasional, Monumen Media Siber Indonesia Resmi Berdiri di Banten

Kamis, 12 Februari 2026 - 19:59 WIB

Ekspedisi Budaya HPN 2026 di Banten, SMSI Kunjungi Keraton Surosowan Hingga Pantai Anyer–Carita

Kamis, 12 Februari 2026 - 12:50 WIB

Warga Sunter Agung Digegerkan Temuan Mayat Pria Digorong-gorong

Selasa, 10 Februari 2026 - 14:52 WIB

FTIA Menggelar Aksi Damai Bersama Aliansi Simpul Rembuk Pekerja Platform

Berita Terbaru

Hukum & Kriminal

Kasus Tersangka Pengecer Helm BV, Kompolnas Surati Kapolda Metro Jaya

Senin, 25 Mei 2026 - 12:51 WIB