HUT KNTI Ke-17, Nelayan Jakarta Utara Tolak Pembangunan di Pinggirkan Rakyat Pesisir

Sabtu, 16 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Poskotanews.co.id – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17 Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) di Kampung Nelayan Cilincing, Jakarta Utara, menjadi momentum konsolidasi perjuangan masyarakat pesisir dalam mempertahankan hak atas laut, ruang hidup, dan keberlanjutan wilayah perairan.Kamis (14-5-2026)

Kegiatan yang digelar Dewan Pengurus Daerah (DPD) KNTI Jakarta Utara tersebut dihadiri nelayan tradisional, organisasi masyarakat sipil, komunitas lingkungan hidup, hingga berbagai elemen masyarakat pesisir.

Ketua DPD KNTI Jakarta Utara, Jeni Alpiani, mengatakan perayaan HUT KNTI bukan sekadar agenda seremonial organisasi, melainkan ruang memperkuat solidaritas perjuangan nelayan tradisional yang hingga kini masih menghadapi berbagai tekanan pembangunan kawasan pesisir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“HUT KNTI ini menjadi momentum untuk memperkuat persatuan nelayan tradisional dan memperjuangkan hak-hak masyarakat pesisir agar tetap terlindungi,” ujar Jeni Alpiani.

Dalam acara tersebut, Sekretaris Jenderal Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) Dewi Kartika menegaskan bahwa perjuangan nelayan tradisional merupakan bagian dari perjuangan konstitusional rakyat untuk mempertahankan hak atas tanah, laut, dan wilayah pesisir.

Baca Juga :  Polres Taput Dukung Program Asta Cita Presiden Salah Satunya Meningkatkan Ketahanan Pagan

Kita tidak hanya merayakan 17 tahun KNTI, tetapi juga sedang mengonsolidasikan perjuangan nelayan. Ini tentang kedaulatan nelayan atas tanahnya, akses terhadap laut, dan wilayah perairan yang aman,” kata Dewi Kartika.

Ia menilai arah pembangunan saat ini masih banyak yang tidak menempatkan nelayan sebagai pelaku utama pembangunan nasional. Menurutnya, laut lebih sering dipandang sebagai komoditas ekonomi yang menguntungkan kelompok bermodal besar.

Kita menyaksikan pembangunan yang justru meminggirkan nelayan. Laut dipandang sebagai komoditas, sehingga yang diuntungkan hanya korporasi dan pemilik modal besar,” ujarnya.

Dewi Kartika juga menegaskan dukungan penuh KPA terhadap perjuangan nelayan di Jakarta Utara untuk mempertahankan ruang hidup dan hak-hak masyarakat pesisir.

Baca Juga :  PIMRED Award 2025, Turidi Susanto: Kolaborasi Legislatif dan Media

Atas nama Konsorsium Pembaruan Agraria, kami mendukung perjuangan nelayan Jakarta Utara agar tetap berdaulat atas lautnya, mandiri secara ekonomi, dan memiliki wilayah pesisir yang lestari untuk generasi mendatang,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum KNTI Dani Setiawan menyoroti masih adanya kebijakan negara yang dianggap meminggirkan nelayan kecil dan tradisional di kawasan pesisir Jakarta.

Pembangunan kawasan pesisir hari ini masih banyak yang menyingkirkan hak nelayan untuk mencari penghidupan di laut Jakarta,” ujar Dani Setiawan.

Ia menegaskan bahwa KNTI akan terus melawan berbagai bentuk marjinalisasi dan penyingkiran masyarakat nelayan dari ruang hidup mereka.

Baca Juga :  Pasca Pencoblosan, Ketua MUI Banten Imbau Jaga Kondusifitas dan Stabilitas

Kita tidak hanya menolak marjinalisasi terhadap nelayan, tetapi juga menolak penyingkiran ruang hidup dan sumber kehidupan masyarakat pesisir,” katanya.

Dani juga mendesak pemerintah pusat dan pemerintah daerah agar memenuhi hak-hak nelayan kecil dan tradisional, khususnya di Jakarta Utara.

Kami mendukung penuh perjuangan nelayan Jakarta Utara. Dan kita semua harus bergerak bersama apabila ada nelayan kecil dan tradisional yang diusir dari kampung-kampung mereka,” tegasnya.

Perayaan HUT KNTI ke-17 berlangsung dengan berbagai kegiatan mulai dari diskusi publik, pemotongan tumpeng, parade perahu hias, hiburan rakyat, hingga pembagian bantuan sosial bagi masyarakat nelayan.

Momentum tersebut menjadi simbol penguatan gerakan nelayan tradisional dalam memperjuangkan keadilan sosial, perlindungan wilayah pesisir, dan keberlanjutan kehidupan masyarakat maritim Indonesia.

Cip

Berita Terkait

Tri Waluyo: DKI Harus Siapkan Bak Sampah Terpilah Jika Keluarkan Ingub Pemilahan Sampah
Pemda Harus Tegas Larang Pedagang Hewan Musiman Pakai Jalur Hijau dan Trotoar
Jaga Keamanan Wilayah, Anggota Trantibumlinmas Kecamatan Kronjo Rutin Patroli Malam
‎Bupati JTP Hutabarat: Filosofi Pendidikan Batak Adalah Peluang Emas Membangun Taput‎
‎Bupati Tapanuli Utara Pimpin Evaluasi Dokumen IG Tenun Ulos Ragidup Silindung‎
‎Dukungan Langsung Bupati JTP: Traktor dan Irigasi Disetujui Untuk Kelompok Tani Tulason Tani Sukses‎
Sinergi Pemkab Tapanuli Utara bersama DPR-RI Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan‎
‎Pemkab Tapanuli Utara Lepas Keberangkatan 7 Calon Haji, Harapkan Kembali Tetap Sehat‎
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:42 WIB

Tri Waluyo: DKI Harus Siapkan Bak Sampah Terpilah Jika Keluarkan Ingub Pemilahan Sampah

Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:34 WIB

Pemda Harus Tegas Larang Pedagang Hewan Musiman Pakai Jalur Hijau dan Trotoar

Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:31 WIB

Jaga Keamanan Wilayah, Anggota Trantibumlinmas Kecamatan Kronjo Rutin Patroli Malam

Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:25 WIB

HUT KNTI Ke-17, Nelayan Jakarta Utara Tolak Pembangunan di Pinggirkan Rakyat Pesisir

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:17 WIB

‎Bupati JTP Hutabarat: Filosofi Pendidikan Batak Adalah Peluang Emas Membangun Taput‎

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:14 WIB

‎Bupati Tapanuli Utara Pimpin Evaluasi Dokumen IG Tenun Ulos Ragidup Silindung‎

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:09 WIB

‎Dukungan Langsung Bupati JTP: Traktor dan Irigasi Disetujui Untuk Kelompok Tani Tulason Tani Sukses‎

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:04 WIB

Sinergi Pemkab Tapanuli Utara bersama DPR-RI Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan‎

Berita Terbaru