TAPUT SUMUT, Poskotanews.co.id – Proyek revitalisasi SDN 173391 Sihopong, Desa Manalu Dolok, Kecamatan Parmonangan, Kabupaten Tapanuli Utara menjadi sorotan masyarakat. Fokus utama terletak pada pembangunan tembok penahan tanah setinggi 2,5 meter dan panjang 30 meter yang dikerjakan tanpa menggunakan tulangan beton, serta kualitas adukan semen yang terlihat kurang memadai.
Pekerjaan ini merupakan bagian dari proyek bersumber APBN Kemendikdasmen TA 2026. Namun pantauan di lokasi menunjukkan struktur tembok hanya mengandalkan susunan batu kali dengan adukan semen yang terlihat tidak padat dan berpotensi rapuh, tanpa adanya rangka besi tulangan yang menyatu dengan pondasi maupun badan tembok.
“Tembok setinggi itu wajib punya tulangan pengikat. Tanpa itu, meskipun batu disusun rapi, saat tekanan tanah naik atau air meresap, tembok bisa retak hingga roboh sewaktu-waktu. Terlebih adukan semennya pun terlihat kurang pas, membuat kekokohan semakin diragukan,” ujar salah satu warga yang memantau pengerjaan.
Sesuai ketentuan dan petunjuk teknis pembangunan sarana pendidikan, tembok penahan tanah dengan ketinggian di atas 1,5 meter wajib dirancang menggunakan tulangan beton yang disesuaikan perhitungan struktur, guna menjamin keamanan jangka panjang. Konstruksi tanpa tulangan dinilai berisiko melanggar spesifikasi teknis dan membahayakan keselamatan siswa serta warga sekolah.
Saat dikonfirmasi, pihak tukang hanya mengatakan tembok penahanan tanah dikerjakan panjangnya 30 meter dan tinggi 2,5 meter. Namun hingga kini belum ada penjelasan rinci mengapa struktur tidak dilengkapi tulangan sebagaimana standar yang berlaku.
Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Tapanuli Utara, Freddy Panjaitan, saat hendak dikonfirmasi Selasa (28/7/2026) sedang tidak berada di kantornya. Begitu juga Kepala Bidang Sarana dan Prasarana, Dinas Pendidikan Tapanuli Utara, Eddy Hutagalung, juga tidak berada di tempat.
Hingga saat ini, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Utara maupun tim pengawas proyek belum memberikan keterangan resmi terkait temuan tersebut. Masyarakat berharap pihak berwenang segera melakukan pengecekan ulang secara menyeluruh guna memastikan pekerjaan benar-benar aman, memenuhi standar, dan tidak membahayakan keselamatan siswa serta warga sekolah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT















