SIBORONG-BORONG SUMUT, Poskotanews.co.id- Diduga penganiayaan yang terjadi di Kedai Tuak Desa Sitabo-tabo Toruan, Kecamatan Siborong-borong. Keributan terjadi karena masalah microphone untuk giliran bernyanyi, pada sabtu (24/08/2024) yang lalu.
Pelaku dugaan penganiayaan di ketahui bernama Hendrik Nababan bersama teman-teman nya warga Desa Sitabo-tabo Dolok, Kecamatan Siborongborong.

Pemilik Kedai Tuak Suandi manurung, menegaskan, peristiwa berawal saat tamu datang 2 orang mau minum tuak atas nama Hendrik Nababan bersama teman nya satu orang. Tak berselang lama, datang lagi temannya 2 orang yang biasa di panggil Op. David bersama satu orang temannya, langsung disambut pemilik kedai tuak dan menyodorkan untuk bergabung bersama teman nya yang duluan berada di lokasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada saat tamu menikmati minuman sambil bernyanyi, tiba-tiba pelayan (pekerja) di kedai tuak langsung mintak microphone dari mereka, dengan alasan setiap meja bergiliran bernyanyi dengan 5 lagu per meja, microphone harus pindah ke meja yang lainnya.
Hendrik Nababan merasa tidak terima dan mengadu sama saya (pemilik kedai tuak) dan langsung membayar minuman sambil mengancam akan menutup dan ribut bahkan membakar kedai tuak.
Lanjut Swandy Manurung menerangkan, bahwa sesudah minuman dibayar mereka pulang dan tidak lama mereka datang dan membawa temannya sekitaran 20 orang.
Setiba di kedai langsung menanyakan dimana pemilik kedai dan menyuruh membawa anggotanya (pekerja di kedai) ke hadapan nya sambil menjatuhkan meja dan memecahkan gelas di dalam kedai tuak tersebut.

“Saya sudah bilang sama anggota supaya mintak maaf, tetapi mereka malah mendorong saya sampai saya jatuh dan di pijak- pijak, begitu juga dengan adek saya, mereka terlibat adu mulut hingga berujung pada penganiayaan” papar pemilik kedai tuak.
Terpisah, Kepala Desa Sitabo-tabo Toruan Panahatan Nababan, mengetahui bahwa warganya ada dianiaya oleh warga Desa Sitabo-tabo Dolok.
“Bagaimana lah perasaan saya bahwa warga saya di aniaya oleh Desa tetangga, saya tidak terima biarkan dulu mereka di tahan biar ada efek jera buat mereka” kata Kades, kamis (29/08/2024).
Kapolsek Siborongborong AKP S. Puba membenarkan kejadian tersebut dan mengatakan sudah 5 orang yang di tahan.
“Saat ini proses penyidikan sedang berjalan, dan terhadap tersangka sudah dilakukan penahanan” terang Kapolsek.
Saat ini, lima orang pemuda tersebut masih menjalani pemeriksaan di Polsek Siborongborong.















