Kebijakan PIK 2 Sebagai PSN Menuai Kontroversi: Ancaman Ketimpangan Sosial dan Hilangnya Mata Pencaharian

Sabtu, 16 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Poskotanews.co.id – Penetapan Pantai Indah Kapuk 2 (PIK 2) sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) oleh pemerintah membawa dampak sosial yang signifikan bagi masyarakat di sekitar kawasan pengembangan tersebut. Kelompok-kelompok yang bergantung pada hasil laut, seperti nelayan, buruh angkut, dan pedagang ikan, merasakan langsung perubahan yang terjadi. Hal serupa juga dialami para petani di sekitar area, yang kehilangan lahan pertanian akibat konversi menjadi kawasan elite.

Dampak Sosial yang Luas Menurut Supardiono, seorang pengamat sosial, proyek raksasa seperti PIK 2 menciptakan ketimpangan sosial yang tajam antara masyarakat kaya dan miskin. Ia mengingatkan bahwa ketimpangan ini berpotensi memicu konflik sosial, terlebih jika pemerintah hanya berfokus pada nilai investasi tanpa mempertimbangkan dampak bagi masyarakat sekitar.

Baca Juga :  PT. Wahana Semesta Multi Media Dilaporkan Masyarakat ke Polda Banten, Terkait Dugaan Mark Up Web Desa

“Proyek ini memengaruhi keseimbangan sistem masyarakat. Pergeseran budaya dan hilangnya mata pencaharian adalah konsekuensi yang tidak bisa diabaikan. Jika dampak negatif lebih besar daripada positif, pemerintah harus mengevaluasi bahkan mencabut status PSN proyek ini demi keadilan sosial,” ujar Supardiono.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kritik atas Penetapan PSN di Era Jokowi
Muhammad Akhiri, Direktur Eksekutif Lembaga Agraria dan Lingkungan (LAGRIAL), mengkritik penetapan PIK 2 sebagai PSN pada masa pemerintahan Presiden Jokowi. Ia menilai kebijakan tersebut diambil tanpa kajian komprehensif dan terkesan tergesa-gesa, terutama karena keputusan itu diambil menjelang akhir masa jabatan.

Baca Juga :  Anggaran Relokasi Gedung 1,7Juta, Dinas Pengawas dan Pemborong Lalai

Proyek yang berstatus PSN memang mendapatkan berbagai keistimewaan, seperti percepatan pembangunan, kemudahan regulasi, serta jaminan politik. Namun, Muhammad Akhiri menekankan bahwa prioritas utama seharusnya adalah melindungi hak-hak masyarakat kecil dan menjaga keseimbangan lingkungan.

Tinjauan Ulang di Era Prabowo
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto diharapkan meninjau ulang status PSN PIK 2. Akhiri menekankan bahwa pembangunan yang tidak memperhatikan dampak sosial dan lingkungan berpotensi merugikan masyarakat kecil dalam jangka panjang.

Baca Juga :  Redaksi Poskotanews.co.id Ucapkan Turut Berduka Cita Atas Meninggalnya Mantan Bupati Tangerang

“Jangan sampai status PSN hanya menguntungkan pengusaha dan elit politik, sementara rakyat kecil semakin terpinggirkan. Jika hak-hak masyarakat tidak diutamakan, maka sebaiknya keistimewaan PSN PIK 2 dicabut atau proyek ini dihentikan sepenuhnya,” tegasnya.

Kontroversi ini menjadi pengingat bagi pemerintah untuk menyeimbangkan ambisi pembangunan dengan tanggung jawab sosial dan keberlanjutan lingkungan. Keputusan terkait masa depan PIK 2 akan menjadi ujian bagi komitmen negara terhadap keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

(Redaksi)

Berita Terkait

Samsat Ciledug Berikan Pelayanan Buruk Terhadap Seorang Disabilitas
Rocky Gerung: Jambore Karhutla 2025 Jadi Kampanye Serius Untuk Hijaukan Indonesia Kembali
Segera Daftar! AGPAII Buka Olimpiade Pendidikan Agama Islam Nasional 2025
Skandar Website Desa Kabupaten Serang: Pemerintah Diatur Perusahaan Swasta, Untungkan Siapa..?
Camat Sindang Jaya Bungkam Terkait Dugaan Pengelolaan Sampah Ilegal, Ini Kata Kabid DLHK…!
Mahasiswa Demo Bakar Spanduk HPN, Wartawan: Ini Pelecehan..!
Warga PIK Bersatu Tolak Fitnah, Cak Ofi: Kami Lawan Gerombolan Tukang Fitnah
Kisah Romantis Ditengah Kick Off HKSN 2024: Momen Mesra Yandri dan Ratu Zakiah
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Mei 2025 - 21:57 WIB

Samsat Ciledug Berikan Pelayanan Buruk Terhadap Seorang Disabilitas

Jumat, 25 April 2025 - 13:12 WIB

Rocky Gerung: Jambore Karhutla 2025 Jadi Kampanye Serius Untuk Hijaukan Indonesia Kembali

Rabu, 9 April 2025 - 22:26 WIB

Segera Daftar! AGPAII Buka Olimpiade Pendidikan Agama Islam Nasional 2025

Senin, 24 Februari 2025 - 13:09 WIB

Skandar Website Desa Kabupaten Serang: Pemerintah Diatur Perusahaan Swasta, Untungkan Siapa..?

Minggu, 23 Februari 2025 - 03:30 WIB

Camat Sindang Jaya Bungkam Terkait Dugaan Pengelolaan Sampah Ilegal, Ini Kata Kabid DLHK…!

Senin, 10 Februari 2025 - 20:20 WIB

Mahasiswa Demo Bakar Spanduk HPN, Wartawan: Ini Pelecehan..!

Kamis, 9 Januari 2025 - 14:22 WIB

Warga PIK Bersatu Tolak Fitnah, Cak Ofi: Kami Lawan Gerombolan Tukang Fitnah

Rabu, 18 Desember 2024 - 00:29 WIB

Kisah Romantis Ditengah Kick Off HKSN 2024: Momen Mesra Yandri dan Ratu Zakiah

Berita Terbaru

Pemerintahan

Walikota Tangerang Pimpin Apel Hardiknas

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:12 WIB