Diversi 2 Kali Gagal Proses Hukum Siswa SMPN 1 Tambum Selatan Lanjut

Jumat, 31 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BEKASI, Poskotanews.co.id- Viral video sekelompok anak berseragam SMP melakukan tindakan penganiyaan kepada temannya yang juga murid disekolah yang sudah di tindak lanjuti proses hukumnya oleh Reskrim Polsek Tambun dinyatakan berlanjut.

Dari keterangan Kapolsek Tambun Kompol Wuriyanti SH kepada poskotanews.co.id pada 31/10/2025 menyatakan “ Diversi pertama gagal dan dilanjutkan dengan diversi ke dua namun kedua belah pihak tidak sepakat dan selanjutnya diversi yang akan dilaksanakan di kejaksaan “ tegasnya.

Adapun proses hukum diversi adalah pengalihan penyelesaian perkara anak dari jalur peradilan pidana formal ke proses hukum diluar pengadilan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari berbagai informasi tujuan utama dari diversi adalah untuk mencapai keadilan restoratif yang mencakup : menghindari anak dari perampasan kemerdekaan anak tidak langsung dioidana formal, mencapai perdamaian antara anak dengan korban dengan musyawarah, menanamkan rasa tanggungjawab mendorong anak untuk menyadari dan bertanggungjawab atas perbuatannya serta mendorong partisipasi masyarakat dalam penyelesaian perkara anak.

Baca Juga :  Diduga Oknum HRD Raja Armansah Ancam Dan Intimidasi Karyawan PT.POLYPEK.

Diketahui setelah viral video terkait dugaan penganiayaan oleh anak ini orang tua korban menempuh proses hukum dengan melakukan pelaporan di SPKT Polsek Tambun Kabupaten Bekasi pada Rabu,15/10/2025.

Ternyata dari beredarannya video tersebut pihak orang tua baru mengetahui bahwa anak mereka mengalami penganiayaan dari kakak kelasnya. Diinformasikan bahwa anak anak divideo tersebut adalah murid SMPN 1 Tambun Selatan dengan korban 6 orang adalah kelas 8 dan diduga pelaku 7 orang adalah kelas 9 disekolah yang sama.

Dalam keterangannya pihak sekolah Humas Giatno mewakili Kepala Sekolah SMPN 1 Tambun Selatan Anissa SPd , MPd pada Kamis 16/10/2025 menyatakan bahwa sebelum pelaporan pihak orang tua murid dilakukan pertemuan setelah beredarnya video tersebut baik orang tua korban dan orang tua pelaku di Mushola yang berada di SMPN 1 Tambun Selatan pada Selasa , 14/10/2025 malam guna meminta informasi dan mengidentifikasi anak anak yang berada di video tersebut sekaligus mencari solusi terbaik sesuai fungsi sekolah.

Baca Juga :  ‎Bupati Tapanuli Utara Tekankan Optimalisasi Penataan dan Penanganan Kota Tarutung‎

Kami hanya sebatas mendidik namun kejadian diluar KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) apalagi menyangkut adanya tindakan melanggar hukum tidak menjadi wewenang kami namun apabila di libatkan untuk penyelesaian kami hanya sebagai mediasi ” tegasnya.

Namun pada pertemuan tersebut beberapa orang tua korban menyatakan akan melanjutkan ke proses hukum karena sudah diluar batas.

Pada Rabu, 15/10/2025 salah seorang orang tua korban Rendi A yang merupakan karyawan swasta melaporkan apa yang dialami anaknya ke Polsek Tambun dengan LP B/1391 dengan UU RI No 17 tahun 2016 pasal 80 Jo 76 c tindakan melakukan kekerasan terhadap anak. Dalam laporan tersebut diketahui bahwa pada Kamis 04/8/2025 jam 14.30.

Dari informasi humas SMPN 1 Tambun Selatan Giatno menyatakan setelah melakukan penggalian informasi bahwa dari kelempok anak tersebut yang diduga pelaku ( Sementara 7 orang ) sudah ada catatan buruk dari guru BP dan ada dugaan pengemblengan antara adik kelas dan kakak kelas yaitu kelas 8 dan kelas 9 dan ada dugaan tindakan penganiayaan.

Baca Juga :  Jalan Pegangsaan Dua Tergenang Banjir, Pompa Sudin SDA Kehabisan Solar

Sementara itu Kapolsek Tambun AKP Wuriyanti SH ketika dikonfirmasi melalui sambungan telefon WA pada Kamis ,16/10/2025 menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan pemeriksaan dengan berkoordinasi pada pihak Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Bekasi agar melakukan pendampingan kepada korban dan juga para pelaku.

Sementara korban ada 6 orang dan diduga pelaku 7 orang sudah kami amankan di Polsek Tambun” tegasnya.

Kejadian ini menambah kisah anak sekolah yang melakukan tindakan menjurus kriminal yang perlu perhatian serius dari orang tua agar selalu mengawasi anak apalagi diluar jam belajar serta memberikan pendidikan Budi pekerti dan nilai agama dengan membangun hubungan emosional di lingkungan rumah dan juga pihak sekolah harus mampu mendidik anak dilingkungan sekolah agar berlaku disiplin , berperilaku baik serta berprestasi.

Patupa Pakpahan

Berita Terkait

‎Bupati Tapanuli Utara Tekankan Optimalisasi Penataan dan Penanganan Kota Tarutung‎
‎Bupati Taput Tinjau Lokasi Bencana di Simangumban: Instruksikan Gerak Cepat dan Pastikan Bantuan Logistik Tersalurkan‎
Bea Cukai Marunda Berpartisipasi Dalam Kepedulian Sosial
‎Targetkan Percepatan Sekolah Rakyat, Bupati JTP kunjungi Kemensos
‎Wujudkan Taput Berkelanjutan, Pemkab Dukung Pematangan Perencanaan WA Simardangiang
‎Pemkab Taput Apresiasi 6 Tahun Jabu Bonang Berkarya, Konsisten Angkat Potensi Lokal
Hadiri Rakornas Kementan, Bupati Tapanuli Utara Usulkan Penguatan Irigasi‎
‎Pemkab Taput Pastikan Warga Segera Huni Huntap, Pemulihan Pascabencana Masuki Tahap Akhir‎
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 11:45 WIB

‎Bupati Taput Tinjau Lokasi Bencana di Simangumban: Instruksikan Gerak Cepat dan Pastikan Bantuan Logistik Tersalurkan‎

Jumat, 24 April 2026 - 10:45 WIB

Bea Cukai Marunda Berpartisipasi Dalam Kepedulian Sosial

Rabu, 22 April 2026 - 22:04 WIB

‎Targetkan Percepatan Sekolah Rakyat, Bupati JTP kunjungi Kemensos

Rabu, 22 April 2026 - 22:01 WIB

‎Wujudkan Taput Berkelanjutan, Pemkab Dukung Pematangan Perencanaan WA Simardangiang

Rabu, 22 April 2026 - 21:58 WIB

‎Pemkab Taput Apresiasi 6 Tahun Jabu Bonang Berkarya, Konsisten Angkat Potensi Lokal

Rabu, 22 April 2026 - 21:54 WIB

Hadiri Rakornas Kementan, Bupati Tapanuli Utara Usulkan Penguatan Irigasi‎

Rabu, 22 April 2026 - 21:51 WIB

‎Pemkab Taput Pastikan Warga Segera Huni Huntap, Pemulihan Pascabencana Masuki Tahap Akhir‎

Rabu, 22 April 2026 - 21:48 WIB

Tinjau Meluapnya Aek Haidupan Siwaluompu, Pemkab Tapanuli Utara Tetap Upayakan Percepatan Penanganan Normalisasi

Berita Terbaru