Air Baku Terdampak Limbah, PDAM Tirta Benteng Pastikan Distribusi Aman

Selasa, 10 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANGERANG, Poskotanews.co.id – Warga Kota Tangerang kini bisa bernapas lega. Pelayanan distribusi air bersih Perumda Tirta Benteng (TB) kembali berjalan normal setelah sempat terganggu akibat masuknya limbah zat kimia pascakebakaran gudang di wilayah Tangerang Selatan yang mencemari aliran Sungai Cisadane, Senin malam.

Begitu menerima informasi kejadian tersebut, jajaran manajemen PDAM Tirta Benteng langsung bergerak cepat.

Pemantauan dilakukan sejak malam hari di sepanjang bantaran Sungai Cisadane hingga ke Bendungan Pasar Baru atau Pintu Air Sepuluh, yang menjadi titik vital pengambilan air baku bagi Kota Tangerang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sekitar pukul 22.00 WIB, tim teknis diterjunkan untuk mengecek kondisi intake air baku di kawasan Honda Citra. PDAM Tirta Benteng juga melakukan koordinasi intensif dengan pengelola Bendungan 10 guna memastikan kondisi air sebelum masuk ke sistem pengolahan.

Baca Juga :  Diduga Mobil Membawa Bahan Kimia Terbakar Di Kawasan Industri Moderen Cikande

Hasil pemantauan awal menunjukkan adanya dampak terhadap kualitas air baku. Untuk menjaga keamanan dan kualitas air yang akan didistribusikan kepada masyarakat, pengambilan air baku pun langsung dihentikan secara bertahap.

“Begitu kami menerima informasi adanya kebakaran yang berpotensi berdampak ke aliran Sungai Cisadane, kami langsung mengambil langkah antisipatif. Tidak ada kompromi terkait kualitas air yang akan dikonsumsi masyarakat,” ujar Direktur Utama PDAM Tirta Benteng, Doddy Effendi, Selasa (10/2/2025).

Doddy menegaskan, keselamatan pelanggan menjadi prioritas utama dalam setiap pengambilan keputusan. Menurutnya, penghentian sementara pengambilan air baku dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab PDAM dalam menjaga mutu layanan.

Baca Juga :  Lapas Tulungagung Ikuti Pelatihan Peningkatan Kompetensi Budaya Kerja dan Pelayanan Prima

“Keselamatan dan kualitas air adalah hal utama. Begitu terindikasi terdampak limbah, pengambilan air baku langsung kami hentikan untuk mencegah risiko lebih lanjut,” tegasnya.

Ia menjelaskan, langkah penanganan dilakukan secara terukur dan sesuai standar operasional prosedur. PDAM menutup sementara intake air baku, melakukan pengurasan (flushing) terhadap air yang terindikasi tercemar, serta menjalankan uji laboratorium secara ketat setiap 30 menit.

“Pengujian laboratorium kami lakukan setiap setengah jam. Air yang belum memenuhi standar langsung dibuang. Kami memastikan hanya air yang benar-benar aman yang kembali diproduksi dan disalurkan ke pelanggan,” kata Doddy.

Hasil pengujian menunjukkan kualitas air baku kembali berada dalam ambang batas aman. Temuan tersebut juga sejalan dengan hasil pemantauan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta laboratorium internal PDAM Tirta Benteng.

Baca Juga :  Yayasan Rehabilitasi Malaka Medicare Indonesia Santunan Anak Yatim Piatu Di Jumat Berkah

“Alhamdulillah, sejak pukul 05.00 WIB produksi air sudah kembali normal. Distribusi dilakukan secara bertahap sambil terus memantau stabilitas kualitas air,” tambahnya.

Hingga Selasa pagi sekitar pukul 07.00 WIB, aliran air bersih telah kembali mengalir ke jaringan pelanggan dengan tingkat distribusi mencapai 90 hingga 95 persen.

Proses normalisasi tekanan masih berlangsung agar aliran air dapat merata di seluruh wilayah pelayanan.

Doddy pun mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak ragu menggunakan air PDAM.

“Kami pastikan air yang saat ini didistribusikan telah melalui pengolahan dan pengawasan ketat sesuai standar keamanan. Jika masih ada pelanggan yang alirannya kecil, mohon bersabar karena penyesuaian tekanan pipa sedang kami lakukan secara bertahap,” tutupnya. [din]

Berita Terkait

Ketua Gardu FBR G 0379 Tawon Permai Koja Memberikan Takjil Jepada Pengendara dan Warga
Napak Tilas di Lebak, Peserta HPN 2026 SMSI Teguhkan Peran Pers sebagai Kontrol Sosial
Warga Sunter Agung Digegerkan Temuan Mayat Pria Digorong-gorong
FTIA Menggelar Aksi Damai Bersama Aliansi Simpul Rembuk Pekerja Platform
Air Banjir Terkontaminasi Oli di Kawasan Industri Olex Masuk Kepemukiman Warga
BRI KC Serang Gelar Senam Pagi, Dukung Budaya Kerja Sehat untuk Tingkatkan Produktivitas
Fakta Baru Soal Fasum 82,5 M, Bencongan Memanas Diduga OPD Mandul Lahan 14 Hektar Diperebutkan
Polsek Cikande Bersama Tim Inafis Polres Serang Respon Cepat Evakuasi Mayat Tanpa Identitas
Berita ini 40 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 Maret 2026 - 20:11 WIB

Ketua Gardu FBR G 0379 Tawon Permai Koja Memberikan Takjil Jepada Pengendara dan Warga

Jumat, 13 Februari 2026 - 00:02 WIB

Napak Tilas di Lebak, Peserta HPN 2026 SMSI Teguhkan Peran Pers sebagai Kontrol Sosial

Kamis, 12 Februari 2026 - 12:50 WIB

Warga Sunter Agung Digegerkan Temuan Mayat Pria Digorong-gorong

Selasa, 10 Februari 2026 - 14:52 WIB

FTIA Menggelar Aksi Damai Bersama Aliansi Simpul Rembuk Pekerja Platform

Selasa, 10 Februari 2026 - 13:31 WIB

Air Baku Terdampak Limbah, PDAM Tirta Benteng Pastikan Distribusi Aman

Sabtu, 24 Januari 2026 - 03:44 WIB

Air Banjir Terkontaminasi Oli di Kawasan Industri Olex Masuk Kepemukiman Warga

Rabu, 24 Desember 2025 - 09:41 WIB

BRI KC Serang Gelar Senam Pagi, Dukung Budaya Kerja Sehat untuk Tingkatkan Produktivitas

Rabu, 10 Desember 2025 - 15:29 WIB

Fakta Baru Soal Fasum 82,5 M, Bencongan Memanas Diduga OPD Mandul Lahan 14 Hektar Diperebutkan

Berita Terbaru