‎Gandeng Kementerian Kehutanan, Pemkab Taput Petakan Potensi Konservasi Lanskap Harangan Tapanuli

Rabu, 8 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy



TAPUT SUMUT, Poskotanews.co.id-‎Wakil Bupati Tapanuli Utara Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng bersama Dewi Sulastri Ningsih mewakili Direktorat Pemulihan Ekosistem dan Bina Areal Preservasi membuka secara resmi Workshop Pemetaan Potensi Areal Konservasi pada Lanskap Batang Toru – Harangan Tapanuli yang dilaksanakan di Hotel Hineni, Tarutung, Rabu (8/4/2026).

‎Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kementerian Kehutanan atas perhatian besar terhadap kekayaan alam di Tapanuli Utara. Ia menekankan bahwa 66 persen dari total luas lanskap Batang Toru berada di Kabupaten Tapanuli Utara, sehingga tanggung jawab pelestariannya menjadi prioritas utama daerah.
‎”Kami sangat mendukung inisiatif dari Kementerian Kehutanan melalui Direktorat Pemulihan Ekosistem. Dengan pemetaan ini, kita dapat mengidentifikasi aset berharga yang kita miliki. Seringkali kita tidak menyadari betapa berharganya potensi alam kita sebelum ada upaya identifikasi secara mendalam seperti ini,” ujar Dr. Deni Parlindungan.

‎Salah satu poin yang disampaikan Wakil Bupati adalah usulan penguatan nama kawasan menjadi “Harangan Tapanuli”. Menurutnya, nama bukan sekadar label, melainkan pembawa rasa dan semangat memiliki (sense of belonging) bagi masyarakat di Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, dan Tapanuli Tengah.
‎”Jika kita sebut Harangan Tapanuli, maka masyarakat akan merasa lebih dekat secara emosional. Ini penting untuk menggerakkan partisipasi publik dalam menjaga hutan kita,” tambahnya.

‎Wakil Bupati mendorong agar kampanye pelestarian dilakukan secara kreatif melalui simbol-simbol daerah yang menarik bagi generasi muda.
‎”Kami ingin edukasi ini sampai ke anak-anak sekolah. Kita bisa belajar dari daerah lain yang menggunakan maskot atau simbol kebanggaan untuk menanamkan jiwa konservasi sejak dini. Ke depan, simbol-simbol keberadaan Orangutan Tapanuli ini harus hadir di ruang-ruang publik sebagai kebanggaan warga Tapanuli Utara,” jelasnya.

‎Wakil Bupati berharap workshop yang berlangsung pada 7-8 April ini menghasilkan data akurat yang dapat ditindaklanjuti dengan aksi lapangan oleh pimpinan perangkat daerah, camat, kepala desa, serta kelompok masyarakat dan NGO yang hadir.

‎Mewakili Direktorat Pemulihan Ekosistem dan Bina Areal Preservasi, Dewi Sulastri Ningsih menekankan bahwa ekosistem Batang Toru atau Harangan Tapanuli merupakan habitat krusial bagi satwa prioritas, terutama Orangutan Tapanuli (Pongo Tapanuliensis).
‎”Orangutan Tapanuli adalah spesies kera besar yang paling terancam punah di dunia. Mengingat lebih dari 50 persen ekosistem Batang Toru berada di wilayah Tapanuli Utara, ini menjadi tantangan sekaligus tanggung jawab besar bagi kita semua untuk menjaga kelestariannya,” ujar Dewi dalam sambutannya.

‎Kegiatan strategis yang diinisiasi oleh Direktorat Pemulihan Ekosistem dan Bina Areal Preservasi, Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Kementerian Kehutanan ini merupakan upaya kolaboratif dalam mengidentifikasi dan menjaga kelestarian ekosistem di wilayah Tapanuli. Turut hadir dalam acara tersebut perwakilan dari Balai KSDA Sumatera Utara, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara, para pimpinan perangkat daerah, para Camat, Kepala Desa, serta perwakilan NGO lingkungan hidup.

Baca Juga :  Babinsa Bantu Warga dalam Kegiatan Penimbunan Jalan di Desa

Berita Terkait

Tanpa Tulangan Beton, Tembok Penahan Tanah Sekolah Diduga Langgar Standar Teknis
Proyek Revitalisasi SDN 173391 Sihopong Disorot, Warga Desak Pihak Berwenang Periksa Pelaksanaan
Sosok Ketua DPRD Dimata Komisi 3: Mengedepankan Musyawarah Setiap Keputusan
Pagar Waduk Milik Dinas SDA Provinsi DKI Jakarta Dijarah Maling
KN SAR Ramawijaya Terbakar Saat Perbaikan di Muara Baru Jakut, 10 ABK Selamat
Kepala Kantor BPN Jakarta Utara Menyerahkan Sertifikat PTSL Kepada Warga
Satpol PP Kelurahan Koja Melaksanakan Penertiban Bangli
Bupati Taput Serius Tingkatkan Kualitas Pendidikan Berkelanjutan melalui Maklumat Pelayanan Sekolah
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:15 WIB

Tanpa Tulangan Beton, Tembok Penahan Tanah Sekolah Diduga Langgar Standar Teknis

Sabtu, 25 Juli 2026 - 01:32 WIB

Proyek Revitalisasi SDN 173391 Sihopong Disorot, Warga Desak Pihak Berwenang Periksa Pelaksanaan

Jumat, 24 Juli 2026 - 07:44 WIB

Sosok Ketua DPRD Dimata Komisi 3: Mengedepankan Musyawarah Setiap Keputusan

Jumat, 24 Juli 2026 - 00:49 WIB

Pagar Waduk Milik Dinas SDA Provinsi DKI Jakarta Dijarah Maling

Jumat, 24 Juli 2026 - 00:44 WIB

KN SAR Ramawijaya Terbakar Saat Perbaikan di Muara Baru Jakut, 10 ABK Selamat

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:27 WIB

Kepala Kantor BPN Jakarta Utara Menyerahkan Sertifikat PTSL Kepada Warga

Rabu, 15 Juli 2026 - 14:18 WIB

Satpol PP Kelurahan Koja Melaksanakan Penertiban Bangli

Rabu, 15 Juli 2026 - 13:32 WIB

Bupati Taput Serius Tingkatkan Kualitas Pendidikan Berkelanjutan melalui Maklumat Pelayanan Sekolah

Berita Terbaru

TNI/Polri

Kapolda Metro Jaya Pimpin Sertijab 22 Pejabat Utama

Rabu, 29 Jul 2026 - 21:09 WIB