TAPUT SUMUT, Poskotanews.co.id– Salah satu tradisi buat umat Kristiani yang dilakukan setiap peringatan hari Paskah membersihkan makam orang tua, sanak saudara atau kerabat, sekaligus memanjatkan doa, sudah merupakan kebiasaan sejak dahulunya terutama pada saat menyambut perayaan Paskah.

Terlihat, keluarga besar Op. Moren Lumban Raja gotong royong saat membersihkan salah satu makan di TPU HKBP Siborongborong sudah menjadi tradisi tahun ke tahun.
“Ini makam anak saya, namanya Menres Lumban Raja. Dia sudah tenang di surga bersama Tuhan. Anak saya siampudan (Bontot), ini tradisi buat keluarga setiap tahunnya di bersihkan dan berdoa disini” ucap boru Simbolon sambil menangis yang mengaku sebagai Ibunya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ditempat yang sama, P. Lumban Raja (Op.Moren) mengatakan, ziarah tersebut biasanya dilakukan umat Kristiani usai melaksanakan ibadah Jumat Agung, yakni dimulai dari hari Jumat sampai hari Minggu.

“Kami lakukan ini di setiap hari Paskah bersama keluarga besar. Kalau dulu ini sangat ramai sekali, banyak orang datang untuk membersihkan makan keluarga masing-masing, dan sangat ramai,” kata Op. Moren saat dibincangi di TPU HKBP Siborongborong.
Ia melanjutkan, kebiasaan ziarah tersebut dilakukan sebagai kegiatan rohani umat Kristiani yang percaya bahwa Yesus disalibkan, mati dan dikuburkan, dan pada hari yang ketiga, bangkit di antara orang mati.
”Jadi Paskah merupakan kegiatan sakral bagi umat kristiani, yang diimplementasikan mendalam kepada orang tua, sanak saudara, yang telah lebih dahulu dipanggil pulang oleh Tuhan,” tambahnya.
Ditempat yang berbeda, Keluarga besar Op. Burju Batu Bara, juga adakan ziarah di pemakaman meski disertai panas matahari, namun tidak menyurutkan gotong royong membersihkan makam yang sudah menjadi rutinitas tahunan.

Menurut Op. Burju Pemakaman Keluarga Batu Bara sudah menjadi tradisi turun temurun puluhan tahun.
“Ini juga sebagai bentuk penghormatan, pengingatan, dan doa bagi orang tua serta istri saya Op.Burju boru yang telah meninggal dunia mendahului kita,” ujarnya, sabtu (19/04/2025).
Lestari menambahkan, tradisi ini terus berlanjut dan tetap dipertahankan. “Nanti dibersihkan makam, habis itu berdoa dan minta supaya keluarga semua sehat” pungkas Lestari Batu Bara.















