TAPUT SUMUT, Poskotanews.co.id–
Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS) Mori Centre Silangit salah satunya lembaga pendidikan bahasa Jepang di Tapanuli Raya yang sudah di verifikasi dan terakreditasi dari Kementerian Ketenagakerjaan.

Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Mori Centre yang beralamat di Silangit – Siborong-borong, Tapanuli Utara (Taput) kembali memberangkatkan siswanya magang ke Negeri Sakura Jepang untuk bekerja diberbagai bidang.
Direktur LPK Mori Centre Rijen Alam Sinurat menyebut pihaknya telah memberangkatkan 50 Siswa asuhannya sampai tahap ke 8, untuk mengembangkan ketrampilan dalam berbagai bidang di Negeri Sakura Jepang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

“Terhitung mulai Oktober 2024 hingga kini 15 Mei 2025, LPK Mori Centre sudah memberangkatkan sebanyak 50 Siswa siswi magang yang sudah pembekalan diberangkatkan sudah tahap ke 8,” terang Rijen Alam kepada wartawan. Kamis, (15/05/2025) di kantornya.
Dan kini kata Rijen, sebanyak 4 siswa diberangkatkan lagi.
Empat siswa itu adalah Edi Yanti Kaban dari Kabanjahe, Lampamalhot M Simanullang dari Humbang Hasundutan, Ismed Prayoga dari Sibolga dan Roby Daniel Marbun dari Siborongborong.

Dia juga menjelaskan kalau LPK Mori Centre telah menjalin kerjasama dengan 117 perusahaan industri di 27 provinsi di Jepang.
“Ada 117 perusahaan industri dari berbagai bidang yang kerjasama dengan LPK Mori Centre dalam pemenuhan tenaga kerja, sehingga kita pastikan, setiap siswa yang kita bina peluangnya sangat besar untuk bekerja,” ucapnya.

Menurut Rijen, momentum itu menjadi dasar LPK Mori berinovasi mencetak dan mendidik generasi muda Kawasan Danau Toba untuk berkarya dengan penghasilan memadai di negeri sakura.
Katanya, selama pendidikan di LPK Mori Centre Silangit, ada tujuh kelas pelatihan selama 6 bulan yakni kelas fuji atau perkenalan huruf, kelas tulip atau kelas bahasa Jepang 1.
Lalu kelas himawari atau kelas bahasa Jepang 2, kelas momiji dan kelas sakura atau kelas bahasa Jepang 3 dan 4.
“Kemudian kelas intensive atau kelas persiapan ujian kemampuan dan terakhir kelas kaiwa atau kelas persiapan pra wawancara ke perusahaan Jepang,” tandasnya.

Sementara, orangtua siswa yang diberangkatkan magang ke jepang berharap supaya tetap mempedomani ilmu yang didapat saat bekerja.
“Pesan kami orang tua, jagalah sikap ditempat kalian bekerja. Carilah orang tua kalian disana. Kemudian tetap berkabar. Selalu beri kabar. Buat kami orang tua kalian. Tak lupa kami juga menyampaikan terimakasih kepada semua pengajar dan civitas LPK Mori Centre yang telah mendidik anak anak kami sehingga bisa seperti saat ini,” ujar Manuju Manullang, M Kaban, Ismail dan Andry Marbun selalu orangtua siswa.















