TAPUT SUMUT, Poskotanews.co.id– Perusahaan SHIRASAGI bersama RAPPORT berkunjung langsung dari Jepang ke Siborong-borong, Kabupaten Tapanuli Utara dalam rangka untuk merekrut siswa-siswi LPK Mori yang berpotensi untuk bekerja di Jepang. LPK Mori Silangit di bawah naungan dari PT. AOKI MORI INDONESIA beralamat di Jalan Bandara Silangit, Kabupaten Taput.

Group perusahaan SHIRASAGI terdiri dari 11 Yayasan yang bergabung salah satunya RAPPORT. Perusahaan tersebut di bidang perawatan lansia seperti Panti Jompo.
Kedatangan pimpinan SHIRASAGI, Kiyofumi Yuge didampingi rekannya Hisato Higashi serta Manajer HRD (Human Resource Department) RAPPORT, Rika Maebuchi untuk melihat secara langsung proses pendidikan dan pelatihan siswa di LPK Mori Silangit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Direktur LPK Mori Rijen Alam Sinurat melalui Dirut Pemasaran LPK Mori Silangit, Golmen Lumbanraja saat mendampingi 4 orang mitra kerja dari Jepang mengatakan, kedatangan tamu itu untuk menjajaki kerjasama penempatan siswa bekerja ke Jepang, khususnya di SHIRASAGI dan RAPPORT.

“Tamu kita ini sengaja datang ke LPK Mori untuk melihat langsung proses pendidikan dan pelatihan siswa kita. Tadi setelah kami bawa berkeliling, mereka tertarik dan akan merekrut siswa yang sudah lulus bekerja di yayasan yang mereka pimpin,” kata Pemasaran LPK.
SHIRASAGI dan RAPPORT, lanjut Pemasaran LPK, adalah semacam yayasan Panti Jompo yang merawat para orang tua lanjut usia (Lansia) yang saat ini juga membutuhkan banyak pekerja migran terlatih dan mampu berbahasa Jepang.
“Tamu kita ini sengaja datang ke LPK Mori untuk melihat langsung proses pendidikan dan pelatihan siswa kita. Tadi setelah kami bawa berkeliling, mereka tertarik dan akan merekrut siswa yang sudah lulus bekerja di yayasan yang mereka pimpin,” imbuhnya kamis (18/09/2025).
Jadi mitra kerja di Jepang tidak hanya penempatan pekerja migran di sektor industri, manufaktur, pertanian modern dan rumah sakit dan lain sebagainya. Panti Jompo juga membutuhkan tenaga kerja. Kemudian soal jenis pekerjaan yang tersedia, dari ratusan siswa LPK Mori tentu berbeda-beda minat bidang pekerjaan. Mereka bebas memilih sesuai kuota yang tersedia.

Sembari melihat secara langsung proses pendidikan dan pelatihan, tamu LPK Mori dari Jepang itu kemudian ramah-tamah dan berdiskusi dengan 3 orang siswa yang sudah menyatakan siap ditempatkan bekerja di SHIRASAGI dan RAPPORT. Ketiganya langsung direkrut tinggal menunggu berangkat.
Siswa yang direkrut atas nama Shinta Silaban, Nesa Manullang dan Sarah Lumbantobing.
Sebelumnya, pada hari rabu (17/09/2025), perusahaan SHIRASAGI bersama RAPPORT meminta berkunjung ke salah satu kediaman siswa atas nama Nesa Manullang untuk memastikan pada orang tuanya bahwa perusahaan yang merekrut di pastikan aman bekerja di Jepang.
Orang tua siswa menyambut baik kedatangan tamunya berkunjung langsung ke rumah orang tua yang akan diberangkatkan ke Jepang.
“Tamu kita ini mengunjungi langsung ke rumah orang tua siswa. Mereka meyakinkan bahwa anak-anak yang kita berangkatkan dijamin keselamatannya. Mudah-mudahan ke depan LPK Mori Silangit semakin diminati para user di Jepang, sehingga kita berperan dalam menciptakan lapangan kerja sekaligus mengurangi tingkat pengangguran,” tukasnya.















