TANGERANG, Poskotanews.co.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) secara tegas menyatakan komitmennya untuk mewujudkan predikat Zero Accident (Nihil Kecelakaan) serta menjamin kelancaran arus mudik dan balik selama periode Angkutan Lebaran 2026/1447 Hijriah di seluruh wilayah Kota Tangerang. Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang, Achmad Suhaely, menjelaskan bahwa strategi pengamanan tahun ini akan difokuskan pada pendekatan manajemen lalu lintas yang terpadu, pengawasan ketat terhadap kelaikan kendaraan, serta penguatan koordinasi lintas instansi.
“Target utama kami adalah Zero Accident selama periode Angkutan Lebaran 2026. Upaya ini akan kami lakukan melalui pengawasan yang ketat, optimalisasi seluruh sarana dan prasarana yang ada, serta sinergi yang kuat bersama seluruh stakeholder,” ujar Achmad Suhaely pada Kamis (26/02).

Dalam rangka mencapai target tersebut, Pemkot Tangerang melalui Dishub akan melaksanakan serangkaian langkah strategis. Pertama, dilakukan pemasangan RPPJ Portable (Petunjuk Arah Mudik) di sejumlah ruas jalan utama yang menjadi jalur vital pemudik. Rambu-rambu ini akan ditempatkan di Jalan Daan Mogot, TMP Taruna, Sudirman, Otista, dan KS Tubun untuk mempermudah navigasi para pemudik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kedua, kegiatan Ramp Check dan Pemeriksaan Kelaikan Kendaraan akan menjadi prioritas. Pemeriksaan ini akan dilaksanakan di Terminal Poris Plawad serta berbagai pool bus seperti Rosalia Indah, ALS, dan Hariyanto. Fokus pemeriksaan meliputi kelengkapan administrasi kendaraan, fungsi sistem pengereman, kondisi ban, kelayakan lampu, serta aspek teknis lainnya demi memastikan setiap armada layak jalan.
Ketiga, untuk menjamin kondisi pengemudi, akan dilaksanakan Tes Kesehatan Pengemudi dan Awak Kendaraan. Dishub akan bekerja sama dengan instansi terkait untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dasar dan skrining narkoba. Tujuannya adalah untuk memastikan seluruh pengemudi berada dalam kondisi fisik yang prima dan bebas dari pengaruh zat terlarang.

Keempat, dilakukan Monitoring Sarana dan Prasarana pendukung. Pengecekan kesiapan fasilitas seperti alat penerangan jalan, rambu lalu lintas, serta optimalisasi sistem pengawasan lalu lintas berbasis ATCS (Area Traffic Control System) akan dilakukan secara berkala..
Kelima, pendirian Posko Pengendalian dan Monitoring Angkutan Lebaran di berbagai titik strategis. Posko-posko ini akan didirikan di Kebon Besar, Terminal Poris Plawad, Robinson, Pertigaan Gajah Tunggal, Mall Tangcity, Kebon Nanas, Alam Sutera, dan CBD Ciledug. Selain itu, Dishub juga akan mengoptimalkan Tim Reaksi Cepat, menyediakan mobil derek, barikade, serta traffic cone di jalur utama mudik untuk mengantisipasi dan menangani gangguan lalu lintas secara cepat dan responsif.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk senantiasa mematuhi aturan lalu lintas yang berlaku, memastikan kendaraan yang digunakan dalam kondisi laik jalan, serta menjaga keselamatan selama dalam perjalanan. Keberhasilan mudik yang aman merupakan tanggung jawab kita bersama,” pungkas Suhaely. (*)















