TANGERANG, Poskotanews.co.id – Wali Kota Tangerang H. Sachrudin, menegaskan komitmennya dalam membangun generasi emas Indonesia, khususnya di Kota Tangerang, melalui penguatan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Salah satunya diwujudkan lewat gelaran Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) PAUD tingkat Kota Tangerang Tahun 2026.
Kegiatan yang dibuka langsung oleh Wali Kota di Tang City Mall, Selasa (28/04/2026), menjadi momentum penting dalam menanamkan karakter sejak usia dini.
“Porseni adalah investasi kita untuk generasi emas. Kita tidak sedang mencari siapa yang paling hebat, tetapi sedang menumbuhkan karakter anak-anak kita,” ujar Sachrudin dalam arahannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, Porseni bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan ruang pembelajaran yang membentuk keberanian, kreativitas, dan kepercayaan diri anak.
“Hari ini kita tidak hanya menyaksikan sebuah kegiatan, tetapi melihat wajah masa depan Kota Tangerang yaitu anak-anak yang ceria, berani, cerdas, dan penuh potensi. Di tangan merekalah arah masa depan kota ini akan ditentukan,” imbuhnya.
Sachrudin menekankan, PAUD menjadi fondasi penting yang harus diperkuat agar setiap anak memiliki kesempatan yang setara untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.

Melalui kegiatan seperti Porseni, lanjutnya, anak-anak tidak hanya mengasah kemampuan motorik dan imajinasi, tetapi juga mulai belajar nilai-nilai kehidupan sejak dini.
“Di usia ini, tampil di panggung atau berdiri di garis start adalah bentuk keberanian besar. Dari sini mereka belajar percaya diri, berani berekspresi, menaati aturan, hingga memahami arti menang dan kalah dengan sikap yang bijak,” jelasnya.
Lebih jauh, ia berharap semangat yang terbangun dari Porseni mampu menjadi pemicu lahirnya generasi unggul Kota Tangerang di masa depan.
“Kami ingin anak-anak ini tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter dan siap membawa nama Kota Tangerang ke tingkat yang lebih tinggi,” tuturnya.
Selain itu, Sachrudin, juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, tenaga pendidik, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menciptakan ekosistem PAUD yang berkualitas.
“Kegiatan ini bukan hanya milik anak-anak, tetapi menjadi tanggung jawab bersama untuk memastikan mereka tumbuh dalam lingkungan yang mendukung dan membangun,” pungkasnya. (*)















