NIAS BARAT, Poskotanews.co.id– Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Nias Barat menyalurkan 175 ekor bibit babi kepada enam Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) pada Selasa (12/5/2026). Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan perekonomian desa melalui sektor peternakan.
Kegiatan tersebut merupakan realisasi visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Nias Barat, Eliyunus Waruwu dan Sozisokhi Hia, melalui program “Nias Barat Cerah, Cerdas, Sehat dan Sejahtera”. Fokusnya mendorong kemandirian ekonomi berbasis desa dan ketahanan pangan berkelanjutan.
Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Nias Barat, Eka Setiaman Lomboe, menjelaskan seluruh ternak telah melalui pemeriksaan kesehatan dan karantina ketat sebelum tiba di Nias Barat. Bibit babi didatangkan dari Kabupaten Simalungun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Proses pengadaan dilakukan hati-hati, meliputi analisis risiko dari dinas peternakan dan mengikuti arahan pimpinan daerah. Semua uji laboratorium dan karantina sudah kami kantongi. Buktinya, dari Simalungun hingga tiba di Nias Barat tidak ada kendala,” ujar Eka.
Sebelum penyaluran, DKPPP juga menggelar sosialisasi kepada pengurus BUMDes dan pelatihan teknis untuk pengelola kandang. Dokter hewan dari DKPPP akan melakukan pendampingan rutin untuk memastikan kesehatan ternak terjaga.
Direktur BUMD Kabupaten Nias Barat, Tolosokhi Halawa, menyebut pembagian bibit babi ini merupakan gelombang perdana. Penyaluran akan dilanjutkan bertahap hingga seluruh BUMDes yang memesan bibit melalui BUMD menerima bagiannya.
Ia mengakui pengadaan ternak sebelumnya sering terkendala perizinan. Kali ini, BUMD memastikan bibit yang disalurkan adalah bibit unggul, sehat, dan memiliki pertumbuhan cepat.
BUMD juga berkomitmen mendukung pemasaran hasil ternak BUMDes. “Jika BUMDes kewalahan untuk pemasaran, BUMD siap menampung. Tapi jika BUMDes merasa lebih untung menjual di luar, itu juga lebih baik. Yang penting usaha peternakan masyarakat berkembang dan memberikan keuntungan bagi desa,” kata Tolosokhi.
Dengan tersalurkannya bibit unggul ini, pemerintah daerah berharap muncul peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes) yang signifikan. Setiap ekor babi yang sehat diharapkan menjadi aset yang memutar roda ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja bagi pemuda desa, serta membuka peluang usaha baru bagi pedagang pakan ternak.
Pemkab Nias Barat optimis model kemitraan antara BUMD kabupaten dan BUMDes desa ini bisa menjadi percontohan berkelanjutan. Dengan jaminan penyerapan hasil panen atau kebebasan pemasaran, pengurus BUMDes tidak perlu khawatir terhadap fluktuasi harga pasar.
MG















