Kontroversi Pengadaan Lahan RSUD Tigaraksa: Dugaan Korupsi dan Klaim Tanah 32 Miliar, Pemkab Tangerang Dalam Sorotan!

Rabu, 3 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RSUD Tigaraksa Kabupaten Tangerang.

RSUD Tigaraksa Kabupaten Tangerang.

TANGERANGNEWS.CO.ID, Tangerang | Konsultan Hukum Pemkab Tangerang Deden Syuqron mengklaim bahwa pembelian lahan RSUD Tigaraksa sudah sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP). Dikutip dari sindonews

Lebih lanjut kata deden syuqron, setelah selesai tahapan pengadaaan tanah termasuk pelunasan uang pengadaan tanah, baru kemudian muncul dugaan tanah RSUD yang telah dibeli adalah lahan PSU (Prasarana, Sarana, Utilitas) yang telah diserahkan PT PWS (PT. Panca Wiratama Sakti, Tbk (yang kini pailit) kepada Pemkab Tangerang sebagai bagian dari PSU atau Fasos Fasum.

“Atas dugaan tersebut, Pemkab Tangerang segera mengklarifikasi bahwa lahan RSUD Tigaraksa tersebut bukan merupakan bagian dari PSU-nya PT PWS. Belakangan, kurator PT PWS juga baru mengetahui jika ada klaim tanah RSUD Tigaraksa merupakan lahan PSU-nya PT PWS, yang ternyata setelah dikroscek tanah RSUD Tigaraksa tersebut bukan merupakan lahan PSU-nya PT PWS” tegasnya. (02/07/2024)

Bahkan, lanjut Syuqron, PT PWS merasa belum pernah melepaskan tanahnya pada Pemkab Tangerang melalui proses pengadaan tanah untuk kepentingan pembangunan RSUD Tigaraksa. Dikatakan, melalui beberapa kali cek dan kroscek oleh Pemkab Tangerang dengan melibatkan kurator PT PWS dan pemilik tanah yang melepaskan bidang tanahnya ternyata klaim Kurator PT PWS yang dikonfirmasi Kantor Pertanahan Tigaraksa bahwa benar ada 3 SHM dan 2 SHGB yang overlap dengan SHGB No. 4/ Tigaraksa

“Dari hasil kroscek tersebut, kemudian Pemkab Tangerang melakukan langkah-langkah percepatan pemulihan hak-hak Pemkab untuk memperoleh tanah dari yang berhak. Dan Alhamdulillah, terwujud pengembalian uang pengadaan tanah dari salah satu pemilik tanah di kawasan RSUD Tigaraksa sebesar Rp32.820.980.000 yang kami apresiasi sebagai itikad baik dari pemilik tanah yang ternyata overlap dengan bidang tanah SHGB No4/ Tigaraksa milik PT. PWS,” tuturnya.


Di katakannya lagi bahwa Pemkab Tangerang sendiri terus berupaya agar pengembalian uang pengadaan tanah tersebut segera dilaksanakan, walaupun bersamaan dengan itu telah dilakukan proses penyidikan atas tanah tersebut. Bahwa jika dalam langkah-langkah percepatan pemulihan hak-hak Pemkab Tangerang sampai akhirnya terlaksana pengembalian uang pengadaan tanah tersebut bersamaan dengan dilakukanya proses penyidikan, sepenuhnya Pemkab Tangerang menghormati proses penyidikan dan tidak bermaksud menghalangi proses penyidikan.

Terkait pernyataan Konsultan Hukum Pemkab Tangerang Deden Syuqron yang mengklaim bahwa Pembebasan Lahan sudah sesuai prosedur dan pengembalian uang pengembalian uang pengadaan tanah dari salah satu pemilik tanah di kawasan RSUD Tigaraksa sebesar Rp32.820.980.000 sudah sesuai SOP, Praktisi Hukum dan juga berprofesi sebagai Advokad Ahkwil, SH, Pertanyakan siapa pemilik Tanah di RSUD Tigaraksa yang mengembalikan uang 32 Miliar tersebut, Seperti apa SOP sehingga kelebihan pembayaran tanah bisa sebesar Rp32.820.980.000.

“Sangat perlu kita pertanyakan dan minta penjelasan alasannya uang tersebut dikembalikan, dan masyarakat perlu bukti apakah sudah benar di kembalikan atau hanya sekedar omongan saja?”

Terkait pengembalian uang yang katanya di kembalikan ke kas daerah apakah pihak Aparat Penegak Hukum (APH) dan institusi lain di beritahu dan di libatkan?”

Atas dasar apa KJPP menetapkan harga appraisal seperti yang disampaikan oleh Kabid Perkim?. Tandas Ahkwil

Ahkwil menyayangkan lambannya penyidikan oleh APH seperti Kejaksaan, Kepolisian dan Institusi lain seperti BPN, Inspektorat, Dandim, dan lebih parahnya terjadi pembiaran dan tidak ada tindakan dari Institusi institusi tersebut terkait pengakuan uang sudah di kembalikan ke kas daerah, padahal saat masih dalam pembahasan sampai ke pembebasan mereka mereka semua di libatkan, Akan tetapi saat ada kesalahan atau kelebihan atau pengembalian tidak ada informasi ataupun pemberitahuan ke institusi mereka.

“Padahal uang tersebut di duga di kembalikan Saat adanya penyidikan dari Kejaksaan Negri Tigaraksa, Kabupaten Tangerang terkait dugaan tindak Pidana Korupsi di pembelian lahan RSUD Tigaraksa bahkan kabarnya sudah lebih dari setahun kasus terkatung katung alias tidak jelas, padahal sudah melakukan pemanggilan puluhan orang

Terakhir Ahkwil menjelaskan bahwa Kalau tanah milik PT. PWS yang sdh dipailitkan seharusnya Pemda Kabupaten Tangerang melakukan pembebasan untuk pengadaan lahan RSUD dengan Kurator dan didampingi oleh hakim pengawas yang ditunjuk berdasarkan keputusan pengadilan Niaga Jakarta Pusat tahun 2013. Kemudian pertanyakan apakah anggaran boleh digunakan untuk pembangunan diatas lahan yang kepemilikannya belum jelas. Tutupnya. (JK)

Baca Juga :  Polresta Tangerang Cek Lokasi yang Diduga Menyimpan Bahan Bakar Minyak Jenis Solar

Berita Terkait

Bimtek ASWAKADA, Maryono Tegaskan Penguatan Tata Kelola dan Pelayanan Publik Berdampak
Sosok Ketua DPRD Dimata Komisi 3: Mengedepankan Musyawarah Setiap Keputusan
Anggota Komisi I DPRD Kota Tangerang Terima Aspirasi Permasalahan Air dan Galian Liar
Sachrudin Apresiasi Media Hadirkan Ruang Kompetisi Positif bagi Pelajar
Di Tengah Tantangan Ekonomi, Pemkot Tangerang Bayarkan Jaminan Sosial bagi 22.865 Pekerja Rentan
Wujudkan Pelayanan Prima, Maryono Dorong ASN Jadi Komunikator yang Efektif
MoU BUMD dan Kejari, Sachrudin: Upaya Peningkatan Tata Kelola dan Pelayanan  
Ratusan Warga Tangerang Diterima Kerja di Jepang, Sachrudin: SDM Kota Tangerang Makin Dilirik Dunia
Berita ini 84 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:48 WIB

Bimtek ASWAKADA, Maryono Tegaskan Penguatan Tata Kelola dan Pelayanan Publik Berdampak

Kamis, 23 Juli 2026 - 21:32 WIB

Sosok Ketua DPRD Dimata Komisi 3: Mengedepankan Musyawarah Setiap Keputusan

Selasa, 23 Juni 2026 - 14:42 WIB

Anggota Komisi I DPRD Kota Tangerang Terima Aspirasi Permasalahan Air dan Galian Liar

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:58 WIB

Sachrudin Apresiasi Media Hadirkan Ruang Kompetisi Positif bagi Pelajar

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:49 WIB

Di Tengah Tantangan Ekonomi, Pemkot Tangerang Bayarkan Jaminan Sosial bagi 22.865 Pekerja Rentan

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:23 WIB

Wujudkan Pelayanan Prima, Maryono Dorong ASN Jadi Komunikator yang Efektif

Selasa, 9 Juni 2026 - 17:02 WIB

MoU BUMD dan Kejari, Sachrudin: Upaya Peningkatan Tata Kelola dan Pelayanan  

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:44 WIB

Ratusan Warga Tangerang Diterima Kerja di Jepang, Sachrudin: SDM Kota Tangerang Makin Dilirik Dunia

Berita Terbaru