NIAS BARAT, Poskotanews.co.id – Kabupaten Nias Barat akan menjadi saksi penyatuan dua keluarga besar dalam perayaan pernikahan yang memadukan nilai spiritual dan kearifan lokal. Pasangan Desa Timura Gulo, S.E. dan Lidia Saligusmina Waruwu, S.E. menggelar rangkaian acara pernikahan selama tiga hari pada 21, 23, dan 25 April 2026.
Rangkaian dimulai dengan pemberkatan nikah pada Selasa, 21 April 2026, pukul 10.00 WIB di Gereja Stasi St. Helena Onolimbu. Mempelai pria merupakan putra keenam dari Bapak Yari Gulo, sementara mempelai wanita adalah putri ketiga dari Bapak Iman Waruwu. Keduanya meneguhkan komitmen membangun rumah tangga dalam iman dengan mengusung tema “Berkat Kekal” berdasarkan 1 Tawarikh 17:27.
Prosesi dilanjutkan dengan acara adat Nias pada Kamis, 23 April 2026, pukul 13.00 WIB di kediaman mempelai wanita di Desa Onolimbu, Kecamatan Lahomi. Tahapan ini menghadirkan tradisi famotu atau nasihat adat, serta pertukaran simbol kekerabatan sebagai inti penyatuan dua marga besar, Gulo dan Waruwu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kehadiran TMC (Tim Menyala Community) yang turut diundang menambah semarak suasana kebersamaan. Partisipasi komunitas tersebut menjadi simbol kuatnya persaudaraan dan silaturahmi di tengah masyarakat.
Puncak rangkaian ditutup dengan acara syukuran pada Sabtu, 25 April 2026, pukul 13.00 WIB di kediaman mempelai pria di Loloanaa, Desa Hilifadolo, Kecamatan Moro’o. Acara ini terbuka untuk umum sebagai ungkapan terima kasih kepada masyarakat, tokoh adat, dan seluruh kerabat.
Semangat kebersamaan dalam pernikahan ini sejalan dengan Firman Tuhan: “Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.” (Kolose 3:14)
Ayat tersebut meneguhkan makna pernikahan sebagai penyatuan dua insan sekaligus dua keluarga besar dalam kasih, iman, dan persaudaraan.
Perwakilan panitia menyampaikan bahwa kehadiran para undangan merupakan kehormatan sekaligus doa restu bagi kedua mempelai. Dukungan keluarga besar, termasuk mengenang almarhum Bapak Jeko Gulo, menjadi bagian dari kuatnya nilai silaturahmi dalam perayaan ini.
Dengan perpaduan pemberkatan gereja, khidmatnya adat Nias, serta kebersamaan seluruh elemen masyarakat termasuk TMC Menyala, pernikahan ini diharapkan menjadi momen sukacita yang mempererat persaudaraan di Nias Barat.
MG















