Makan Tradisional “Laksa Nyai”, Tionghoa dan Melayu Sejarah Kota Tangerang

Jumat, 14 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANGERANG, Poskotanews.co.id – Tidak terbantahkan, laksa menjadi salah satu kuliner paling melegenda di Kota Tangerang. Tidak hanya kuliner biasa, laksa merupakan makanan tradisional yang tercipta lewat akulturasi budaya antara Tionghoa dan Melayu yang berkembang seiring perjalanan sejarah Kota Tangerang.

Istilah penyebutan mi laksa sendiri tidak serta merta eksis. Berdasarkan pelacakan panjang mengenai makanan tradisional khas Kota Tangerang tersebut, istilah “laksa” diambil dari bahasa Sanskerta yang berarti “banyak.” Hal ini merujuk pada komposisi pembuatan mi laksa yang terdiri dari banyak bumbu dapur serta dicampur kuah kuning kental serupa opor.

Baca Juga :  Pesta Durian Palembang, Nikmati Durian Asli Matang di Pohon dengan Harga Terjangkau

“Laksa di Kota Tangerang sudah berkembang sejak ratusan tahun lalu. Baru, sejak tahun 1970-an, mi laksa mulai banyak dijajakan oleh para pedagang keliling dari kampung ke kampung di Kota Tangerang,” dikutip dari situs Indonesia.go.id miliki Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat ini, laksa Tangerang memiliki dua jenis kriteria yang kian memperkaya cita rasa dan nilai budaya yang terkandung dalam seporsi kuliner favorit masyarakat Kota Tangerang dan sekitarnya tersebut.

Baca Juga :  Manager The Rooftop Coffee and Resto, Birzan Gimtiar Julmiko : Sensasi Nongkrong

Bersumber dari situs yang sama, kedua jenis kriteria mi laksa Tangerang adalah “Laksa Nyai” yang dibuat oleh kaum pribumi Tangerang yang kental dengan penggunaan bumbu-bumbu dan rempah-rempah lokal yang khas, sedangkan “Laksa Nyonya” yang dibuat oleh kaum peranakan Tionghoa menggabungkan cita rasa pedas dan gurih kuah seperti kuliner peranakan pada umumnya.

Baca Juga :  Nikmatnya Sambal Khas Rumahan di Awal Tahun 2024

“Kedua jenis laksa ini cenderung memiliki cita rasa yang sama, Laksa Nyai bisa didapatkan di samping POM Bensin Babakan Cikokol, sementara Laksa Nyonya ada di sekitar Pasar Lama Kota Tangerang,” dikutip dari sumber yang sama.

Saat ini, laksa berkembang menjadi salah satu destinasi wisata kuliner paling recommended di Kota Tangerang. Terlebih, laksa telah ditetapkan menjadi Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) dari Kota Tangerang sejak 2023 kemarin. (Humas/*).

Berita Terkait

Pemilik Warung Bakso Pojok Sari dan Candra Lansia yang Dituding Jukir Liar Akhirnya Minta Maaf
ER’S Nasi Tempong & Cafe: Kuliner Banyuwangi di Tengah Tangerang Selatan
Sedap!!! Ini Masakan Cita Rasa Asli Khas Semarang di Kota Tangerang
Kyriad Hotel Airport, Hikmati Menu Spesial Rasa Nusantara
Untuk Tempat Kongkow di Modernland Kota Tangerang, Loteng Cafe dan Makanan Nusantara Tersedia
Ayo Bagi Warga Kota Tangerang, Sate Maranggi Sarebu Rasa Disajikan
Manager The Rooftop Coffee and Resto, Birzan Gimtiar Julmiko : Sensasi Nongkrong
Cafe Jalur Singgah (JS ) Sepatan Menjadi Saksi Acara HUT Muhammad Hazizie Chrysandi
Berita ini 59 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 12 Februari 2026 - 00:20 WIB

Pemilik Warung Bakso Pojok Sari dan Candra Lansia yang Dituding Jukir Liar Akhirnya Minta Maaf

Jumat, 14 Februari 2025 - 16:38 WIB

Makan Tradisional “Laksa Nyai”, Tionghoa dan Melayu Sejarah Kota Tangerang

Kamis, 9 Januari 2025 - 12:33 WIB

ER’S Nasi Tempong & Cafe: Kuliner Banyuwangi di Tengah Tangerang Selatan

Jumat, 20 Desember 2024 - 20:24 WIB

Sedap!!! Ini Masakan Cita Rasa Asli Khas Semarang di Kota Tangerang

Selasa, 3 Desember 2024 - 19:11 WIB

Kyriad Hotel Airport, Hikmati Menu Spesial Rasa Nusantara

Jumat, 15 November 2024 - 11:32 WIB

Untuk Tempat Kongkow di Modernland Kota Tangerang, Loteng Cafe dan Makanan Nusantara Tersedia

Senin, 11 November 2024 - 20:35 WIB

Ayo Bagi Warga Kota Tangerang, Sate Maranggi Sarebu Rasa Disajikan

Selasa, 29 Oktober 2024 - 21:10 WIB

Manager The Rooftop Coffee and Resto, Birzan Gimtiar Julmiko : Sensasi Nongkrong

Berita Terbaru

Pendidikan

Sachrudin: Guru, Fondasi Utama Kemajuan Bangsa

Senin, 20 Apr 2026 - 18:07 WIB

Duka

PPBNI DPAC dan DPRT Sekecamatan Cikupa Berduka

Minggu, 19 Apr 2026 - 23:51 WIB