HILIMBUASI NIAS BARAT, Poskotanews.co.id- Hujan deras yang terus mengguyur wilayah Hilimbuasi membuat pekerjaan pengaspalan jalan menghadapi risiko serius. Aspal yang diterapkan saat hujan menjadi dingin dan tidak lengket, sehingga tidak memenuhi standar teknis dan menurunkan daya tahan jalan. Kondisi ini jelas mengancam keselamatan masyarakat yang sehari-hari menggunakan jalan tersebut.
Pimpinan daerah setempat diharapkan segera bertindak. Pengawasan yang ketat dan evaluasi kualitas pekerjaan menjadi mutlak, agar proyek tidak sekadar selesai secara fisik tetapi juga berkualitas dan aman untuk masyarakat. Pekerjaan konstruksi bukan hanya soal cepatnya penyelesaian, tetapi integritas, kualitas, dan keselamatan harus menjadi prioritas utama.
Selain itu, sesuai UU Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi, setiap pelaksanaan konstruksi wajib dilakukan dengan aman, berkualitas, dan sesuai standar teknis. Kelalaian kontraktor maupun pengawas proyek, terutama saat hujan deras, dapat menjadi dasar pertanggungjawaban hukum, baik administratif maupun pidana.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Masyarakat Hilimbuasi berhak mendapatkan jalan yang aman, tahan lama, dan bermanfaat. Tidak ada ruang bagi pekerjaan asal jadi. Oleh karena itu, pimpinan daerah diharapkan mengambil langkah konkret, termasuk pemeriksaan ulang kualitas pekerjaan, evaluasi kontraktor, dan penerapan sanksi bila ditemukan pelanggaran.
Keseriusan pemerintah daerah dalam menegakkan standar teknis akan menjadi cermin integritas dan tanggung jawab terhadap keselamatan publik. Jalan bukan sekadar proyek fisik, tetapi bagian dari hak masyarakat untuk mendapatkan layanan infrastruktur yang layak dan aman.
MG















