JAKARTA, Poskotanews.co.id- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo resmi menerima tanda kehormatan Adhi Bhakti Senapati dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Penghargaan tertinggi ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi besar Kapolri dalam memperkuat kolaborasi lintas lembaga,
khususnya dalam menjaga pertahanan dan keamanan di ruang siber nasional.
“Bagi saya ini adalah penghargaan yang sangat luar biasa. Ini menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus meningkatkan kolaborasi dan sinergisitas. Apalagi Bapak Presiden telah menyampaikan bahwa kita harus bersatu dalam menghadapi berbagai tantangan,” ujar Jenderal Sigit usai menerima tanda kehormatan Adhi Bhakti Senapati langsung disematkan Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Nugroho Sulistyo Budi, di Jakarta, Rabu (6/5/2026).
Penghargaan ini menjadi momentum krusial bagi Polri untuk mempererat kerja sama dengan BSSN guna menjalankan arahan Presiden terkait penguatan kedaulatan negara. Fokus utama ke depan adalah menyelaraskan langkah dalam menghadapi dinamika ancaman siber yang kian kompleks dan memerlukan respons cepat serta terpadu dari berbagai instansi keamanan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Bagi saya ini adalah penghargaan yang sangat luar biasa. Ini menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus meningkatkan kolaborasi dan sinergisitas. Apalagi Bapak Presiden telah menyampaikan bahwa kita harus bersatu dalam menghadapi berbagai tantangan,” jelasnya.
Jenderal Sigit menegaskan bahwa ancaman siber merupakan salah satu tantangan terbesar bagi Indonesia di masa depan. Menghadapi hal tersebut, Polri telah menyiapkan peta jalan strategis yang mencakup penguatan literasi digital di masyarakat, peningkatan kualitas SDM kepolisian, hingga pengembangan sistem teknologi keamanan yang lebih andal.
“Kita harus bersama-sama menjaga ruang siber, mulai dari literasi, penguatan SDM, pembangunan sistem keamanan, hingga penegakan hukum terhadap pelaku kejahatan siber,” tegas Kapolri.
Sebagai penutup, Kapolri mengingatkan bahwa kedaulatan negara di era digital tidak bisa dijaga oleh satu instansi saja. Diperlukan integrasi yang kuat antara Polri, BSSN, TNI, dan seluruh pemangku kepentingan terkait demi memastikan ruang siber Indonesia tetap aman dan terlindungi dari ancaman domestik maupun global.
“Kolaborasi dan sinergisitas menjadi kunci sukses untuk menjaga kedaulatan di bidang keamanan,” pungkasnya.
Patupa/ Humas















