TAPUT SUMUT, Poskotanews.co.id– Adanya pemberitaan salah satu media online yang menyebutkan bahwa Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tarutung tersandung skandal gelap. Aktivitas ilegal “Lodes” atau “Parengkol dan “Kolusi Terselubung”.
Karutan Tarutung Evan Sembiring membantah keras melalui Kepala Satuan Pengamanan (Kpr) Rumah Tahanan Negara (Rutan) J. Naibaho, bahwa pemberitaan itu tidak benar, hoax, sumber nama tersebut tidak ada disini.
“Tidak benar itu lae, sudah keterlaluan berita itu. Di Rutan Tarutung tidak pernah ada ritual haram yang mengalirkan uang ilegal, bahkan nama- nama yang disebut di pemberitaan tidak ada disini” tegas KPR J. Naibaho, selasa (18/02/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebelumnya, salah satu media online yang menerbitkan berita dengan isi “Ritual haram yang mengalirkan uang ilegal, diduga masih merajalela di balik tembok besi penjara itu. Lebih mengejutkan, praktik ini disebut melibatkan “Kolusi Terselubung” antara narapidana dan oknum petugas rutan. Sebuah sumber rahasia membongkar jaringan kotor ini kepada redaksi, mengungkap daftar nama narapidana yang menjadi aktor utama, serta aliran uang ilegal yang “menghidupi” sistem korup di dalamnya.
Sumber informasi yang enggan disebutkan namanya menggambarkan Rutan Tarutung layaknya “Kerajaan Bawah Tanah”. Blok A1 dan B disebut sebagai episentrum praktik ilegal ini. “Lodes di sini sudah jadi tradisi hitam. Kamar 01 sampai 12 di Blok A1 semuanya terlibat. Mustahil diberantas karena banyak tangan kotor yang diuntungkan,” ujarnya dengan suara bergetar.
Sumber tersebut membocorkan daftar narapidana yang diduga menjadi otak operasi:
– Andi Cina (Kamar 04 Blok B),
– Feri (Kamar 05 Blok B),
– Kevin, Arul, Akbar, Dori, dan Kewel (Blok A1).
“Para bos ini mengontrol segalanya. Mereka bukan sekadar narapidana, tapi penguasa bayangan di balik sel,” tegas sumber.
Yang lebih mencengangkan, praktik ilegal ini ternyata “Dilindungi Sistem” .Sumber mengaku, para narapidana telah melobi oknum petugas rutan dalam “Kesepakatan Setan”, uang hasil “lodes” dibagi sesuai porsi setelah transaksi. “Ini bukan lagi rahasia. Semua terjadi karena tau sama tau. Uang haram itu mengalir deras ke kantong oknum,” paparnya lirih.















