TAPUT SUMUT, Poskotanews.co.id– Memasuki usia ke-27 tahun, SMA PGRI 20 Siborongborong terus berbenah untuk meningkatkan mutu pembelajaran. Sekolah yang berdiri sejak 21 Mei 1999 ini kini menjadi salah satu pilihan utama bagi calon siswa di Tapanuli Utara.
“Dulu kami pernah mendirikan SMK PGRI 16 dengan satu kelas jurusan bisnis. Saat itu sempat dilaporkan ke Pemkab Taput terkait perizinan dan diminta denda Rp1 miliar. Tapi itu tidak terjadi karena kami jalankan dengan jujur, agar orang tua tidak perlu menyekolahkan anaknya ke luar Siborongborong. Padahal saat itu izinnya sudah hampir selesai,” ujar Kepala Sekolah SMA PGRI 20 Siborongborong, Drs. Alpa Simanjuntak, di sela acara HUT ke-27, Kamis (21/5/2026).

Menurut Alpa, dulu SMA PGRI 20 kerap dianggap hanya sebagai sekolah penampung siswa yang tidak lulus di SMA negeri. Kini stigma itu sudah berubah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sekarang tidak lagi. Kami sudah menjadi salah satu sekolah pilihan bagi para siswa. Paradigma itu sudah berubah,” katanya.
Meski berstatus swasta, SMA PGRI 20 Siborongborong dinilai mampu bersaing dengan sekolah negeri. Hal ini terlihat dari prestasi siswa dan banyaknya alumni yang melanjutkan studi hingga ke luar negeri, seperti Australia.
“Kepada siswa, kami selalu tanamkan untuk berbenah diri dan bersungguh-sungguh dalam mewujudkan impian. Status swasta atau negeri tidak menentukan keberhasilan seseorang. Yang menentukan adalah semangat dan kerja keras,” lanjut Alpa.

Penasihat sekolah, Drs. Parinton Simanjuntak, turut berpesan agar siswa menjauhi narkoba dan fokus pada pendidikan.
“Belajarlah sungguh-sungguh, raih cita-citamu setinggi-tingginya, jangan pernah terjerumus pada narkoba,” harapnya.
Puncak peringatan HUT ke-27 digelar di lapangan SMA PGRI 20, Jl. Siborongborong–Tarutung, Desa Sitabo-tabo, Kabupaten Tapanuli Utara. Acara dihadiri Drs. Poltak Simamora, Drs. Parinton Simanjuntak, Direktur LPK Mori Silangit Rijen Alam Sinurat, serta para guru, siswa, dan orang tua.
Rangkaian acara diisi dengan penampilan tor-tor, tari-tarian, dan pertunjukan menyanyi.
Direktur LPK Mori, Rijen Alam Sinurat, menyampaikan bahwa ulang tahun sekolah bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan momentum untuk mengevaluasi langkah dan kontribusi bagi pendidikan di Siborongborong.
“Kami dari keluarga besar LPK Mori Centre mengucapkan terima kasih kepada seluruh guru dan staf yang telah mendedikasikan waktu dan tenaga demi mendidik anak-anak kita. Untuk para siswa, jadikan momen ini sebagai pembakar semangat agar terus belajar, berinovasi, dan menjaga nama baik sekolah di mana pun berada,” ujarnya.
“Mari kita bergandengan tangan membawa SMA PGRI 20 Siborongborong menjadi sekolah yang semakin unggul, berkarakter, mandiri, dan berdaya saing tinggi,” tutup Rijen.















