MEDAN SUMUT, Poskotanews.co.id– Dalam upaya mencegah keberangkatan Pekerja Migran Indonesia asal Sumatera Utara secara non-prosedural, Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Sumut menggelar Rapat Koordinasi Pembentukan Layanan Terpadu Satu Atap. Rabu (03/06/2026) di Aula Disnaker Sumut, Jl. Asrama No. 143 Medan.
Kadisnaker Sumut Yuliana Siregar mengundang sejumlah instansi terkait, antara lain: Dirintelkam Polda Sumut, Kadis Dukcapil Sumut, Kanwil Imigrasi, Kepala BPJS Ketenagakerjaan, BP3MI, Dir RS Haji Medan, PT Bank Sumut, Asosiasi P3MI, P3MI, serta beberapa LPK seperti LPK Mori Centre, LPK Hikari Sumut, Nishida Group Indonesia, Yayasan Eru Putra Indonesia, LPK Koufoku Indonesia, dan lainnya. Sebagian hadir secara daring.
“Diperlukan adanya satu layanan untuk pengurusan dokumen secara terpadu. Kami berharap pembentukan LTSA dibantu setiap instansi terkait dan dikejar supaya terealisasi. Ini untuk menghindari kendala pekerja migran ke luar negeri sekaligus mengurangi angka pengangguran di Sumut. Pak Gubernur sudah menyiapkan Gedung Dekranasda Sumut sebagai lokasi LTSA,” tegas Yuliana Kadisnaker Sumut.
Perwakilan Bank Sumut menyatakan kesiapan mendukung PMI melalui pinjaman KUR. “Kami sediakan Rp15 miliar di tahun ini untuk 500 siswa, dan tahun berikutnya akan dikucurkan lebih banyak lagi,” jelasnya.
Pimpinan LPK Mori Centre Rijen Alam Sinurat menyampaikan apresiasi atas program LTSA. Ia juga menyampaikan masukan dan keluhan terkait pengurusan paspor dan medical check up.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami berterima kasih pada Pemprov Sumut atas program LTSA melalui Disnaker. Apresiasi juga untuk Bank Sumut yang mengucurkan dana KUR bagi calon PMI. Harapan kami, anak muda Sumut tidak takut berkarir di Jepang karena sudah ada bantuan KUR,” tutup Rijen.
LTSA nantinya akan menjadi wadah pengurusan dokumen PMI secara terpadu dalam satu gedung, sehingga proses lebih cepat, transparan, dan menekan keberangkatan non-prosedural.















