Merasa Terusik, Para Santri Pondok Pesantren Tajul Hayat Minta Cafe Soca Cisoka Ditutup

Kamis, 26 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANGERANG, Poskotanews.co.id – Para santri Pondok Pesantren Tajul Hayat yang berlokasi dibelakang Cafe Soca Cisoka Kampung Saga Caringin, Desa Cisoka, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, Banten. Mereka merasa terusik saat sedang mengaji atau istirahat terdengar suara musik yang begitu kencang dan tidak tahu aturan waktu malam pukul 01.00 WIB, masih terdengar kencang musik, Kamis (26/12/2024).

HA salah satu santri saat diwawancara awak media bahwa, pihak Cafe Soca diduga belum ada ijin ke Pondok Tajul Hayat dan pernah Cafe Soca saat sedang beraktivitas dengan musik kecang saking terusik dan geram dilempar batu oleh santri, dan ada salah satu kepercayaannya yang datang untuk tidak lagi mengusik aktivitas Cafe Soca, karena pihak santri berpikir takut dengan bahasanya bekingan Cafe Soca, mereka hanya bisa diam walau hati kesal.

Baca Juga :  SMSI Sambut HPN 2026 Banten Dengan "Monumen Pers Siber" Pertama, Wali Kota Robinsar: Bukti Sejarah Lahirnya SMSI

“Kami para santri merasa terganggu dari suara suara musik, kita minta jangan ngeganggu kalo dan ijin kepondok belum ada yang kita tau itu usaha kafe aja kafe buat ngopi gak tau bahwa ada minum minuman keras atau seperti diskotik ada musik dj nya, dengan adanya penjualan minuman keras dan usaha bukan kafe atau diskotik kami para santri minta APH untuk ditutup, kalo tidak ditutup kami santri dari cisoka, yang akan menutup ,” tegas HA.

Masih dengan (HA) “kami para santri mau minta persetujuan warga yang lain yang merasa terganggu kita dan nanti kita akan mendobrak,” Geramnya.

(Agi)

Berita Terkait

Kasus Tersangka Pengecer Helm BV, Kompolnas Surati Kapolda Metro Jaya
Berkas Belum Lengkap, Tersangka Kasus Helm Dinyatakan DPO oleh Penyidik Polda Metro Jaya
Tersangka Kasus Merek Helm Jalani Wajib Lapor 7 Bulan, Kuasa Hukum Soroti Kejanggalan Proses Penyidikan
Catut Nama Ketua PWI Kota Tangerang untuk Minta Uang ke Wali Kota, Oknum Mengaku Wartawan Diamankan
Ngaku Sepupu Ketua PWI Kota Tangerang, Pria Berinisial K Minta Bantuan ke Wali Kota
Polres Metro Jakarta Utara Bongkar Home Industry Happy Water 4 Tersangka Ditangkap
Tujuh Bulan Wajib Lapor, Tersangka Pengecer Helm Keluhkan Kasus Mandek di Krimsus Polda Metro
Ketua Gugus X SDN Tambun Selatan Heni Kuryati, S.Pd, Kemitraan Kolektif Hanya Melanjutkan Kebijakan Sebelumnya
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 12:51 WIB

Kasus Tersangka Pengecer Helm BV, Kompolnas Surati Kapolda Metro Jaya

Rabu, 20 Mei 2026 - 19:26 WIB

Berkas Belum Lengkap, Tersangka Kasus Helm Dinyatakan DPO oleh Penyidik Polda Metro Jaya

Selasa, 19 Mei 2026 - 10:43 WIB

Tersangka Kasus Merek Helm Jalani Wajib Lapor 7 Bulan, Kuasa Hukum Soroti Kejanggalan Proses Penyidikan

Senin, 18 Mei 2026 - 23:54 WIB

Catut Nama Ketua PWI Kota Tangerang untuk Minta Uang ke Wali Kota, Oknum Mengaku Wartawan Diamankan

Sabtu, 16 Mei 2026 - 10:40 WIB

Ngaku Sepupu Ketua PWI Kota Tangerang, Pria Berinisial K Minta Bantuan ke Wali Kota

Kamis, 14 Mei 2026 - 09:13 WIB

Polres Metro Jakarta Utara Bongkar Home Industry Happy Water 4 Tersangka Ditangkap

Senin, 11 Mei 2026 - 21:13 WIB

Tujuh Bulan Wajib Lapor, Tersangka Pengecer Helm Keluhkan Kasus Mandek di Krimsus Polda Metro

Kamis, 7 Mei 2026 - 10:38 WIB

Ketua Gugus X SDN Tambun Selatan Heni Kuryati, S.Pd, Kemitraan Kolektif Hanya Melanjutkan Kebijakan Sebelumnya

Berita Terbaru

Hukum & Kriminal

Kasus Tersangka Pengecer Helm BV, Kompolnas Surati Kapolda Metro Jaya

Senin, 25 Mei 2026 - 12:51 WIB