TAPUT SUMUT, Poskotanews.co.id–
Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS) Mori Centre Silangit dibawah naungan dari PT. Aoki Mori Indonesia itu bergerak dibidang pelatihan kerja ke luar negeri dan salah satu lembaga pendidikan bahasa Jepang di Tapanuli Raya yang sudah di verifikasi dan terakreditasi dari Kementerian Ketenagakerjaan.

Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Mori Centre yang beralamat di Silangit – Siborong-borong, Tapanuli Utara (Taput) kembali memberangkatkan siswa angkatan 9 (sembilan) ke Negeri Sakura Jepang untuk bekerja diberbagai bidang.
Direktur LPK Mori Centre Rijen Alam Sinurat menyebut pihaknya telah memberangkatkan 59 siswa asuhannya sampai tahap ke 9, untuk mengembangkan ketrampilan dalam berbagai bidang di Negeri Sakura Jepang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

“Terhitung mulai Oktober 2024 hingga kini senin 23 Juni 2025, LPK Mori Centre sudah memberangkatkan sebanyak 59 siswa siswi magang yang sudah pembekalan diberangkatkan sudah tahap ke 9 dan angkatan ke 10 rencananya akan berangkatkan 12 orang untuk di bulan july pada tanggal 13 nanti, dan acara dilakukan kembali dengan hal yang sama,” terang Rijen Alam Sinurat. Senin, (23/05/2025) di kantornya.

Tiga orang siswa yang diberangkatkan atas nama:
1. Mona Eni Agus Sitorus. Asal dari Toba Samosir.
2. Bangun Sanjaya Simanjuntak. Asal Tapanuli Utara
3. Krisjon Napitupulu. Asal dari Toba Samosir.
Dia juga menjelaskan kalau LPK Mori Centre dibawah naungan dari PT. Aoki Mori Indonesia dan telah menjalin kerjasama dengan 117 perusahaan industri di 27 provinsi di Jepang.
“Ada 117 perusahaan industri dari berbagai bidang yang kerjasama dengan LPK Mori Centre dalam pemenuhan tenaga kerja, sehingga kita pastikan, setiap siswa yang kita bina peluangnya sangat besar untuk bekerja,” ucapnya.

Menurut Rijen, momentum itu menjadi dasar LPK Mori berinovasi mencetak dan mendidik generasi muda untuk berkarya dengan penghasilan memadai di negeri sakura.
Sementara, bagian bidang hukum dari PT. Aoki Mori Indonesia Ridwan Siringo S.H, M.H, menyampaikan dan berpesan agar mengingat bahwa ada petuah mengatakan ” DIMANA TANAH DI PIJAK DISITU LANGIT DI JUNJUNG ” yang artinya para siswa- siswi yang berangkat agar menaati aturan dan peraturan yang berlaku di tempat yang di tuju di Negara Jepang.
.
“Jaga nama baik selaku pekerja dan tidak bertentangan dengan hukum di Negara tersebut. Kalau di Jepang lebih ketat bahkan hukuman mati, yang artinya disana dilakukan bekerja sesuai dengan SOP perusahaan tersebut. Saya juga sampaikan selamat pada ke tiga siswa-siswi yang mau berangkat, jaga marwah lembaga dan diri masing-masing kejar mimpimu” papar Ridwan.

Terpisah, salah satu orangtua siswa yang diberangkatkan magang ke jepang berharap supaya tetap mempedomani ilmu yang didapat saat bekerja. Dan jangan pernah putus hubungan komunikasi.
“Pesan kami orang tua, jagalah sikap ditempat kalian bekerja. Carilah orang tua kalian disana. Kemudian tetap berkabar. Selalu beri kabar. Buat kami orang tua kalian. Tak lupa kami juga menyampaikan terimakasih kepada semua pengajar LPK Mori Centre yang telah mendidik anak anak kami sehingga bisa seperti ini” ujar boru Sitorus salah satu yang mewakili orang tua siswa.















