WNA Korea Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Rumahnya Grand Wisata Tambun Selatan

Jumat, 29 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BEKASI, Poskotanews.co.id– Seorang Warga Negara Asing asal Korea ditemukan meninggal dunia bersimbah darah di rumahnya, Kompleks Grand Wisata, Desa Lambangsari, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Korban diperkirakan meninggal pada Rabu, 27/5/2026.

Berdasarkan informasi dari pihak keluarga, korban pertama kali ditemukan oleh anaknya, QS. Saat pulang ke rumah, QS mendapati ayahnya tersungkur dengan tubuh bersimbah darah. Kondisi rumah tampak berantakan dan terdapat bercak darah mulai dari kamar mandi hingga ruang makan. Di samping tubuh korban ditemukan sebuah barbel. Namun pintu rumah dalam keadaan terkunci.

Baca Juga :  Polres Metro Jakarta Selatan Ungkap Pabrik Kosmetik Ilegal di Kota Bekasi

Hingga saat ini Polsek Tambun Selatan belum memberikan keterangan resmi. Informasi sementara, jenazah korban telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta untuk diotopsi guna memastikan penyebab kematian.

Kapolres Metro Bekasi KBP Sumarni, SIK melalui pesan WhatsApp membenarkan adanya kejadian tersebut. “Nanti kami rilis ya, sedang dalam penyelidikan,” tegasnya pada Kamis, 28/5/2026.

Dari informasi yang beredar, korban pernah menikah dengan JM dan memiliki 4 orang anak. Keduanya telah bercerai. Setelah itu korban menikah lagi dengan SL, yang saat ini menjabat Ketua DPC PDIP dan tengah tersandung kasus hukum.

Baca Juga :  Kejaksaan Negeri Humbahas Tetapkan 2 Orang Tersangka Dugaan Tindak Pidana Korupsi

Keluarga korban diketahui memiliki sejumlah aset dan perusahaan. Dugaan pembunuhan masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

Sementara itu, Kepala Desa Lambangsari, Pipit, membenarkan kejadian tersebut melalui pesan WhatsApp. Namun untuk urusan rumah tangga korban, ia mengaku tidak mengetahui.

Patupa Pakpahan

Berita Terkait

Cegah Begal dan Curanmor, Polres Metro Jakarta Utara Gelar Razia Stasioner di Danau Sunter
Kasus Tersangka Pengecer Helm BV, Kompolnas Surati Kapolda Metro Jaya
Berkas Belum Lengkap, Tersangka Kasus Helm Dinyatakan DPO oleh Penyidik Polda Metro Jaya
Tersangka Kasus Merek Helm Jalani Wajib Lapor 7 Bulan, Kuasa Hukum Soroti Kejanggalan Proses Penyidikan
Catut Nama Ketua PWI Kota Tangerang untuk Minta Uang ke Wali Kota, Oknum Mengaku Wartawan Diamankan
Ngaku Sepupu Ketua PWI Kota Tangerang, Pria Berinisial K Minta Bantuan ke Wali Kota
Polres Metro Jakarta Utara Bongkar Home Industry Happy Water 4 Tersangka Ditangkap
Tujuh Bulan Wajib Lapor, Tersangka Pengecer Helm Keluhkan Kasus Mandek di Krimsus Polda Metro
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 10:42 WIB

WNA Korea Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Rumahnya Grand Wisata Tambun Selatan

Selasa, 26 Mei 2026 - 08:14 WIB

Cegah Begal dan Curanmor, Polres Metro Jakarta Utara Gelar Razia Stasioner di Danau Sunter

Senin, 25 Mei 2026 - 12:51 WIB

Kasus Tersangka Pengecer Helm BV, Kompolnas Surati Kapolda Metro Jaya

Rabu, 20 Mei 2026 - 19:26 WIB

Berkas Belum Lengkap, Tersangka Kasus Helm Dinyatakan DPO oleh Penyidik Polda Metro Jaya

Selasa, 19 Mei 2026 - 10:43 WIB

Tersangka Kasus Merek Helm Jalani Wajib Lapor 7 Bulan, Kuasa Hukum Soroti Kejanggalan Proses Penyidikan

Senin, 18 Mei 2026 - 23:54 WIB

Catut Nama Ketua PWI Kota Tangerang untuk Minta Uang ke Wali Kota, Oknum Mengaku Wartawan Diamankan

Sabtu, 16 Mei 2026 - 10:40 WIB

Ngaku Sepupu Ketua PWI Kota Tangerang, Pria Berinisial K Minta Bantuan ke Wali Kota

Kamis, 14 Mei 2026 - 09:13 WIB

Polres Metro Jakarta Utara Bongkar Home Industry Happy Water 4 Tersangka Ditangkap

Berita Terbaru