Bupati Tapanuli Utara Dukung Penuh Percepatan Pembangunan Huntap Pasca Bencana

Rabu, 7 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TAPUT SUMUT, Poskotanews.co.id- Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara terus menunjukkan komitmen dalam percepatan pemulihan pasca bencana. Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si, M.Si bersama Wakil Bupati Dr. Deni Lumbantoruan, M.Eng dan Sekretaris Daerah Kabupaten Tapanuli Utara Drs. Henry Maraden Masista Sitompul, M.Si menyaksikan Penandatanganan Kerja Sama Pembangunan Hunian Tetap (Huntap) antara Yayasan Buddha Tzu Chi dengan 3 perusahaan pelaksana Pembangunan bertempat di Aula Mini Kantor Bupati Tapanuli Utara, Tarutung. (Selasa, 06 Januari 2026).

Kerja sama ini menjadi dasar pelaksanaan proyek pembangunan hunian tetap pasca bencana sebanyak 103 unit di Kabupaten Tapanuli Utara bagi masyarakat terdampak.

Usai proses penandatanganan kerja sama, Bupati bersama tim langsung berangkat ke Desa Dolok Nauli, Kecamatan Adiankoting. Di lokasi tersebut, Bupati berdialog dengan masyarakat untuk mendengarkan aspirasi sekaligus menjelaskan mekanisme bantuan dan pembangunan hunian pasca bencana.

Bupati Tapanuli Utara JTP Hutabarat dalam sambutannya menegaskan bahwa relokasi hunian tidak dilakukan secara sembarangan.

Relokasi hunian hanya dilakukan apabila lokasi benar-benar terancam, rumah sudah longsor atau berdasarkan rekomendasi ahli geologi yang menyatakan lokasi tersebut tidak layak dibangun kembali. Pemerintah tidak ingin membangun rumah secara sia-sia,” tegas Bupati.

Lebih lanjut, Bupati JTP Hutabarat menekankan pentingnya kehati-hatian dan ketepatan dalam penggunaan anggaran pembangunan. “Dana yang digunakan adalah dana pemerintah, sehingga semua harus tepat sasaran, berdasarkan kajian teknis dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga menjelaskan bahwa tidak seluruh masyarakat terdampak harus direlokasi. Bagi warga yang memiliki lahan sendiri dan dinyatakan aman oleh ahli geologi, rumah dapat dibangun secara mandiri di lokasi tersebut dengan ketentuan rumah rusak ringan diberikan bantuan Rp15 juta, rusak sedang Rp30 juta dan rusak berat sebesar Rp60 juta.

Baca Juga :  Ancol Ajak Warga Rayakan Kemenangan Dengan Shalat Idul Fitri di Plaza Mesjid Agung

Bupati juga menyampaikan bahwa bagi masyarakat yang direlokasi akan memperoleh rumah senilai Rp75 juta lengkap dengan tanah dan sertifikat kepemilikan. Selain rumah, pemerintah juga akan melengkapi hunian dengan peralatan dapur seperti piring, cangkir, sendok, kompor, kuali dan perlengkapan dasar lainnya serta pemerintah membangun sarana pendukung pada lokasi termasuk air bersih, listrik dan jalan lingkungan.

Baca Juga :  Roadshow Kemerdekaan RI Hari II, Pemkab Tapanuli Utara Kunjungi Sipoholon dan Sipahutar

Bupati juga berpesan agar seluruh data penerima bantuan dipastikan telah melalui proses verifikasi sesuai ketentuan.

Pada kesempatan yang sama, perwakilan Yayasan Buddha Tzu Chi menyampaikan ucapan selamat kepada masyarakat penerima hunian tetap. Ia berharap pelaksanaan Pembangunan huntap dapat terlaksana dengan baik dan didukung oleh cuaca sehingga lebih dapat lebih cepat dihuni oleh masyarakat.

Perwakilan masyarakat menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, Yayasan Buddha Tzu Chi, serta Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait. Ia juga menyampaikan doa agar Tuhan membalas segala kebaikan serta kerja keras pemerintah dan seluruh pihak yang telah membantu masyarakat terdampak bencana.

Berita Terkait

Sampah Jadi Pundi Rupiah, Tri Waluyo: Pemprov DKI Tidak Boleh Takut dengan Oknum Sampah
Musrenbang RKPD 2027 Nias Barat, Ketua DPRD Kevin KP Waruwu Tekankan Sinergi Asta Cita dan Peningkatan PAD
Harmoni Iman dan Adat: TMC Menyala Turut Diundang, Pernikahan Gulo–Waruwu Semarakkan Nias Barat
Wakil Ketua Komisi C DPRD DKI Tri Waluyo Serahkan Ambulans ke Yayasan Yatim At Taufiqul Mubarok Muara Angke
Gubernur Pramono: Pulihkan Ekosistem Perairan Jakarta Dari Ikan Sapu-Sapu
Sambut Hari Kartini, Srikandi Sudin SDA Dampingi PJLP Bersihkan Saluran di Kebun Bawang
Prioritaskan Pelayanan Publik, Kantor Imigrasi Bekasi Tetap Beroperasi Penuh Setiap Hari Jumat
Diduga Salah Gunakan Izin Tinggal, 78 Warga Negara Asing di Cikarang Diamankan Imigrasi Bekasi
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 12:20 WIB

Sampah Jadi Pundi Rupiah, Tri Waluyo: Pemprov DKI Tidak Boleh Takut dengan Oknum Sampah

Selasa, 21 April 2026 - 12:11 WIB

Musrenbang RKPD 2027 Nias Barat, Ketua DPRD Kevin KP Waruwu Tekankan Sinergi Asta Cita dan Peningkatan PAD

Senin, 20 April 2026 - 20:58 WIB

Harmoni Iman dan Adat: TMC Menyala Turut Diundang, Pernikahan Gulo–Waruwu Semarakkan Nias Barat

Sabtu, 18 April 2026 - 13:19 WIB

Wakil Ketua Komisi C DPRD DKI Tri Waluyo Serahkan Ambulans ke Yayasan Yatim At Taufiqul Mubarok Muara Angke

Jumat, 17 April 2026 - 13:55 WIB

Gubernur Pramono: Pulihkan Ekosistem Perairan Jakarta Dari Ikan Sapu-Sapu

Kamis, 16 April 2026 - 17:02 WIB

Sambut Hari Kartini, Srikandi Sudin SDA Dampingi PJLP Bersihkan Saluran di Kebun Bawang

Rabu, 15 April 2026 - 16:15 WIB

Prioritaskan Pelayanan Publik, Kantor Imigrasi Bekasi Tetap Beroperasi Penuh Setiap Hari Jumat

Rabu, 15 April 2026 - 16:12 WIB

Diduga Salah Gunakan Izin Tinggal, 78 Warga Negara Asing di Cikarang Diamankan Imigrasi Bekasi

Berita Terbaru

Pendidikan

Sachrudin: Guru, Fondasi Utama Kemajuan Bangsa

Senin, 20 Apr 2026 - 18:07 WIB

Duka

PPBNI DPAC dan DPRT Sekecamatan Cikupa Berduka

Minggu, 19 Apr 2026 - 23:51 WIB