Setelah Status Tersangka Bertahun-tahun Dirkrimum PMJ Panggil Pelapor Untuk Restorative Justice

Jumat, 25 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Poskotanews.co.id – Bertahun tahun tidak dilimpahkan kepengadilan padahal sudah tersangka sejak 2023 dan pemberitaan media ini Pelapor Nuzul Azmi akhirnya dipanggil oleh Unit Harda 2 Dirkrimum Polda Metro Jaya untuk melaksanakan Restorative Justice (Penyelesaian dengan Rekonsiliasi dan mediasi). Hal ini dibuktikan dengan adanya Surat yang dikirim oleh Dirkrimum Polda Metro Jaya bernomor B/9516/IV/Res/1.9/2025 pada Kamis,24/4/2025 pada jam 11.00 bertempat di Ruang Unit 2 Subdit Harda Polda Metro Jaya yang ditandatangani oleh AKBP D.K Zendrato SH SIK Msi dengan penyidik AKP Chepy Rusmanto SH atau Brigadir Dodi Ariyanto SH.

Padahal selama ini pelapor ingin kasusnya dilimpahkan ke pengadilan demi keadilan dan kepastian hukum.
Dari informasi Kejati DKI Jakarta bahwa berkas laporan “ Kasus Kebuli Jordan” ini sudah dua kali dilimpahkan namun dikembalikan ke penyidik karena belum lengkap.

Baca Juga :  Rugi 18 Juta, Korban Dugaan Penipuan Jual Beli Sepeda Motor Lapor Polsek Pancoran

Bahkan sesuai informasi Staf Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta melalui pesan whasapp dari pada Rabu ,11 April 2025 menyebutkan “ selamat pagi kami mendapatkan informasi dari yang menerima disposisi ini ,
bahwa suratnya hanya untuk di ketahui , dikarenakan berkas dari LP /B/4695/IX/2022/SPKT POLDA METRO JAYA
masih berada di polda kami hanya meneruskan informasi ini dari bidangnya terimakasih 🙏🏻” yang patut diapresiasi apalagi di era Keterbukaan Informasi Publik yang diperkuat dengan tupoksi wartawan sesuai amanat UU Pers No.40 Th 1999.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seperti diketahui dan berita yang sudah berkali kali bahwa berkas kasus Laporan Nuzul Azmi Ramadhan seorang pelaku UMKM dibidang kuliner yang sudah memiliki Hak Cipta dengan Sertifikat Merk Kebuli Jordan dengan Nomor IDM000808778 tertanggal 31 Juli 2019. Tapi didalam perjalanannya ada pengalihan dari sekelompok orang pada tahun 2022 yang tidak diketahui pemegang merk sah yang berakhir pada pelaporan dengan LP/B/4695/IX/2022/ SPKT /Polda Metro Jaya tertanggal 12/11/2022 yang akhirnnya setelah melakukan serangkaian penyelidikan dan penyidikan serta gelar perkara Unit Harda II Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya menetapkan 3 orang tersangaka al NA,MD dan BG ( Wajib Lapor ) sesuai surat penetapan tersangka yang dikirimkan Penyidik Polda Metro Jaya ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta dengan nomor B/17595/RES 1.9/2023 /Ditreskrimum tertanggal 31/10/2023 tertandatangan KBP Hengky Haryadi .

Baca Juga :  Polresta Tangerang Ungkap Kasus Pencurian Dengan Kekerasan, Tersangka Ditangkap Di Tangerang Selatan

Namun sampai saat ini menurut informasi dari Pengacara (Kuasa Hukum) Nuzul Azmi , Hendra Simanjuntak SH serta kuasa hukum terlapor Narto SH menyatakan bahwa mereka tidak dilibatkan dalam rencana restorative justice ini. Padahal sebelumnya sudah pernah diupayakan Restorative Justice untuk para pihak tapi berakhir nihil tanpa hasil.

Baca Juga :  Begal Sadis di Jatisampurna Diungkap Polres Metro Bekasi Kota, Satu Pelaku Residivis Kambuhan Diringkus

Sementara itu Ketua DPP Lapan Tipikor Mangadar S secara terpisah ketika dimintai pendapatnya menyatakan “ Kasus ini terkesan lamban bahkan ada pembiaran karena kepentingan APH, karena sudah ditetapkan sebagai tersangka bertahun tahun namun tidak disidangkan dan akhirnya ada panggilan untuk mediasi antara para pihak, ada apa gerangan kenapa harus bertahun-tahun baru ada arahan untuk mediasi tegasnya.

Oleh karena itu kasus ini sudah selayaknnya mendapat perhatian dari Kapolri dan Kompolnas terutama Kapolda Metro Jaya agar segera memeriksa kasus ini untuk segera dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum untuk disidangkan demi keadilan dan kepastian hukum dan jangan lagi menunda karena kasus ini sudah bergulir sejak tahun 2022.

Disatu sisi permohonan informasi terkait kasus ini tidak pernah direspon oleh Humas dan penyidik secara transparan dan terbuka bahkan selalu bungkam.

(Patupa Pakpahan)

Berita Terkait

Dugaan Tambang Pasir Ilegal di Lebak Dilaporkan ke Gakkum ESDM, Lokasi Dekat Situ Palayangan Dipertanyakan
Dugaan Kasus Korupsi Polisi Temukan Brankas Berisi Valas Saat Geledah Kafe di Cipete
Apes,,,Mobil Avanza Tabrakan Membawa Ganja 112 Paket Menuju Medan
Tiang Internet Asal-Asalan di Cikupa Tuai Keluhan Warga, Diduga Langgar UU Telekomunikasi
Polisi Ungkap Pembunuhan Pedagang Cilok di Cikupa, Anak dan Ayah Jadi Tersangka
21 Hari Operasi Antik Toba, Polres Taput Amankan 13 Pelaku Penyalahgunaan Narkoba
Otak Pembunuhan WNA Korea di Tambun Selatan Ternyata Mantan Istri
Polres Metro Jakarta Utara Tangkep 8 Orang Terindikasi Penyalahgunaan Obat Terlarang Dalam Patroli KRYD
Berita ini 208 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 19:12 WIB

Dugaan Tambang Pasir Ilegal di Lebak Dilaporkan ke Gakkum ESDM, Lokasi Dekat Situ Palayangan Dipertanyakan

Kamis, 9 Juli 2026 - 16:02 WIB

Dugaan Kasus Korupsi Polisi Temukan Brankas Berisi Valas Saat Geledah Kafe di Cipete

Rabu, 24 Juni 2026 - 18:05 WIB

Apes,,,Mobil Avanza Tabrakan Membawa Ganja 112 Paket Menuju Medan

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:24 WIB

Tiang Internet Asal-Asalan di Cikupa Tuai Keluhan Warga, Diduga Langgar UU Telekomunikasi

Senin, 8 Juni 2026 - 18:16 WIB

Polisi Ungkap Pembunuhan Pedagang Cilok di Cikupa, Anak dan Ayah Jadi Tersangka

Rabu, 3 Juni 2026 - 15:15 WIB

21 Hari Operasi Antik Toba, Polres Taput Amankan 13 Pelaku Penyalahgunaan Narkoba

Rabu, 3 Juni 2026 - 02:33 WIB

Otak Pembunuhan WNA Korea di Tambun Selatan Ternyata Mantan Istri

Senin, 1 Juni 2026 - 13:37 WIB

Polres Metro Jakarta Utara Tangkep 8 Orang Terindikasi Penyalahgunaan Obat Terlarang Dalam Patroli KRYD

Berita Terbaru