BEKASI, Poskotanews.co.id – Berita terkait maraknya percaloan di Satpas SIM Polrestro Bekasi Kota sudah menjadi perhatian bahkan salah satu media di Kota Bekasi menyebut agar Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto menindak tegas anggotanya bila terlibat segala bentuk percaloan .
Meski sistem sudah berbasis digital dan transparansi pelayanan terus ditingkatkan, praktik percaloan dan jasa kolektif Surat Izin Mengemudi (SIM) masih marak terjadi, membuat warga yang mengikuti prosedur resmi sering kali merasa dirugikan bahkan harus tetap melalui jasa orang dalam agar dapat menerima SIM C dan A khususnya permohonan baru.
Salah seorang warga yang juga Kabiro Salah Satu media online BT pada hari ini 04/08/2025 ketika dikonfirmasi menyatakan bahwa dirinya harus datang kembali ke tiga ( 3 ) kalinya Senin Minggu depan untuk ujian teori karena tidak lulus namun sedikit curiga karena banyak peserta bisa langsung menerima SIM A atau SIM C barunnya yang diduga harus melalui orang dalam dengan memberikan uang tambahan. Dia menyatakan memang sengaja tidak memberitahukan bahwa dirinya seorang jurnalis agar mendapat informasi dan ilmu dalam pengurusan SIM dan ternyata harus melalui orang dalam agar cepat menerima SIM baru tegasnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu Ketika wartawan poskotanews.co.id memasuki areal Satpas SIM Kota Bekasi , menemukan adanya dokumen untuk chec kesehatan berwarna kuning yang sudah dimiliki langsung diduga perantara ke dalam diduga sudah sistematis menjadi prioritas dengan harga yang sudah disepakati.

Dari pantauan media memang mulai dari areal parkir hingga pintu masuk Satpas SIM sudah banyak orang orang yang diduga perantara untuk mempermudah pemohon bertransaksi sebelum memasuki gedung SIM.
Seorang pemohon pada beberapa waktu lalu melalui jasa berinisial KG terlihat telah memegang SIM A baru ketika dikonfirmasi kepada calo biaya ke dalam Rp.650.000 melalui salah seorang oknum dalam berarti pemohon bisa mencapai Rp.750.000 keatas.
Kapolrestro Bekasi Kota KBP Wahyu Bintoro.SIK diduga merestui ” permainan ini” dan bahkan bisa juga mengendalikan karena tidak ada tanggapan dan tindakan nyata terkait informasi wartawan . Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto harus sesegera mungkin mengevaluasi kinerja bawahannya terutama terkait adanya informasi dan klarifikasi dari wartawan yang secara tegas Kapolri Jenderal Lystio Sigit menekankan perbaikan sistim informasi masyarakat dan wartawan.
Sementara itu Plt Kasatlantas Polrestro Bekasi AKP Ischak menyatakan “ sudah ada paminal mengawasi anggotanya “ bila melakukan pelanggaran.
Sementara itu Ketua DPW Perkumpulan Indonesia Transparansi Publik Johan S pada Senin,2/6/2025 yang lalu Ketika diminta tanggapannya terkait maraknnya percaloan di Polres Metro Bekasi Kota yang saat ini dipimpin KBP Kusumo Wahyu Bintoro SH SIK MH , menyatakan ” Memang Pelayanan SIM , Samsat sepertinya para jasa dan calo dipelihara untuk mengisi perbendaharaan para oknum polisi mulai dari tingkat bawah sampai atas walaupun sistem diperketat tetap saja marak tegasnya .
Untuk itu, perlunya evaluasi sistem dan pengetatan kerja sama dengan pihak ketiga yang memiliki legalitas jangan menjadi permainan para oknum polisi aktif yang berkolaborasi dengan para calo yang sudah teraviliasi .
Selain itu Keterbukaan Informasi Publik dijaman sekarang ini harus tetap menjadi prioritas sehingga setiap permohonan informasi dan klarifikasi direspon apalagi dijaman informasi elektronik.
Perlu diketahui ketika wartawan mendatangi tempat praktek bagi pemohon SIM terlihat juga pemohon SIM C dan A yang mendatangi Satpas SIM Polrestro Bekasi Kota tidak sebanding dengan yang melaksanakan praktek ini membuktikan nyatannya permainan percaloan di Satpas SIM tersebut.
Patupa Pakpahan















